Libatkan Sujiwo Tejo, Rojo Tikus Siap Guncang Panggung Demak

- Reporter

Kamis, 23 April 2026 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEMAK – Kelompok Teater Lingkar akan menghadirkan pertunjukan bertajuk “Rojo Tikus”, sebuah karya pakeliran multidimensi yang memadukan teater modern dengan kekuatan tradisi pedalangan Jawa.

Pementasan ini menjadi istimewa karena melibatkan budayawan nasional, Sujiwo Tejo, dalam proses kreatifnya.

Pertunjukan gratis yang disutradarai sekaligus didalangi oleh Sindhunata Gesit Widiharto ini, akan digelar pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 19.00, di Stadion Pancasila, Kabupaten Demak.

Humas Teater Lingkar, Ario Bimo Gesit, mengatakan, karya ini digadang-gadang sebagai persembahan budaya dengan memperpadukan unsur magis, kritik sosial, serta filosofi Jawa yang dikemas dalam satu panggung pertunjukan.

“Konsep pakeliran multidimensi ini menggabungkan berbagai cabang seni. Mulai dari pedalangan, teater, hingga tari, dengan iringan musik yang memadukan instrumen diatonis dan pentatonis,” ujar Ario, Kamis (23/4/2026).

Baca Juga :  Ahmad Luthfi di Hari Otda: Pelayanan Publik Harus Terasa Manfaatnya

Ia menambahkan, meski dikemas secara modern, pertunjukan tersebut tetap berpijak pada pakem tradisi sebagai fondasi utama. Pementasan ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Dalam pentas ini, Sindhunata berperan ganda sebagai sutradara sekaligus dalang, yang dikenal dengan sebutan “sutradalang”.

Dalam lakon “Rojo Tikus”, penonton akan disuguhkan kisah satir tentang sosok pemimpin korup bernama Tuan Wirog Bawono, yang digambarkan sebagai “tikus berdasi” dari Negeri Sahara. Tokoh tersebut diceritakan membangun kekuasaan melalui praktik kotor hingga melahirkan “Orde Tikus”.

Konflik berkembang ketika Wirog Bawono berniat bertobat dan kembali ke jalan kebenaran. Namun, niat itu mendapat penentangan dari lingkungan terdekatnya, termasuk sang istri, Queen Milly Cherry, serta para pengikut setianya.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis Masuk Blora, Dorong Pemenuhan Gizi Seimbang untuk Tekan Stunting

Pergulatan batin tokoh utama semakin kompleks dengan hadirnya sosok mendiang ibunya dalam mimpi yang memberi nasihat, berhadapan dengan leluhur kejam bernama Kakek Jinada yang mendorongnya tetap berada di jalan keserakahan.

Pertarungan antara nilai kebajikan dan kerakusan tersebut menjadi inti cerita yang sarat kritik sosial. Melalui pertunjukan ini, penonton diajak merefleksikan kondisi sosial sekaligus menyaksikan kemungkinan perubahan seorang pemimpin, apakah menuju kebijaksanaan atau tetap terjerumus dalam lingkaran korupsi.

Pementasan “Rojo Tikus” yang terbuka untuk masyarakat umum dan cuma-cuma ini, diharapkan menjadi ruang apresiasi seni sekaligus refleksi sosial melalui medium seni budaya.*

Berita Terkait

SP Persada IV Dorong Perpu Migas, Mahasiswa Diajak Kawal Swasembada Energi
Pesepeda Susuri Situs Bersejarah dalam Jasirah Heritage Cycling 2026
Luthfi: Harmoni Budaya Jawa-Betawi Jadi Kekuatan Persatuan Bangsa
Kesepakatan Baru MBG Jateng, Telur dan Ayam Lokal Wajib Masuk Menu Mingguan
Perbaikan Jalan Sragen Dikebut, Warga Apresiasi Respons Cepat Pemprov Jateng
Kaltim Jadikan Jateng Acuan Kelola Tambang dan Pulihkan Lahan Pascatambang
Investasi Bodong: Restoran Mewah dan Jejak Pelaku Penipuan Pensiunan
Gus Yasin Jamin Perlindungan Korban dan Saksi, Termasuk di Lingkungan Pesantren

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:28 WIB

SP Persada IV Dorong Perpu Migas, Mahasiswa Diajak Kawal Swasembada Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:51 WIB

Pesepeda Susuri Situs Bersejarah dalam Jasirah Heritage Cycling 2026

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:23 WIB

Luthfi: Harmoni Budaya Jawa-Betawi Jadi Kekuatan Persatuan Bangsa

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:27 WIB

Kesepakatan Baru MBG Jateng, Telur dan Ayam Lokal Wajib Masuk Menu Mingguan

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:20 WIB

Perbaikan Jalan Sragen Dikebut, Warga Apresiasi Respons Cepat Pemprov Jateng

Berita Terbaru