Produksi Padi Jateng Tembus 4,6 Juta Ton, Ahmad Luthfi Wanti-wanti Kemarau

- Reporter

Senin, 4 Mei 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Produksi padi di Jawa Tengah hingga April 2026 telah mencapai 4,6 juta ton atau 44,48 persen dari target tahunan. Di tengah capaian itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mewanti-wanti potensi ancaman musim kemarau panjang yang dapat mengganggu produktivitas pertanian.

Produktivitas padi Jawa Tengah periode Januari-April 2026 tercatat sebesar 4.696.422 ton. Angka tersebut setara 44,48 persen dari target produksi tahun ini yang ditetapkan sebesar 10,5 juta ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menyebut capaian tersebut telah sesuai dengan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) dan mencerminkan kondisi riil di lapangan.

“Realisasi hingga April sudah 44,48 persen, dengan total produksi mencapai 4.696.422 ton. Angka ini sudah sama dengan data BPS,” ujarnya dalam rapat koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan I 2026, Senin (4/5/2026).

Baca Juga :  Bansos dan GPM Jadi Andalan Pemprov Jateng Kendalikan Harga Akhir Tahun

Dijelaskan, produksi tersebut berasal dari panen musim tanam yang dimulai sejak September 2025. Ia memperkirakan puncak panen akan terjadi pada Mei 2026, dan optimistis target produksi tahunan dapat tercapai bahkan lebih cepat, yakni pada September 2026.

Untuk menjaga tren positif tersebut, pihaknya kini fokus pada percepatan tanam lanjutan, termasuk distribusi benih kepada petani.

“Setelah musim tanam pertama selesai, langsung kita percepat tanam berikutnya. Saat ini fokus kami adalah dropping benih,” jelas Kadinas yang akrab disapa Frans itu.

Baca Juga :  Pariwisata Jateng Melaju Tertinggi Nasional Berkat Aglomerasi dan Desa Wisata

Menanggapi capaian tersebut, Gubernur Jateng yang memimpin Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap faktor cuaca, khususnya potensi kemarau panjang yang diprediksi oleh BMKG.

“Masalahnya adalah cuaca yang harus kita pikirkan ulang. Lakukan terus pemantauan dan pemetaan,” tegas Luthfi.

Ia juga meminta jajarannya memastikan kesiapan sektor pertanian dalam menghadapi musim kemarau, terutama terkait ketersediaan air baku dan infrastruktur irigasi.

Pemerintah provinsi, lanjutnya, terus melakukan pengecekan embung serta jaringan irigasi guna mengantisipasi kekeringan yang berpotensi mengganggu produksi pangan.

“Dampak kekeringan tidak hanya pada air baku, tetapi juga pada swasembada pangan dan sumber air pertanian. Itu harus jadi prioritas,” tandasnya.***

Berita Terkait

Wagub Jateng Ajak Pengembang Hadirkan Perumahan Hemat Energi dan Tahan Bencana
SDM Jawa Tengah Kian Kompetitif, Mampu Bersaing di Industri Global
Investasi Menguat, Ekonomi Jateng Tumbuh Signifikan 5,89 Persen
Jateng Jadi Magnet Investor, Industri Kemasan Asal Tiongkok Masuk Kendal
Ahmad Luthfi Dorong Percepatan Program APBD Usai Evaluasi Triwulan I
Mangkunegaran Run 2026, Harmoni Lari, Budaya, dan Pariwisata di Solo
Pengalaman Perdana Paralayang, Gus Yasin: Lebih Nyaman dari Naik Pesawat
May Day 2026, Ahmad Luthfi Sebut Buruh Pahlawan Ekonomi Jawa Tengah

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:50 WIB

Wagub Jateng Ajak Pengembang Hadirkan Perumahan Hemat Energi dan Tahan Bencana

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:12 WIB

SDM Jawa Tengah Kian Kompetitif, Mampu Bersaing di Industri Global

Rabu, 6 Mei 2026 - 06:06 WIB

Investasi Menguat, Ekonomi Jateng Tumbuh Signifikan 5,89 Persen

Senin, 4 Mei 2026 - 21:17 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Industri Kemasan Asal Tiongkok Masuk Kendal

Senin, 4 Mei 2026 - 17:30 WIB

Produksi Padi Jateng Tembus 4,6 Juta Ton, Ahmad Luthfi Wanti-wanti Kemarau

Berita Terbaru