Tak Sekadar Ajang Olahraga, Porprov Jateng 2026 Diharapkan Gerakkan Ekonomi Daerah

- Reporter

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen berharap penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII Tahun 2026 mampu menggerakkan ekonomi di lima kabupaten/kota kawasan Semarang Raya.

Ribuan atlet, ofisial, dan perangkat pertandingan yang terlibat menjadi potensi pasar bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Taj Yasin, yang juga Ketua Umum PB Porprov Jateng, mengatakan penyebaran atlet dan ofisial di lima daerah penyelenggara diharapkan membuat perputaran ekonomi tidak hanya terpusat di Kota Semarang sebagai lokasi pembukaan, tetapi juga menjangkau daerah lain yang menjadi tuan rumah pertandingan.

“Artinya, perputaran ekonomi kita berharap dengan penempatan atlet-atlet yang tersebar di lima kabupaten kota ini bisa menunjang ekonominya,” kata tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu dalam konferensi pers di Co Working Space, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu, 21 Oktober 2026.

Porprov XVII berlangsung pada 20–30 Oktober 2026. Dibuka 25 Oktober di GOR Jatidiri Semarang, dengan melibatkan 7.993 atlet dan 1.910 ofisial. Sebanyak 58 cabang olahraga dengan 810 nomor pertandingan digelar di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, dan Kota Salatiga. Penyelenggaraan ajang ini juga didukung 3.571 perangkat pertandingan.

Kebutuhan akomodasi ribuan peserta turut membuka peluang bagi sektor perhotelan. Panitia mencatat pemanfaatan 106 hotel dan penginapan di lima daerah, terdiri atas 42 hotel di Kota Semarang, 25 di Kendal, 18 di Salatiga, 13 di Kabupaten Semarang, dan delapan di Demak.

Baca Juga :  Bazar UMKM 35 Provinsi Meriahkan MTQ Nasional XXXI di Semarang

Selain akomodasi, Pemprov Jateng juga berupaya memperluas peluang usaha bagi UMKM lokal. Taj Yasin mengatakan, pelaku UMKM diajak terlibat dalam rangkaian pembukaan dan penutupan Porprov serta memanfaatkan keramaian di berbagai venue pertandingan.

“Kami juga mengajak para pelaku UMKM untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang sudah kita umumkan, mana venue-venue yang ada di pertandingan atau penyelenggaraan selama Porprov ini,” ujarnya.

Potensi keramaian juga terlihat menjelang pembukaan Porprov di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, pada Minggu, 25 Oktober 2026. Sebanyak 3.500 slot tiket gratis bagi masyarakat dilaporkan habis pada hari pertama dibuka.

Pembukaan tersebut akan dimeriahkan sejumlah penampil, di antaranya Ndar Boy, Pertelon Koplo, dan Mikhayla. Kehadiran mereka diharapkan menarik kunjungan masyarakat sekaligus membuka peluang tambahan transaksi bagi pedagang dan pelaku usaha di sekitar lokasi.

“Dengan adanya kerumunan yang banyak itu tentu akan menambah perputaran ekonomi yang ada di Jawa Tengah,” kata Taj Yasin.

Di luar dampak ekonomi, Porprov XVII juga menjadi ajang penjaringan atlet potensial untuk memperkuat kontingen Jawa Tengah menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Taj Yasin berharap kompetisi ini melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Baca Juga :  PKK Jateng Bangun Budaya Kerja Berbasis Data dan Dorong Kader Aktif Publikasi

“Porprov ini akan mengantarkan para atlet kita untuk ke jenjang yang lebih tinggi. Syukur alhamdulillah di tahun ini para atlet kita juga banyak menorehkan medali emas, medali perak, medali perunggu yang kemarin sudah dibuktikan dalam ajang Asian Games,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum I PB Porprov Jateng Urip Sihabudin mengatakan, panitia telah berkoordinasi dengan sub-PB Porprov di lima kabupaten/kota untuk mengantisipasi kendala nonteknis selama pertandingan, terutama dampak cuaca buruk di venue terbuka.

Setiap daerah diminta menyiapkan skenario penanganan apabila terjadi gangguan, seperti hujan dan angin kencang. Pengalaman penyelenggaraan pertandingan sebelumnya, termasuk cabang panahan yang menghadapi kendala cuaca, menjadi bahan evaluasi untuk meminimalkan gangguan selama kompetisi.

Terkait dampak ekonomi, Urip mengatakan PB Porprov akan melakukan penghitungan bersama instansi terkait untuk mengetahui manfaat riil penyelenggaraan ajang tersebut bagi masyarakat.

“Dampak ekonomi tentu akan kita hitung. Kita akan menghitung dampak ekonomi riil nanti untuk masyarakat kira-kira berapa dengan melibatkan instansi terkait,” katanya.

Rangkaian pembukaan Porprov juga akan diawali dengan prosesi api abadi Mrapen dari Kabupaten Grobogan pada 24 Oktober. Api tersebut dijadwalkan dibawa berkeliling ke empat daerah sebelum tiba di Kota Semarang pada 25 Oktober untuk menjadi bagian dari seremoni pembukaan.***

Berita Terkait

Santri Mantu Satukan 62 Pasangan, Taj Yasin Tekankan Ketahanan Keluarga
Tekan Abrasi dan Rob, Hybrid Sea Wall Dibangun di Pesisir Sayung
Taj Yasin Soroti Data Bansos di Pemalang, Warga Mampu Diminta Tak Lagi Menerima
Jenguk Orang Tua Aqib, Wagub Jateng Tekankan Keterbukaan dalam Penanganan Kasus
Angin Kencang Hambat Pemadaman Karhutla Lawu, Ahmad Luthfi Kerahkan Dukungan Udara
Ahmad Luthfi Minta KDMP Jateng Jual Pangan Murah dan Serap Hasil Panen Petani
Tak Lagi Berjuang Sendiri, Warga Kendalrejo Dapat Dukungan Rumah hingga Usaha
Ahmad Luthfi Pulihkan Hak Petani Pagilaran, 1.947 Sertifikat Tanah Siap Dikembalikan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Tak Sekadar Ajang Olahraga, Porprov Jateng 2026 Diharapkan Gerakkan Ekonomi Daerah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Santri Mantu Satukan 62 Pasangan, Taj Yasin Tekankan Ketahanan Keluarga

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:56 WIB

Tekan Abrasi dan Rob, Hybrid Sea Wall Dibangun di Pesisir Sayung

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Jenguk Orang Tua Aqib, Wagub Jateng Tekankan Keterbukaan dalam Penanganan Kasus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Angin Kencang Hambat Pemadaman Karhutla Lawu, Ahmad Luthfi Kerahkan Dukungan Udara

Berita Terbaru