OJK Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Sinergi Lintas Sektor, Jateng Fokus pada Pangan dan Perikanan

- Reporter

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

{

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"resize":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat peran sektor jasa keuangan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan yang lebih inklusif, produktif, dan tepat sasaran. Upaya tersebut diwujudkan melalui Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) 2026 yang mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor” di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Ketua Dewan Komisioner OJK, , menegaskan bahwa penguatan ekonomi daerah menjadi kunci dalam menjaga optimisme pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika dan ketidakpastian global.

“Berbagai tantangan dinamika global saat ini tidak boleh menurunkan optimisme Indonesia. Justru inilah saatnya membuktikan bahwa salah satu kekuatan Indonesia terletak pada kekuatan ekonomi daerahnya. Melalui sinergi dan kolaborasi, kita berharap pertumbuhan ekonomi daerah dapat menopang pertumbuhan ekonomi nasional sehingga Indonesia semakin maju dan sejahtera,” ujar Friderica.

KNPED 2026 menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, regulator, hingga pelaku industri jasa keuangan. Hadir di antaranya , , , serta sejumlah kepala daerah termasuk .

Menurut Friderica, sejak 2024 OJK telah menjalankan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang berfokus pada optimalisasi potensi unggulan daerah melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan. Hingga saat ini, program tersebut telah diterapkan di 40 kabupaten dan kota dengan fokus pada sektor pertanian dan ekonomi kreatif.

Baca Juga :  SDM Jawa Tengah Kian Kompetitif, Mampu Bersaing di Industri Global

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, , mengatakan perluasan Program PED akan terus dilakukan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

“Kami terus mendorong PED agar memberikan kontribusi nyata bagi daerah melalui kolaborasi yang mampu membangun ekosistem program prioritas sesuai potensi masing-masing wilayah,” katanya.

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tidak dapat dilepaskan dari perkembangan ekonomi di daerah. Karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai program, termasuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), digitalisasi ekonomi, pengembangan industri semikonduktor, hilirisasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mokhamad Misbakhun, menilai sektor jasa keuangan memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, pembiayaan yang tepat sasaran akan memperkuat UMKM, meningkatkan daya beli masyarakat, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan, , menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Ekonomi daerah yang kuat bukan hanya soal besarnya anggaran, tetapi bagaimana anggaran tersebut mampu diubah menjadi layanan, layanan menjadi produktivitas, dan produktivitas menjadi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Dukung Ketahanan Pangan, TPKAD Jateng Fokus Inklusi Keuangan Sektor Pertaian

Jawa Tengah Fokus Ketahanan Pangan

Dalam implementasinya, Program PED diawali dengan pemetaan potensi ekonomi unggulan daerah melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), dilanjutkan dengan penguatan kolaborasi, peningkatan kapasitas pembiayaan, serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan untuk meningkatkan nilai tambah sektor unggulan.

Di Jawa Tengah, Program PED diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan komoditas padi, jagung, dan rajungan. Ketiga komoditas tersebut merupakan bagian dari sektor pangan nasional yang memiliki potensi ekonomi mencapai Rp1.684 triliun.

Sementara di Sumatera Selatan, PED berfokus pada pengembangan ekosistem kopi dari hulu hingga hilir. Di Jawa Timur, program diarahkan pada penguatan ekosistem susu sapi perah, sedangkan di Jakarta fokus pada pengembangan ekonomi kreatif, termasuk industri film dan konten kreatif yang diproyeksikan memiliki nilai ekonomi hingga Rp2.130 triliun pada 2029.

OJK optimistis keberhasilan pengembangan berbagai ekosistem ekonomi daerah tersebut dapat menjadi model yang direplikasi di berbagai wilayah Indonesia. Ke depan, kolaborasi lintas sektor akan terus diperkuat untuk menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berakar dari potensi daerah dan mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Jateng Jadi Salah Satu Penopang Pasar BYD di Sektor EV Nasional
JETOUR T2 i-DM Hadir di GIIAS Semarang, Harga Rp705 Juta
Immoderma dan Dinkes Semarang Edukasi Remaja soal Skincare dan Mental Health
OMODA O4 Resmi Meluncur di Semarang, Buka Pre-Booking O4 EV
Menko Polkam Dorong Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Jaga Stabilitas Nasional
IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau
Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot
Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:13 WIB

Jateng Jadi Salah Satu Penopang Pasar BYD di Sektor EV Nasional

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:02 WIB

JETOUR T2 i-DM Hadir di GIIAS Semarang, Harga Rp705 Juta

Rabu, 30 September 2026 - 19:22 WIB

Immoderma dan Dinkes Semarang Edukasi Remaja soal Skincare dan Mental Health

Rabu, 30 September 2026 - 17:11 WIB

Menko Polkam Dorong Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Jaga Stabilitas Nasional

Senin, 28 September 2026 - 18:15 WIB

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau

Berita Terbaru

- JETOUR T2 i-DM - JETOUR T2 i-DM hadir dalam ajang GIIAS Semarang 2026 dengan membawa teknologi plug-in hybrid untuk kebutuhan mobilitas perkotaan hingga perjalanan jarak jauh. Foto : ist/metrojateng.id

Bisnis

JETOUR T2 i-DM Hadir di GIIAS Semarang, Harga Rp705 Juta

Kamis, 1 Okt 2026 - 05:02 WIB