Kolaborasi Tanpa Sekat, Ahmad Luthfi Beberkan Strategi Bangun Jateng di Serambi Mekkah

- Reporter

Rabu, 22 April 2026 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Di tengah pertemuan para kepala daerah se Sumatera bagian Utara, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, hadir menyampaikan gagasan pembangunan tak bisa berjalan sendiri, melainkan harus ditopang kolaborasi lintas wilayah yang solid. Dari super team hingga membangun daerah tanpa ego sektoral.

Di panggung Serambi Mekkah, Ahmad Luthfi, yang memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), berbagi pengalaman dan membeberkan kepemimpinan yang ia lakukan di Jawa Tengah. Ahmad Luthfi menjadi narasumber dalam seminar nasional bertajuk “Best Practice Kepemimpinan Daerah” yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-821 Kota Banda Aceh dan Raker Komwil I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), Rabu (22/4/2026).

Kegiatan berlangsung di Gedung AAC Prof Dr Dayan Dawood dan dihadiri para wali kota se-Sumatera bagian utara, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, hingga Sumatera Barat.

Dalam forum itu, Ahmad Luthfi menekankan konsep collaborative government sebagai fondasi pembangunan. Ia menyebut, seluruh kepala daerah di Jawa Tengah, sebanyak 35 kabupaten/kota, disatukan dalam satu “super team” tanpa ego sektoral.

Baca Juga :  Refleksi Hari Bela Negara, Wagub Jateng Serukan Bela NKRI dari Berbagai Tantangan

“Tidak boleh ada sekat. Satu daerah dengan daerah lain harus tumbuh bersama,” tegasnya.

Model kolaborasi tersebut juga diperluas melalui pengembangan wilayah aglomerasi. Salah satu contoh yang dipaparkan adalah kawasan Soloraya yang melibatkan tujuh daerah. Melalui event Soloraya Great Sale 2025, kawasan ini mampu mencatat transaksi hingga Rp 10,7 triliun hanya dalam satu bulan.

Tak hanya itu, Ahmad Luthfi juga menegaskan peran kepala daerah sebagai “manajer marketing”. Menurutnya, pemimpin daerah harus mampu memetakan dan “menjual” potensi wilayah kepada investor, baik domestik maupun internasional. Strategi tersebut disebut berkontribusi pada capaian realisasi investasi Jawa Tengah tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp 88,5 triliun.

Dalam praktiknya, setiap agenda luar daerah maupun pertemuan dengan mitra internasional dimanfaatkan untuk promosi investasi. Ia bahkan kerap melibatkan bupati/wali kota, dunia usaha seperti Kadin dan Hipmi, guna membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

Baca Juga :  Sinkronisasi Kebijakan hingga Keamanan Digital Dibahas Kemenko Polkam–DPD RI

Adapun di sektor tata ruang, ia menekankan pentingnya penyiapan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus, tanpa mengorbankan lahan sawah dilindungi (LSD) sebagai penopang ketahanan pangan.

Kolaborasi juga diperluas ke dunia pendidikan. Tercatat sebanyak 111 perguruan tinggi telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah guna mendukung inovasi dan pembangunan berbasis riset.

Sementara di bidang sosial, ia memaparkan sejumlah program unggulan, mulai dari layanan kesehatan melalui program dokter Spesialis Keliling (Speling) yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga pengentasan kemiskinan melalui perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), penanganan stunting, sekolah gratis, dan bantuan modal usaha.

Untuk menekan pengangguran, pendekatan link and match antara dunia pendidikan vokasi, seperti SMK, BLK, dan politeknik, dengan dunia industri juga terus diperkuat.

“Banyak yang bisa kita bagi. Dari kesehatan, kemiskinan, hingga pengembangan potensi wilayah. Semua ini bisa menjadi acuan agar daerah maju bersama,” ungkap Ahmad Luthfi.*

Berita Terkait

Perkuat Sinergi, Menko Polkam Satukan Langkah Pimpinan TNI-Polri dan Kejaksaan
Ancaman El Nino Meningkat, Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla
INTI Lantik Pengurus Baru, Hashim Djojohadikusumo Dorong Persatuan dan Kolaborasi Kebangsaan
Menko Polkam Tantang LPM Jadi Motor Pemberdayaan Masyarakat
Program MBG Didorong Lebih Transparan, DPP API Sampaikan 10 Rekomendasi ke BGN
Menko Polkam: Sinergi Semua Pihak Kunci Menjaga Indonesia Tetap Aman dari Terorisme
Wamenko Polkam Ajak Tinggalkan Politik Transaksional demi Demokrasi Berkualitas
Demi Generasi Emas, Menko Polkam Minta Seluruh Elemen Bangsa Perangi Narkotika

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:24 WIB

Perkuat Sinergi, Menko Polkam Satukan Langkah Pimpinan TNI-Polri dan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:02 WIB

Ancaman El Nino Meningkat, Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:06 WIB

INTI Lantik Pengurus Baru, Hashim Djojohadikusumo Dorong Persatuan dan Kolaborasi Kebangsaan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:54 WIB

Menko Polkam Tantang LPM Jadi Motor Pemberdayaan Masyarakat

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:01 WIB

Program MBG Didorong Lebih Transparan, DPP API Sampaikan 10 Rekomendasi ke BGN

Berita Terbaru