Banjir Ganggu Pantura, Luthfi: Kaligawe Harus Kering Total!

- Reporter

Kamis, 30 Oktober 2025 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Genangan banjir di Kaligawe Semarang wajib kering. Gubernur Ahmad Luthfi terang-terangan mengatakan “Kaligawe kudu asat (Kaligawe harus kering)” di hadapan Dirjen Kementerian PUPR.

Bahkan Ahmad Luthfi berinisiatif bakal menurunkan prajurit TNI untuk mengeruk sedimentasi hingga kurangi genangan. Ia mengaku tak masalah jika harus mencangkul jika Balai di Kementerian tak segera mengeringkan wilayah Terboyo.

“Pokoke Kaligawe kudu asat. Kalau masih berkutat diskusi soal konstruksi, sementara masyarakat sudah teriak maka ndak ada gunanya. Tambahi lagi pompanya,” tandas Ahmad Luthfi saat Kolam Retensi Terboyo, Semarang pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Analisanya, keringnya Kaligawe bakal menjadi pintu masuk penanganan banjir lebih jauh. Wilayah Kaligawe yang terendam banjir sudah mengganggu permukiman warga hingga jalur pantura.

Pengecekan ini untuk memastikan percepatan pengerukan dan pembangunan sistem pengendalian banjir di wilayah Semarang-Demak.

Baca Juga :  Produksi Naik, Jateng Pamer Kekuatan Pertanian di Anugerah Insan Pertanian 2025

Ia meminta agar air yang masih menggenang di sejumlah titik diminta segara dialirkan ke laut. Caranya dengan mengotimalisasi pompa air.

“Jadi, pakai pompa sebanyak-banyaknya sehingga jalan lancar kembali, dan masyarakat tidak terendam,” kata Ahmad Luthfi disela tinjauan.

Untuk mempercepat penyurutan air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana telah mengoperasikan 38 unit pompa, terdiri dari 7 unit pompa eksisting (kapasitas 14 m³/detik), 3 unit floating pump (6 m³/detik), dan 28 unit mobile pump (10,36 m³/detik).

Total kapasitas pompa yang kini bekerja di empat titik utama, Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru, mencapai 30.360 liter per detik.

Selain itu, dilakukan operasi modifikasi cuaca yang telah dilakukan dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah juga melakukan evakuasi warga terdampak di kawasan Kaligawe yang ketinggian airnya mencapai sekitar 90 sentimeter.

Baca Juga :  Relokasi 900 Rumah Dikebut, Terbanyak di Kabupaten Tegal

Sementara itu, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU, Dwi Purwantoro, memastikan pihaknya siap mendukung penuh langkah percepatan yang dilakukan Pemprov Jateng. Ia mengatakan, pihaknya segera menindaklanjuti permintaan Gubernur untuk pelebaran saluran dan penambahan pompa.

“Ya, kita tindak lanjuti. Tadi kan diminta diperlebar. Nanti kita koordinasi. Kalau pompanya, kita siapkan, yang penting Kaligawe itu harus segera surut, masuk ke sini (kolam retensi Terboyo), dari sini buang ke Babon. Itu akan mempercepat jalan nasionalnya,” jelas Dwi.

Menurutnya, BBWS Pemali Juana dan BBPJN Jateng-DIY sudah berkoordinasi untuk mengintegrasikan pekerjaan pompa, kolam retensi, dan sistem drainase agar penanganan banjir lebih efektif.*

Berita Terkait

Naik Vespa, Gus Yasin Tempuh 30 Km Hadiri Halalbihalal Warga Genuk
Peluang Kerja Terbuka, Jateng Latih Pemandu Wisata Gunung Profesional
Heri Pudyatmoko: Pemberdayaan Perempuan Kunci Utama Ketahanan Keluarga
Dukung Keberlangsungan Pembangunan, Waka DPRD Jateng Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas
Kepengurusan Baru KAI Jateng Siap Jawab Tantangan Zaman
Heri Pudyatmoko Dorong Pelestarian Media Tradisional sebagai Sarana Edukasi Masyarakat
Gus Yasin Dorong Alumni Alste Sumbang Gagasan Strategis untuk Jateng
JQH Jateng Dukung Sukses Pelaksanaan dan Prestasi MTQ Nasional XXXI

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 20:55 WIB

Naik Vespa, Gus Yasin Tempuh 30 Km Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

Minggu, 19 April 2026 - 17:25 WIB

Peluang Kerja Terbuka, Jateng Latih Pemandu Wisata Gunung Profesional

Minggu, 19 April 2026 - 15:57 WIB

Heri Pudyatmoko: Pemberdayaan Perempuan Kunci Utama Ketahanan Keluarga

Minggu, 19 April 2026 - 14:25 WIB

Kepengurusan Baru KAI Jateng Siap Jawab Tantangan Zaman

Minggu, 19 April 2026 - 09:54 WIB

Heri Pudyatmoko Dorong Pelestarian Media Tradisional sebagai Sarana Edukasi Masyarakat

Berita Terbaru