Sekda Jateng Minta BUMD dan BLUD Maksimalkan RBA untuk Tingkatkan PAD

- Reporter

Kamis, 5 Maret 2026 - 06:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Sekda Jawa Tengah Sumarno, berharap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui BUMD dan BLUD mampu mendongkrak kemandirian pendapatan daerah.

Hal itu disampaikan Sumarno saat membuka Pra Rapat Koordinasi Pendapatan Tahun 2026 , Penyusunan Rencana Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2027, di Lantai 4 Gedung B Kantor Bapenda Jateng, Rabu, 4 Maret 2026.

“Pak Gubernur punya harapan besar dari kemandirian ini yaitu kontribusi dari BUMD dan dari BULD,” ujar Sekda.

Mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin). Sumarno menjelaskan, dari segi instrumen, strata pengelolaan BUMD dan BLUD lebih maju dibandingkan OPD. Jika OPD paling rendah, BLUD berada di tengah-tengah dan tertinggi adalah BUMD.

Baca Juga :  Audiensi Strategis: Perum BULOG dan TNI Sepakati Perjanjian Kerjasama Penyerapan Gabah Beras

“BUMD ini tertinggi, karena konsepnya adalah bisnis. Sehingga kami berharap BUMD dan BLUD terus meningkatkan profesionalisme dalam mengembangkan BUMD dan BLUD sehingga berkembang dengan baik,” ujarnya.

Dia menegaskan, direksi BUMD telah menerima mandat dalam pengelolaan manajemen. Harapan besar terhadap BUMD dan BLUD karena kedua lembaga ini memiliki konsep dan instrumen yang sama. Dua- duanya memiliki Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA), dan memiliki dewan pengawas. Sedangkan di OPD tidak ada RBA.

“Konsepnya sudah jauh lebih profesional. Sehingga kami berharap bahwa pengelolaan yang lebih maju akan bisa berkontribusi untuk peningkatan PAD di Jawa Tengah,” tandasnya.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Mohamad Masrofi mengatakan, Bapenda sebagai koordinator pendapatan pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan sinergitas baik dengan pemerintah Kabupaten Kota maupun dengan OPD di lingkungan pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga :  Biskuit Kokola, Dukung UMKM Purworejo di HUT PO BUS Sumber Alam

“Kami menyadari bahwa untuk mencapai target pendapatan yang ditetapkan tahun anggaran 2026 masih diperlukan upaya dan kerja lebih keras,” ujarnya.

Terlebih, dengan adanya kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat yang menyebabkan perubahan asumsi digunakan untuk penentuan target pendapatan di tahun 2026.

Pihaknya tetap akan berupaya lebih kreatif dan inovatif dalam mendayagunakan menggunakan seluruh sarana-prasarana maupun sumber daya manusia yang ada di tahun yang ada.

“Di tahun 2027 diharapkan akan ada terobosan-terobosan baru dalam mencapai target pendapatan yang ditetapkan,”pungkas Masrofi.*

Berita Terkait

Kabar Gembira dari GMM, Penyerapan Tebu Petani Blora Tetap Aman Tahun Ini
BRI Semarang Salurkan KUR Rp5,63 T, Sektor Produktif Dominasi Pembiayaan
Luthfi Kawal Penerbitan HGB KITB demi Menarik Investasi dan Jaga Kepastian Hukum
BRI Purwodadi Gandeng Yayasan Lokal, Sisir Warga Terdampak Ekonomi untuk Bagikan Sembako
Menteri Ferry Sebut Jateng Terdepan Pembentukan Koperasi Berbadan Hukum
Semarang Tambah Pilihan Kuliner, The People’s Cafe dari ISMAYA Group Resmi Buka di Pollux Mall Paragon
Lonjakan Harga Plastik, Pemprov Jateng Gandeng Polisi Cegah Penimbunan
Akpol Dapat Bus Pendidikan dari BRI, Dorong Kualitas Taruna

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:20 WIB

Kabar Gembira dari GMM, Penyerapan Tebu Petani Blora Tetap Aman Tahun Ini

Rabu, 15 April 2026 - 12:57 WIB

BRI Semarang Salurkan KUR Rp5,63 T, Sektor Produktif Dominasi Pembiayaan

Rabu, 15 April 2026 - 12:20 WIB

Luthfi Kawal Penerbitan HGB KITB demi Menarik Investasi dan Jaga Kepastian Hukum

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

BRI Purwodadi Gandeng Yayasan Lokal, Sisir Warga Terdampak Ekonomi untuk Bagikan Sembako

Selasa, 14 April 2026 - 15:55 WIB

Menteri Ferry Sebut Jateng Terdepan Pembentukan Koperasi Berbadan Hukum

Berita Terbaru