Pariwisata Jateng Melaju Tertinggi Nasional Berkat Aglomerasi dan Desa Wisata

- Reporter

Kamis, 8 Januari 2026 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui strategi pengembangan berbasis aglomerasi dan desa wisata, capaian pariwisata Jawa Tengah tercatat sebagai yang tertinggi secara nasional.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, pariwisata menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Penguatan dilakukan dengan memperbanyak dan memperkuat destinasi yang berbasis potensi lokal.

“Memang salah satu cara menaikkan PAD-APBD kita adalah dengan memperkuat dan memperbanyak sektor wisata,” ujar Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis, 8 Januari 2025.

Menurut Ahmad Luthfi, Jawa Tengah memiliki keunggulan komparatif melalui pengembangan kawasan aglomerasi pariwisata yang terintegrasi. Sejumlah kawasan unggulan seperti Kopeng, Borobudur, dan Rawapening, dikembangkan sebagai simpul destinasi yang saling terhubung.

Selain itu, Pemprov Jateng juga mengandalkan pengembangan desa wisata sebagai tulang punggung pemerataan ekonomi pariwisata. Saat ini, terdapat sekitar seribu desa wisata yang menjadi bagian dari ekosistem pariwisata daerah.

Baca Juga :  Ramadhan Fest DWP Jateng Hadirkan 52 Stand Produk Pangan dan Kuliner Ramadan

“Kita punya aglomerasi wisata Kopeng, Borobudur, dan Rawapening. Kita juga punya seribu desa wisata,” kata Ahmad Luthfi.

Dijelaskan, pengembangan desa wisata dilakukan secara bertahap dan berjenjang. Desa wisata yang semula berskala lokal didorong naik kelas menjadi destinasi antardaerah hingga internasional. Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota telah menetapkan desa wisata melalui surat keputusan kepala daerah sebagai dasar pembinaan.

“Para bupati dan wali kota sudah membuat SK untuk menunjuk desa wisata. Dari wisata lokal, bisa naik menjadi wisata antardaerah, bahkan internasional,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemprov Jateng juga mendorong diversifikasi produk pariwisata untuk memperluas segmentasi pasar. Selain wisata alam dan sejarah, pengembangan wisata kuliner, wisata budaya, serta wisata ramah muslim menjadi bagian dari strategi peningkatan daya saing.

“Kita dorong wisata kuliner, wisata budaya, dan wisata ramah muslim. Jawa Tengah ini strategis karena berada di tengah Pulau Jawa,” kata Gubernur.

Baca Juga :  GIIAS Semarang 2025: BYD Perkenalkan ATTO 1, Mobil Urban Praktis dan Terjangkau

Terkait wisata ramah muslim, Ahmad Luthfi menegaskan, pengembangannya telah masuk dalam visi dan misi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. “Ya, ramah muslim juga. Itu sudah visi-misi kita,” ujarnya.

Strategi tersebut sejalan dengan capaian kinerja pariwisata Jawa Tengah yang menunjukkan tren positif. Riset CNBC Indonesia Research mencatat daya tarik sektor pariwisata Jawa Tengah menempati peringkat teratas secara nasional dengan kontribusi pendapatan mencapai Rp 2,77 triliun sepanjang 2024.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Jawa Tengah pada 2024 mencapai 68,88 juta orang, meningkat 22 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara naik 28 persen menjadi 593.168 orang.

Sejumlah destinasi unggulan seperti Masjid Syeikh Zayed Surakarta, Kota Lama Semarang, Candi Prambanan, serta kawasan Borobudur dan Dieng masih menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.*

Berita Terkait

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau
Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot
Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027
Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci
Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia
GIIAS Semarang 2026, Pasar Otomotif dan PAD Jateng Berpeluang Tumbuh
Jepang Butuh Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Teruji
Jateng Tarik Investasi Tiongkok Rp4,55 Triliun, 213 Ribu Tenaga Kerja Terserap

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:15 WIB

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau

Senin, 28 September 2026 - 16:14 WIB

Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot

Minggu, 27 September 2026 - 23:03 WIB

Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027

Kamis, 24 September 2026 - 17:29 WIB

Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci

Selasa, 22 September 2026 - 21:42 WIB

Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia

Berita Terbaru