Forum Santri Anak Jateng Siapkan Gerakan Pesantren Ramah Anak dan Anti Kekerasan

- Reporter

Senin, 25 Mei 2026 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Forum Santri Anak Jawa Tengah (FORSAN JATENG) menyiapkan berbagai program penguatan perlindungan anak dan pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren usai resmi terbentuk pada akhir 2025.

Hal itu disampaikan pengurus Forum Santri Anak Jawa Tengah saat audiensi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jateng di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin, 25 Mei 2026.

Ketua Forsan Jateng, Farel Alfariz asal Pesantren Darul Falah Jepara menjelaskan, forum tersebut dibentuk untuk memenuhi hak-hak anak dan santri di pondok pesantren, baik hak pendidikan, kesehatan, maupun perlindungan dari kekerasan dan perundungan.

“Forum ini menjadi pelopor dan pelapor. Karena kalau tidak ada yang memulai, maka tidak akan bergerak. Insya Allah forum ini akan menjadi wadah aspirasi santri terkait berbagai problematika di pondok pesantren,” ujarnya.

Forum Santri Anak Jawa Tengah resmi dibentuk pada 19–20 Desember 2025 di Asrama Haji Islamic Center Semarang melalui fasilitasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, DP3AKB Jateng, Lembaga Perlindungan Anak, dan Forum Anak Jawa Tengah.

Baca Juga :  Momen Haru di Borobudur Playon, Ahmad Luthfi Dorong Kursi Roda Putranya hingga Garis Finis

Wakil Ketua Forsan, Nabila asal Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo menambahkan forum tersebut menjadi forum santri anak pertama di Indonesia di tingkat provinsi. Para pengurus sebelumnya juga telah mendapatkan pembekalan terkait konvensi hak anak, pendidikan keterampilan hidup, hingga konsep pelopor dan pelapor dalam perlindungan anak.

Dalam audiensi itu, Forum Santri Anak memaparkan sejumlah program kerja 2026–2027, baik internal maupun eksternal. Program internal meliputi pengukuhan kepengurusan dan peningkatan kapasitas anggota melalui seminar dan pelatihan daring maupun luring.

Sementara program eksternal meliputi pembentukan Forum Santri Anak di 35 kabupaten/kota, Safari Santri atau “Forsan Goes to School”, survei anak santri Jawa Tengah (SAKJATENG), hingga program edukasi melalui siaran langsung media sosial dan webinar.

“Nanti kami akan berkunjung ke pesantren-pesantren untuk saling mengedukasi tentang pesantren ramah anak dan pencegahan bullying maupun kekerasan,” kata Nabila.

Baca Juga :  Gus Yasin Jamin Perlindungan Korban dan Saksi, Termasuk di Lingkungan Pesantren

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menyambut baik pembentukan Forum Santri Anak yang dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat perlindungan anak di lingkungan pesantren.

Ia menilai tantangan kekerasan terhadap anak saat ini semakin kompleks dan tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga di lingkungan sosial maupun keluarga.

“Kekerasan anak sekarang muncul di banyak tempat, bahkan sampai tingkat TK dan SD. Ini juga tidak menutup kemungkinan terjadi di pondok pesantren,” ujarnya.

Karena itu, Taj Yasin berharap Forum Santri Anak dapat menjadi mitra pemerintah dalam membangun lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Ia juga mendorong forum tersebut memperluas jejaring hingga seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah dan berkolaborasi dengan organisasi kepesantrenan lain dalam penguatan edukasi perlindungan anak.

“Dengan adanya Forum Santri Anak ini, saya berharap pesantren-pesantren bisa semakin aktif mencegah kekerasan dan membangun budaya saling menjaga antar-santri,” katanya.***

Berita Terkait

Lari 5K hingga Kuliner Gratis Semarakkan Penutupan HUT ke-81 Jateng
Dieng Culture Festival 2026, Merayakan Harmoni Budaya dari Negeri Atas Awan
Sanggar Greget Semarang Bagikan Pengalaman, 12 Sanggar Sragen Menimba Ilmu
Pamor Wicaksono Raih Penghargaan, Dedikasi untuk Masyarakat Brebes Berlanjut
Dari Dosen hingga Advokat, 177 Orang Ikuti Seleksi Komisioner KI Jateng
Dika Diadili dalam Kasus Penipuan Investasi Bodong, Pensiunan Padati Pengadilan Purwokerto
Hadapi Kekeringan, Taj Yasin Tekankan Modifikasi Cuaca dan Perbaikan Resapan Air
Karhutla Melonjak, Taj Yasin Ingatkan Warga Waspada Kebakaran

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:16 WIB

Lari 5K hingga Kuliner Gratis Semarakkan Penutupan HUT ke-81 Jateng

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Dieng Culture Festival 2026, Merayakan Harmoni Budaya dari Negeri Atas Awan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Sanggar Greget Semarang Bagikan Pengalaman, 12 Sanggar Sragen Menimba Ilmu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Pamor Wicaksono Raih Penghargaan, Dedikasi untuk Masyarakat Brebes Berlanjut

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Dari Dosen hingga Advokat, 177 Orang Ikuti Seleksi Komisioner KI Jateng

Berita Terbaru