Jateng Jaga Stabilitas Harga Pangan Lewat Kerja Sama Antardaerah

- Reporter

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat distribusi bahan pokok antardaerah untuk menjaga harga pangan tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

Langkah itu dilakukan dengan mempertemukan ratusan produsen dan pembeli (offtaker) serta memperluas kerja sama antardaerah guna memastikan pasokan beras, cabai, bawang merah, minyak goreng, dan komoditas strategis lainnya tetap aman.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang duet bareng Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menegaskan, penguatan distribusi pangan antardaerah menjadi kunci menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

Pemerintah mendorong kerja sama antardaerah (KAD) sekaligus mempertemukan produsen dengan offtaker (pembeli) agar pasokan bahan pokok penting tetap tersedia dan terjangkau bagi masyarakat.

Ahmad Luthfi mengatakan halnitu saat Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Temu Bisnis Kerja Sama Antardaerah Intra Provinsi Jawa Tengah di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah itu, diikuti ratusan produsen dan offtaker komoditas pangan strategis seperti beras, cabai, bawang merah, jagung, telur, hingga minyak goreng.

“Prinsip rakor ini agar terjadi kerja sama di antara para bupati, produsen, dan offtaker, sehingga ketersediaan serta keterjangkauan bahan pokok penting bagi masyarakat tetap terjaga. Output akhirnya adalah inflasi Jawa Tengah tetap terkendali,” kata Luthfi.

Menurutnya, kondisi inflasi Jawa Tengah saat ini berada dalam kondisi baik. Namun capaian tersebut harus terus dijaga di tengah berbagai tantangan, mulai dari tekanan fiskal hingga dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok dan harga pangan.

Baca Juga :  Pameran UMKM Meriahkan Rangkaian HUT ke-81 Jawa Tengah

Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, lanjut Luthfi, Jawa Tengah harus memastikan kebutuhan masyarakat daerah terpenuhi terlebih dahulu sebelum memasok kebutuhan ke wilayah lain. Karena itu, distribusi pangan antarkabupaten/kota perlu diperkuat melalui skema aglomerasi dan kerja sama antardaerah.

“Perlu ada sinergi pemerintah daerah, stakeholder, produsen, dan offtaker. BUMD juga harus mengambil peran lebih besar untuk memperkuat distribusi pangan di daerah,” ujarnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M Nur Nugroho, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Menurutnya, salah satu tantangan utama pengendalian inflasi adalah efisiensi distribusi. Karena itu, pertemuan antara produsen dan offtaker menjadi langkah strategis untuk memperpendek rantai distribusi sekaligus memperluas akses pasar bagi hasil produksi petani dan pelaku usaha pangan.

“Yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari efisiensi distribusi. Kita pertemukan para produsen bahan pangan pokok dengan para offtaker agar tercipta kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan,” katanya.

Dalam forum tersebut tercatat sebanyak 99 offtaker dan 111 produsen dari 34 kabupaten/kota di Jawa Tengah terlibat dalam penjajakan kerja sama perdagangan komoditas pangan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo: Proyek Ketenagalistrikan Ini Momen Sejarah Bagi Indonesia

Dijelaskan, dari sisi permintaan, komoditas yang paling banyak diminati adalah beras dengan 30 peminat, cabai 25 peminat, minyak goreng 24 peminat, bawang merah 13 peminat, jagung empat peminat, dan telur tiga peminat.

Sementara dari sisi pasokan, komoditas cabai didukung 33 produsen, beras 28 produsen, jagung 25 produsen, bawang merah 20 produsen, telur ayam empat produsen, serta minyak goreng dua produsen.

Sejumlah daerah juga mencatat potensi kerja sama yang cukup tinggi. Kabupaten Klaten dan Kota Semarang masing-masing memiliki 11 potensi kerja sama dari sisi kebutuhan. Disusul Banjarnegara, Banyumas, Kendal, dan Wonosobo dengan masing-masing tujuh potensi kerja sama.

Sementara dari sisi produsen, Kabupaten Demak dan Grobogan menjadi daerah dengan potensi pasokan terbesar melalui sembilan peluang kerja sama. Adapun Kabupaten Batang dan Brebes masing-masing memiliki tujuh potensi kerja sama.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan sejumlah kesepakatan kerja sama perdagangan pangan. Di antaranya kerja sama komoditas beras antara BUMP PT Kalingga Makmur Sejahtera Kabupaten Jepara dan Gapoktan Karya Manunggal Kabupaten Rembang.

Ada pula kerja sama antarpemerintah daerah Banyumas Raya untuk komoditas cabai, beras, jagung, bawang merah, dan minyak goreng.

Melalui kerja sama yang semakin kuat antara daerah, produsen, dan pelaku distribusi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga, pasokan lebih merata, dan inflasi daerah dapat terus dikendalikan.***

Berita Terkait

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau
Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot
Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027
Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci
Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia
GIIAS Semarang 2026, Pasar Otomotif dan PAD Jateng Berpeluang Tumbuh
Jepang Butuh Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Teruji
Jateng Tarik Investasi Tiongkok Rp4,55 Triliun, 213 Ribu Tenaga Kerja Terserap

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:15 WIB

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau

Senin, 28 September 2026 - 16:14 WIB

Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot

Minggu, 27 September 2026 - 23:03 WIB

Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027

Kamis, 24 September 2026 - 17:29 WIB

Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci

Selasa, 22 September 2026 - 21:42 WIB

Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia

Berita Terbaru