Luthfi Minta Daerah Petakan Wilayah Rawan Kekeringan Demi Jaga Swasembada Pangan

- Reporter

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKOHARJO – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot produksi padi guna mendukung target nasional sebesar 10,5 juta ton pada 2026. Hingga periode Januari-Juli 2026, produksi padi Jawa Tengah diproyeksikan mencapai 6,69 juta ton gabah kering giling (GKG), atau 63,43 persen dari target produksi daerah tahun ini sebesar 10,56 juta ton GKG.

Capaian tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri Panen Raya Padi di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (24/6/2026).

Dalam kegiatan itu, Ahmad Luthfi melakukan panen menggunakan combine harvester, meninjau pengolahan lahan pascapanen, serta berdialog dengan petani dan para pemangku kepentingan sektor pertanian.

“Jawa Tengah hari ini sudah memenuhi 6,69 juta ton. Target nasional 10,5 juta ton harus kita penuhi di akhir tahun,” kata Luthfi, yang duet Wagub Taj Yasin itu.

Menurutnya, panen raya tidak sekadar menjadi wujud syukur atas hasil produksi pertanian, tetapi juga momentum menyerap aspirasi petani sekaligus menyusun langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung panjang.

Ia meminta seluruh kepala daerah di Jawa Tengah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan agar target swasembada pangan tetap dapat dicapai.

Baca Juga :  Bansos dan GPM Jadi Andalan Pemprov Jateng Kendalikan Harga Akhir Tahun

“Ke depan tantangannya adalah perubahan musim dan musim kemarau yang panjang. Karena itu seluruh bupati dan wali kota harus melakukan mapping wilayah yang terdampak kekeringan agar target swasembada pangan dapat terpenuhi,” ujarnya.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Pemprov Jawa Tengah menyiapkan sejumlah langkah, antara lain pipanisasi, sumurisasi, pemanfaatan sumber air baku, hingga distribusi bantuan pompa sesuai kebutuhan di lapangan.

Dalam dialog bersama petani, berbagai aspirasi disampaikan, mulai dari kebutuhan pasokan air untuk musim tanam ketiga (MT III), jaringan listrik untuk sumur pertanian, bantuan combine harvester, alat pengolah tanah, hingga perbaikan jalan usaha tani dan saluran irigasi.

Menanggapi hal itu, Luthfi memastikan pemerintah provinsi akan mengoptimalkan dukungan sarana dan prasarana pertanian. Untuk kebutuhan alat panen, penggunaan combine harvester milik provinsi akan diatur secara bergilir sembari mengusulkan tambahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Kementerian Pertanian.

Selain itu, Jawa Tengah juga telah menerima sekitar 17 ribu unit pompa yang akan didistribusikan ke daerah sesuai kebutuhan untuk membantu pengairan lahan selama musim kemarau.

Baca Juga :  Skor ESG PGN Melesat ke 20,2, Komitmen Kuat Menuju Net Zero Emission

“Yang penting air sampai ke sawah dan kebutuhan petani terpenuhi,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Pelaksanaan Urusan Pengendalian Pelaksanaan Sungai Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Rizhali Triutomi Sahan, memastikan pasokan air irigasi di wilayah Bendosari dan sekitarnya masih mencukupi hingga Oktober 2026.

“Tidak ada rencana penutupan aliran irigasi sehingga kebutuhan air untuk musim tanam ketiga tetap dapat terjaga,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyampaikan apresiasi kepada para petani yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan, termasuk saat masa pandemi.

Menurutnya, pemerintah kabupaten terus berupaya mendukung sektor pertanian melalui bantuan alsintan, pembangunan jaringan irigasi, sumur dalam, serta jalan usaha tani. Namun, dukungan dari pemerintah provinsi tetap diperlukan agar kebutuhan petani dapat terpenuhi secara optimal.

“Kami terus berupaya mendukung petani melalui bantuan alsintan, pembangunan irigasi, sumur dalam, dan jalan usaha tani. Namun kami juga berharap dukungan dari pemerintah provinsi agar kebutuhan petani bisa terpenuhi secara optimal,” ujar Etik.***

Berita Terkait

Tiket.com Resmikan Kantor Operasional di Semarang, Buka Peluang bagi Talenta Lokal
Sekda Jateng Dorong Semarang Business Matching 2026 Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Daerah
Nelayan Tegal Mengadu, Luthfi Gerak Cepat Benahi BBM dan Pelabuhan
Jateng Percepat Peningkatan Jalan untuk Dukung Aktivitas Ekonomi Masyarakat
BRI BO Wonosobo Salurkan KUR Rp351 Miliar, Dorong Penguatan UMKM dan Ekonomi Daerah
Ahmad Luthfi Dorong Sport Tourism Jadi Mesin Baru Penggerak Ekonomi Daerah
Permudah KUR dan Kredit Produktif, Luthfi Ingin UMKM Jateng Naik Kelas
Jawa Tengah Kian Diminati Investor, 49 Pengusaha Lakukan Studi Bisnis

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:23 WIB

Tiket.com Resmikan Kantor Operasional di Semarang, Buka Peluang bagi Talenta Lokal

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:33 WIB

Sekda Jateng Dorong Semarang Business Matching 2026 Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:14 WIB

Luthfi Minta Daerah Petakan Wilayah Rawan Kekeringan Demi Jaga Swasembada Pangan

Senin, 22 Juni 2026 - 19:57 WIB

Nelayan Tegal Mengadu, Luthfi Gerak Cepat Benahi BBM dan Pelabuhan

Senin, 22 Juni 2026 - 19:47 WIB

Jateng Percepat Peningkatan Jalan untuk Dukung Aktivitas Ekonomi Masyarakat

Berita Terbaru