Pemprov Jateng-Kedubes Inggris Percepat Proyek Dry Port dan Kawasan TOD

- Reporter

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Inggris untuk mempercepat pembangunan infrastruktur logistik, transportasi publik, dan pengembangan kawasan berorientasi transit (KBT/TOD).

Pernyataan itu disampaikan usai menerima Delegasi Kedutaan Besar Inggris dan tim Techne Praxis International di Semarang, Jumat, 5 Desember 2025. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut langsung dari pembahasan Gubernur dengan Duta Besar Inggris pada Oktober lalu.

Ahmad Luthfi mengatakan, Inggris sebagai mitra strategis yang tepat dalam mengakselerasi pembangunan Jawa Tengah, terutama di sektor logistik dan konektivitas antarkawasan.

“Untuk pengembangan Jawa Tengah, apalagi ini PMA, kita harus melihat secara holistik. Kenapa saya tertarik dengan Inggris? Karena di antara perang dagang, kami mencari negara yang netral. Maka Inggris ini tepat untuk kita eksplorasi, terutama terkait pembangunan dry port,” ujarnya dalam audiensi.

Ia menilai, kebutuhan logistik dan mobilitas manusia di Jateng, akan meningkat tajam seiring semakin banyaknya kawasan ekonomi yang mulai beroperasi.

“Satu tahun ke depan, infrastruktur logistik maupun orang harus segera siap, karena kawasan ekonomi kami sudah banyak yang operasional,” kata Ahmad Luthfi.

Ia meminta agar proses tindak lanjut bersama Kedubes Inggris dipercepat.

“Saran saya, segera kita jemput bola. Kalau perlu, besok investor Inggris ketemu saya. Saya sudah berdiskusi dengan Mas AHY (Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan), dan menteri lainnya. Sayang kalau kita tidak cepat. Investasi di Jateng perkembangannya besar sekali,” tegasnya.

Ia menambahkan, pertemuan lanjutan dengan perwakilan Kedubes Inggris ini semakin menguatkan keyakinannya terhadap potensi kolaborasi kedua pihak.

Baca Juga :  Warga Jateng Bikin Delegasi Jepang Betah dan Terkesan

“Saya sudah ketemu Dubes, dan makin tertarik dengan Inggris. Makanya saya ingin lebih cepat. Kami minta tolong Kedutaan untuk menjembatani,” ujarnya.

Selain urusan logistik, Ahmad Luthfi menyambut baik dukungan Inggris dan Techne Praxis dalam pengembangan TOD di Semarang dan Kendal.

“Termasuk yang KBT ini, saya senang sekali dan kita dukung penuh. Sudah saya tunggu,” katanya.

Director of Strategic Planning and Economics Techne Praxis International, Iqbal Maulana Achmad, menyampaikan, kerja sama melalui program UK PACT terus diperkuat, terutama dalam pengembangan transportasi publik dan integrasi kawasan Semarang–Batang.

“Hari ini Pemerintah Inggris bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, dalam mendukung program UK PACT. Salah satu fokusnya adalah transportasi publik, termasuk dari Semarang menuju Batang. Dukungan ini selaras dengan perkembangan di KEK Batang,” jelas Iqbal.

Ia juga menekankan pengembangan TOD atau KBT, telah menjadi elemen penting dalam kolaborasi tersebut.

“Program ini mendukung pertumbuhan kawasan perkotaan melalui TOD. Kami diterima dengan sangat baik oleh Gubernur, dan beliau berharap Inggris terus mendorong pembangunan di Jawa Tengah,” tuturnya.

Menurut Iqbal, Techne Praxis tidak hanya melakukan kajian teknis, tetapi juga mempertemukan para pemangku kepentingan lintas sektor.

“Kami melanjutkan program ini melalui kajian dan dengan mempertemukan stakeholder kunci, pemerintah pusat, daerah, dan BUMN seperti KAI. Harapannya, proses pengembangan di Kedungsepur semakin cepat untuk mendukung akselerasi ekonomi,” ujarnya.

Ditambahkan, akselerasi diperlukan mengingat pertumbuhan ekonomi yang cepat di kawasan seperti Batang.

“Melalui program ini, kami mendorong kesiapan infrastruktur dan logistik, agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan optimal oleh masyarakat Jawa Tengah,” kata Iqbal.

Baca Juga :  335 Ribu Anak di Jateng Belum Sekolah, Waka DPRD Jateng Dorong Perluasan Program PJJ

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arif Djatmiko, menuturkan, pengembangan dry port dan juga KBT/TOD ini dipercepat karena kebutuhan angkutan barang yang meningkat.

“Ada 12 juta kontainer di Jawa Tengah, namun hanya 7 juta yang tertampung di Jawa Tengah. Sisanya keluar semua ke luar Jawa Tengah. Nantinya kalau Pelabuhan Tanjung Mas ditingkatkan, dry port dikembangkan, dan sistem kereta api dibuat loop, seluruh Jawa Tengah akan tersentral ke Semarang dan KIT Batang melalui jaringan kereta loop tadi,” jelasnya.

Kebutuhan Strategis Jawa Tengah Terkait TOD/KBT memiliki tantangan di kawasan Kedungsepur. Di antaranya Urban sprawl tinggi, 75% penduduk tinggal di luar kota inti.

Kemudian Dominasi kendaraan pribadi 93%, sementara akses angkutan umum hanya 16,1%. Selain itu Koridor Semarang-Kendal-Weleri mengalami peningkatan kepadatan 8% per tahun, sehingga intervensi berbasis TOD/KBT menjadi kebutuhan mendesak.

Pada pertemuan tersebut, hadir delegasi Kedubes Inggris dan Techne Praxis, di antaranya Maria Renny dari Cities & Transport Lead, UK PACT Programme Manager, British Embassy Jakarta, Melissa Kusuma, Central Java & Yogyakarta Outreach Manager, British Embassy Jakarta.

Kemudian Caesar Rollando dari pihak Low Carbon Transport Sectoral Lead, UK PACT Fund Associate, Palladium. Selain itu juga hadir Padraic Kelly, Senior Director, Techne Praxis International, Puspita Galih Resi, Managing Director, Techne Praxis International serta Rahadi Marsito, Director of Real Estate Advisory and Portfolio Management, Techne Praxis International.*

Berita Terkait

Taj Yasin: Tradisi Keilmuan Watucongol Harus Terus Diteruskan
Kisah Ngadiyanto di Tengah Rob: Rumah Apung Hadir, Harapan Kembali Tumbuh
335 Ribu Anak di Jateng Belum Sekolah, Waka DPRD Jateng Dorong Perluasan Program PJJ
Taj Yasin Apresiasi RSB Jepara, Dorong Kesehatan dan Zakat Berkelanjutan
Wakil Ketua DPRD Jateng Dukung PAUD Berkualitas sebagai Fondasi Generasi Emas
Pidato Presiden Jadi Pengingat, Ahmad Luthfi Tekankan Kerja Nyata untuk Rakyat
Lulus PKN, 45 Pemimpin Jateng Didorong Terapkan Inovasi di Instansi
Harga Pertamax Turun, Legislator Gerindra Jateng Minta Evaluasi Kebijakan WFH ASN

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Taj Yasin: Tradisi Keilmuan Watucongol Harus Terus Diteruskan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:53 WIB

Kisah Ngadiyanto di Tengah Rob: Rumah Apung Hadir, Harapan Kembali Tumbuh

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:28 WIB

Taj Yasin Apresiasi RSB Jepara, Dorong Kesehatan dan Zakat Berkelanjutan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Wakil Ketua DPRD Jateng Dukung PAUD Berkualitas sebagai Fondasi Generasi Emas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:45 WIB

Pidato Presiden Jadi Pengingat, Ahmad Luthfi Tekankan Kerja Nyata untuk Rakyat

Berita Terbaru