Santri Mantu Satukan 62 Pasangan, Taj Yasin Tekankan Ketahanan Keluarga

- Reporter

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Suasana haru dan bahagia mewarnai pelaksanaan Santri Mantu atau Nikah Akbar, di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Rabu, 21 Oktober 2026.

Sebanyak 62 pasangan mengikuti prosesi pernikahan yang digelar melalui kolaborasi pemerintah, lembaga keagamaan, yayasan, dan sektor perbankan tersebut.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang tidak hanya membantu pasangan melangsungkan pernikahan. Tetapi juga memberikan dukungan untuk kehidupan setelah berumah tangga.

“Kolaborasi ini sangat bisa kita rasakan. Mulai dari persiapan pernikahan, setelah pernikahan ada honeymoon, sampai dipikirkan juga modalnya untuk mereka setelah menikah,” ujar Taj Yasin.

Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi keterbatasan untuk melangsungkan pernikahan. Dia berharap, kolaborasi serupa terus dilanjutkan sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga dan membantu masyarakat membangun rumah tangga yang sah secara agama maupun hukum negara.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI, Romo HR Muhammad Syafii menjelaskan, program Nikah Akbar merupakan hasil kerja sama Yayasan Mutiara Al-Fatah, Rabitah Al-Islamiyah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan sejumlah pihak lainnya.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Apresiasi TNI Dukung Petani dengan Pompa Hidram Banyumas

Program yang sebelumnya dikenal sebagai nikah massal itu, lanjut Wamen, memberikan kemudahan administrasi pernikahan, termasuk akses dokumen kependudukan bagi anak-anak yang dilahirkan dari pernikahan tersebut.

Selain membantu proses pernikahan, peserta juga mendapatkan dukungan awal berupa modal usaha untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga. Setelah dilaksanakan di Jakarta dan Bogor, program tersebut digelar di Jawa Tengah dan direncanakan berlanjut ke Maluku dengan target 500 pasangan.

Melalui program Santri Mantu, dia berharap semakin banyak masyarakat memperoleh kemudahan menikah secara sah. Sekaligus membangun keluarga yang harmonis dan mandiri secara ekonomi.

Pelaksanaan akad nikah dilangsungkan pada 62 meja, lengkap dengan penghulu, saksi dan wali nikah.

Kebahagiaan dirasakan Galang, peserta Santri Mantu asal Sumenep, yang menikahi Aprilia, warga Kota Semarang. Seusai melaksanakan akad nikah dan menerima kartu nikah, Galang tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Matanya berkaca-kaca karena bahagia akhirnya resmi menjadi suami istri.

Kebahagiaan Galang semakin lengkap karena meja akad nomor 004 yang ditempatinya mendapat kesempatan disaksikan langsung oleh Taj Yasin. Wagub yang akrab disapa Gus Yasin itu juga berkenan memimpin doa bagi pasangan tersebut.

Baca Juga :  DPR dan BGN Sosialisasi MBG di Desa Sriwedari Magelang, Dorong Peningkatkan Gizi Anak dan Cegah Stunting

Galang mengucapkan ijab kabul dengan mahar berupa emas tiga gram dan uang tunai Rp 2.100.000.

“Alhamdulillah, senang sekali. Harapannya, bisa pergi umrah dengan istri tercinta, melanjutkan ibadah sampai tua,” kata Galang, didampingi Aprilia.

Kebahagiaan serupa diungkapkan Dila, 24, warga Semarang, yang menikah dengan calon suaminya asal Demak. Dia mengaku bangga mendapat kesempatan melaksanakan akad nikah di Masjid Agung Jawa Tengah.

Dila menceritakan, keikutsertaannya berawal dari ajakan calon suaminya yang semula dikira hanya bercanda. Setelah kedua keluarga bertemu dan membicarakan rencana pernikahan, mereka akhirnya mendaftarkan diri melalui Kantor Urusan Agama (KUA). Informasi program tersebut diperolehnya dari Kementerian Agama Boyolali.

“Harapannya, semoga saya dan peserta lainnya menempuh hidup yang sakinah, mawaddah, warahmah sampai tua dan tetap semangat menjalani hidup ke depannya,” tuturnya.

Peserta lainnya, Desy, 43, warga Kota Semarang, juga mengaku antusias mengikuti program tersebut. Dia mendapatkan informasi Santri Mantu dari ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya. Bersama calon suaminya, Desy kemudian memutuskan mendaftarkan diri untuk mengikuti pernikahan akbar tersebut.*

Berita Terkait

Tekan Abrasi dan Rob, Hybrid Sea Wall Dibangun di Pesisir Sayung
Taj Yasin Soroti Data Bansos di Pemalang, Warga Mampu Diminta Tak Lagi Menerima
Jenguk Orang Tua Aqib, Wagub Jateng Tekankan Keterbukaan dalam Penanganan Kasus
Angin Kencang Hambat Pemadaman Karhutla Lawu, Ahmad Luthfi Kerahkan Dukungan Udara
Ahmad Luthfi Minta KDMP Jateng Jual Pangan Murah dan Serap Hasil Panen Petani
Tak Lagi Berjuang Sendiri, Warga Kendalrejo Dapat Dukungan Rumah hingga Usaha
Ahmad Luthfi Pulihkan Hak Petani Pagilaran, 1.947 Sertifikat Tanah Siap Dikembalikan
Ahmad Luthfi Sambut Pangdam Baru, Sinergi TNI dan Pemprov Jateng Diperkuat

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Santri Mantu Satukan 62 Pasangan, Taj Yasin Tekankan Ketahanan Keluarga

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:56 WIB

Tekan Abrasi dan Rob, Hybrid Sea Wall Dibangun di Pesisir Sayung

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Taj Yasin Soroti Data Bansos di Pemalang, Warga Mampu Diminta Tak Lagi Menerima

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Angin Kencang Hambat Pemadaman Karhutla Lawu, Ahmad Luthfi Kerahkan Dukungan Udara

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Ahmad Luthfi Minta KDMP Jateng Jual Pangan Murah dan Serap Hasil Panen Petani

Berita Terbaru