Kolaborasi Jadi Kunci, Luhut Apresiasi Strategi Pembangunan Gubernur Luthfi

- Reporter

Jumat, 12 Desember 2025 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi prinsip kolaborasi dan kerja sama yang digagas Tengah Ahmad Luthfi dalam membangun wilayah. Terutama terkait menumbuhkan perekonomian dan meningkatkan investasi di tengah kondisi ketidakpastian global.

Menurut Luhut, dunia saat ini masih dilingkupi dengan ketidakpastian dan perang tarif. Untuk itu kita tidak perlu menambah permasalahan. Apa yang sudah dilakukan Kota Surakarta dan Provinsi Jawa Tengah sudah bagus, dengan mengidentifikasi permasalahan kemudian mencari solusi untuk pembangunan. Jawa Tengah juga menjadi magnet bagi investor. Semua senang berinvestasi di sini.

“Jawa Tengah punya masa depan luar biasa. Jawa Tengah punya semua potensi. Ada universitas-universitas yang bagus, nanti tinggal ditemani oleh Pak Gubernur. Supaya keputusan yang dibuat oleh gubernur, wali kota, dan bupati, yang jumlahnya 35 itu, basisnya adalah studi,” kata Luhut pada Solo Investment Forum 2025, di Grand Keraton Ballroom Swiss-Belinn, Kota Surakarta, Jumat, 12 Desember 2025.

Menurutnya, salah satu kelemahan yang sering terjadi adalah tidak adanya studi dalam membuat kebijakan atau keputusan. Padahal setiap pemimpin tidak selalu mengerti semua. Bagi Luhut, kesalahan seorang pemimpin adalah merasa ia tahu semua.

Baca Juga :  Mudik Lebaran Lebih Mudah Berkat Layanan Kereta Gratis dari Pemprov Jateng

Dikatakan, komunikasi dan kolaborasi menjadi sangat penting seperti apa yang disampaikan Gubernur Ahmad Luthfi.

“Ini memerlukan team work yang kuat seperti Pak Gubernur sampaikan tadi. Saya lihat Beliau ini memang paten. Tentu tidak ada manusia yang sempurna, tetapi Beliau bisa membentuk kerja sama tim. Itu penting,” jelas Luhut.

Menanggapi hal itu, Ahmad Luthfi mengatakan, memang collaborative government itu perlu. Jadi provinsi dan kabupaten/kota tidak bisa berdiri sendiri, harus bersama-sama. Di antaranya jika itu menyangkut sumber daya manusia dan pengembangan wilayah adalah universitas.

“Ia punya kajian-kajian, punya sumber daya manusia. Contoh misalkan, untuk mengembangkan desalinasi, serapan air tanah di tempat kita itu kan tinggi sekali. Maka kita ke depankan Undip bikin terobosan air payau, air laut, itu bisa kita ubah menjadi air tawar,” jelasnya.

Keterlibatan akademisi dari seluruh perguruan tinggi penting untuk membangun wilayah di seluruh sektor. Sejauh ini sudah ada 88 rektor perguruan tinggi yang menjalin kerja sama dengan Pemprov Jateng dalam berbagai bidang. Kerja sama itu akan terus ditingkatkan agar seluruh potensi digunakan secara maksimal.

Baca Juga :  Ini Dia Pemenang Sayembara Kaos Marimas Tahun 1995 yang Dapat Hadiah Uang Rp 30 Juta

“Ke depan, anak-anak kita, mahasiswa harus siap kerja. Artinya mengoneksikan perguruan tinggi agar bisa ditampung di investasi yang kita jaminkan. Inilah yang menjembatani antara kampus dengan Pemprov kepada investasi di tempat kita. Tanpa ada hubungan kausalitas, nanti akan terputus komunikasinya. Sehingga sumber daya manusia kita tidak tersalurkan,” katanya.

Ahmad Luthfi menegaskan, gotong royong, kebersamaan, kolaborasi, dan kerja sama tim, menjadi nafas yang dimiliki Jawa Tengah. Hal itu diimplementasikan dalam setiap sektor. Misalnya dalam investasi dan menumbuhkembangkan ekonomi di Jawa Tengah.

Tercatat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah triwulan III-2025 sebesar 5,37% yang ditopang oleh investasi sebesar 85% dan pendapatan asli daerah (PAD) sebanyak 15%. Realisasi investasi Jawa Tengah periode Januari-September 2025 sebanyak Rp66,13 triliun dan masih mungkin bertambah sampai akhir tahun ini. Sementara serapan tenaga kerja mencapai 326 ribu orang.

“Nafas kita yaitu gotong royong, together we can, bersama-sama kita bisa. Agar ekonomi kita berdaya guna, kita harus menggerakkan seluruh potensi masyarakat, untuk berkolaborasi dan berintegrasi dengan pemerintah pusat, serta aglomerasi ekonomi,” katanya.*

Berita Terkait

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau
Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot
Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027
Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci
Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia
GIIAS Semarang 2026, Pasar Otomotif dan PAD Jateng Berpeluang Tumbuh
Jepang Butuh Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Teruji
Jateng Tarik Investasi Tiongkok Rp4,55 Triliun, 213 Ribu Tenaga Kerja Terserap

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:15 WIB

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau

Senin, 28 September 2026 - 16:14 WIB

Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot

Minggu, 27 September 2026 - 23:03 WIB

Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027

Kamis, 24 September 2026 - 17:29 WIB

Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci

Selasa, 22 September 2026 - 21:42 WIB

Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia

Berita Terbaru