SP Persada IV Dorong Perpu Migas, Mahasiswa Diajak Kawal Swasembada Energi

- Reporter

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang – SP Persada IV sebagai serikat pekerja dari Pertamina di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan seminar bertemakan energi pada Jumat (19/6) bertempat di Aula Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah di Semarang.

Seminar tersebut secara khusus membahas urgensi penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas), salah satunya melalui reintegrasi proses bisnis Pertamina dari hulu ke hilir guna mendukung salah satu Astacita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yaitu mewujudkan swasembada energi.

Menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Ichsanuddin Noorsy, pakar ekonomi nasional; Bisman Bakhtiar, Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan; serta Ugan Gandar, pengamat energi nasional yang juga mantan Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) periode 2004–2015.

Kegiatan ini diikuti sedikitnya 150 peserta yang mayoritas berasal dari kalangan akademisi dan aktivis mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah, yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Senat Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa, Dewan Energi Mahasiswa, dan organisasi kemahasiswaan lainnya.

Ketua Umum SP Persada IV, Solikin, mengatakan bahwa dinamika ekonomi dan energi global saat ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk melakukan pembenahan tata kelola energi nasional. Ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi, serta meningkatnya persaingan antarnegara dalam mengamankan pasokan energi menunjukkan bahwa ketahanan energi telah menjadi isu strategis yang menentukan daya saing sekaligus kedaulatan bangsa.

Baca Juga :  Retreat ASN Pemkot Magelang Diharap Ciptakan Birokrasi yang Kolaboratif dan Responsif

“Indonesia membutuhkan langkah terobosan yang mampu memperkuat pengelolaan sektor migas secara lebih terintegrasi dan efisien. Perpu Migas dapat menjadi solusi yang segera ditempuh untuk memperkuat sinergi Pertamina dari hulu hingga hilir, meningkatkan efisiensi investasi, mempercepat peningkatan produksi migas domestik, dan mendukung target swasembada energi nasional,” ujar Solikin.

Solikin menegaskan bahwa dorongan SP Persada IV terhadap penerbitan Perpu Migas merupakan bagian dari perjuangan yang sejalan dengan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) di tingkat nasional. Menurutnya, FSPPB secara konsisten telah menyuarakan pentingnya penerbitan Perpu Migas dan reintegrasi Pertamina sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran negara dalam pengelolaan migas, meningkatkan efisiensi rantai bisnis dari hulu hingga hilir, serta mendukung terwujudnya kedaulatan dan swasembada energi nasional.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan, Bisman Bakhtiar, menilai bahwa regulasi migas yang berlaku saat ini sudah tidak lagi sepenuhnya relevan dengan perkembangan industri energi dan kebutuhan nasional. Di sisi lain, revisi Undang-Undang Migas yang diharapkan menjadi solusi komprehensif belum juga terealisasi meskipun telah dibahas selama sekitar 15 tahun.

Baca Juga :  DPR RI dan BGN Gaungkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Cegah Stunting di Grobogan

“RUU Migas yang telah bergulir selama belasan tahun menunjukkan bahwa kebutuhan reformasi tata kelola migas tidak bisa terus menunggu. Dalam kondisi saat ini, Perpu Migas dapat menjadi solusi yang realistis dan achievable untuk mempercepat pembenahan sektor migas nasional sekaligus mendukung pencapaian swasembada energi,” jelas Bisman.

Salah satu peserta seminar dari Dewan Mahasiswa Universitas Sebelas Maret, Raditya, mengaku memperoleh wawasan baru mengenai tantangan sektor energi nasional setelah mengikuti seminar tersebut. Menurutnya, paparan para narasumber memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai pentingnya kebijakan energi yang mampu memperkuat kemandirian bangsa.

“Saya menjadi lebih memahami tantangan yang dihadapi sektor migas nasional, baik dari sisi ekonomi, hukum, maupun tata kelola industri. Materi yang disampaikan para narasumber sangat membuka wawasan dan membuat saya memahami mengapa Perpu Migas penting untuk dipertimbangkan sebagai langkah percepatan menuju swasembada energi. Saya mendukung penerbitan Perpu Migas sebagai langkah konkret yang dapat mempercepat terwujudnya swasembada energi dan memperkuat kedaulatan energi nasional,” ujar Raditya.

Melalui seminar ini, SP Persada IV berharap kalangan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dapat turut memberikan perhatian terhadap pentingnya reformasi tata kelola sektor migas nasional sebagai salah satu fondasi utama dalam mewujudkan ketahanan, kedaulatan, dan swasembada energi Indonesia.***

Berita Terkait

Taj Yasin: Tradisi Keilmuan Watucongol Harus Terus Diteruskan
Kisah Ngadiyanto di Tengah Rob: Rumah Apung Hadir, Harapan Kembali Tumbuh
335 Ribu Anak di Jateng Belum Sekolah, Waka DPRD Jateng Dorong Perluasan Program PJJ
Taj Yasin Apresiasi RSB Jepara, Dorong Kesehatan dan Zakat Berkelanjutan
Wakil Ketua DPRD Jateng Dukung PAUD Berkualitas sebagai Fondasi Generasi Emas
Pidato Presiden Jadi Pengingat, Ahmad Luthfi Tekankan Kerja Nyata untuk Rakyat
Lulus PKN, 45 Pemimpin Jateng Didorong Terapkan Inovasi di Instansi
Harga Pertamax Turun, Legislator Gerindra Jateng Minta Evaluasi Kebijakan WFH ASN

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Taj Yasin: Tradisi Keilmuan Watucongol Harus Terus Diteruskan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:53 WIB

Kisah Ngadiyanto di Tengah Rob: Rumah Apung Hadir, Harapan Kembali Tumbuh

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:28 WIB

Taj Yasin Apresiasi RSB Jepara, Dorong Kesehatan dan Zakat Berkelanjutan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Wakil Ketua DPRD Jateng Dukung PAUD Berkualitas sebagai Fondasi Generasi Emas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:45 WIB

Pidato Presiden Jadi Pengingat, Ahmad Luthfi Tekankan Kerja Nyata untuk Rakyat

Berita Terbaru