Gubernur Luthfi Siapkan Tameng Asuransi Hadapi Ancaman Gagal Panen

- Reporter

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURAKARTA – Ancaman gagal panen akibat hujan ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Tengah mendorong langkah cepat pemerintah provinsi. Gubernur Ahmad Luthfi memerintahkan kepala daerah untuk segera mengajukan asuransi gagal panen guna meminimalkan dampak bencana terhadap produksi pangan.

Arahan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi dalam agenda “Komitmen Bersama Pencapaian Target Kinerja Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah 2026” di The Sunan Hotel, Kota Surakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

Menurut Ahmad Luthfi, cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah berdampak pada sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Kudus, Pati, dan Jepara. Banjir yang melanda wilayah tersebut turut menggenangi lahan pertanian dan berpotensi menyebabkan gagal panen.

Baca Juga :  Gus Yasin: Jangan Lalai, Polio Bisa Muncul Lagi Jika Imunisasi Turun

Gubernur meminta pemerintah kabupaten segera melaporkan luas lahan pertanian yang terdampak kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, guna proses pengajuan asuransi.

“Untuk Kudus, Pati, dan Jepara, saya minta segera diajukan terkait asuransi gagal panen,” kata Luthfi.

Dijelaskan, cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi merupakan risiko yang tidak dapat dihindari. Namun, dampaknya dapat diminimalkan melalui mitigasi yang baik dan kesiapsiagaan pemerintah daerah.

Gubernur juga menekankan pentingnya penguatan standar operasional prosedur (SOP) penanganan bencana di tingkat kabupaten/kota, termasuk kesiapan penetapan status darurat, pembentukan satuan tugas, penyediaan logistik, serta pemenuhan layanan dasar bagi masyarakat terdampak.

Baca Juga :  Sosialisasi Program MBG di Kragan Rembang, Dukung Generasi Sehat, Kuat dan Cerdas

Dalam kesempatan itu, Luthfi menegaskan pencapaian target ketahanan pangan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah provinsi secara mandiri, melainkan memerlukan kolaborasi seluruh kepala daerah.

“Tidak bisa dilakukan oleh gubernur seorang. Harus dengan dukungan para bupati dan wali kota,” ujarnya.

Kegiatan komitmen ketahanan pangan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mewujudkan swasembada pangan pada 2026, termasuk pencapaian target produksi padi sebesar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG).*

Berita Terkait

Pimpin ALTI Jateng, Sumarno Ingin Trail Run Dongkrak Pariwisata dan PAD
Berhasil Bangkit, 2.596 KPM PKH Klaten Resmi Graduasi dan Tinggalkan Bansos
PNM Raih Apresiasi Top Company in Ultra Micro Finance for Women Empowerment
Ahmad Luthfi Wujudkan Mimpi Hadi Miliki Rumah Layak Setelah 25 Tahun Menunggu
Ahmad Luthfi Serahkan BLT DBHCHT di Kudus, Ringankan Beban Buruh Industri Tembakau
Harganas 2026, Sekda Jateng Ajak Orang Tua Kendalikan Penggunaan Gadget Anak
Dharma Daycare DWP Jateng Resmi Dibuka, Lengkap dengan Edukasi dan Layanan Kesehatan
Dirut BULOG Sidak Pabrik PT KMR, Perintahkan Penarikan Seluruh Produk Minyakita yang Diindikasikan Berbau Solar

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:07 WIB

Pimpin ALTI Jateng, Sumarno Ingin Trail Run Dongkrak Pariwisata dan PAD

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:13 WIB

Berhasil Bangkit, 2.596 KPM PKH Klaten Resmi Graduasi dan Tinggalkan Bansos

Senin, 29 Juni 2026 - 18:19 WIB

Ahmad Luthfi Wujudkan Mimpi Hadi Miliki Rumah Layak Setelah 25 Tahun Menunggu

Senin, 29 Juni 2026 - 18:11 WIB

Ahmad Luthfi Serahkan BLT DBHCHT di Kudus, Ringankan Beban Buruh Industri Tembakau

Senin, 29 Juni 2026 - 15:25 WIB

Harganas 2026, Sekda Jateng Ajak Orang Tua Kendalikan Penggunaan Gadget Anak

Berita Terbaru