Wagub Taj Yasin Teguhkan Gerakan Shalawat di Jawa Tengah

- Reporter

Senin, 9 Februari 2026 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Majelis shalawatan yang sering digemakan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, dianggap menjadi inspirasi gerakan shalawat yang menjadi kebutuhan umat Islam di Jawa Tengah.

“Saya melihat Gus Yasin ini menjadi penggerak, motor dari gema shalawat di Jawa Tengah, sebagaimana digelorakan Mbah Maemoen (Mbah Maimoen Zubaer) ,” kata tokoh PPP Jawa Tengah, Masruhan Samsurie, saat memberikan sambutan pada Al Ikhlas Bersholawat bersama Al Habib Anis Bin Idrus Syahab, dalam rangka Harlah PPP ke -53, di Desa Tengaran, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu malam, 9 Februari 2026.

Menurutnya, gema shalawat yang digerakkan Gus Yasin ini sangat bermanfaat. Karena, shawalat adalah penyangga utama gerakan moral hidup yang lebih baik dan berkah.

Baca Juga :  PKL Semarang Apresiasi Peran TNI dalam Mengayomi dan Menjaga Keamanan

Selagi Indonesia ada shalawat, lanjutnya, harapan hidup yang lebih baik akan terwujud.

“Shalawat adalah kebutuhan umat, dalam menghadapi tantangan, semua amal lebih baik dan sempurna kalau mengumandangan shalawat,” katanya.

Gus Yasin dalam sambutannya, mengajak masyarakat Jawa Tengah agar mendekatkan diri kepada Allah SWT, melalui shalawat. Terlebih, doa di alam terbuka, sudah diajarkan oleh para nabi, sebelum Nabi Muhammad SAW.

“Nabi Musa SAW pernah melakukan doa bersama-sama dengan umatnya, di alam terbuka, saat menghadapi kesulitan karena kemarau yang panjang,” bebernya.

Melalui doa bersama di alam terbuka, Nabi Musa mengajak umatnya bertaubat agar diampuni dari kesalahan. Sehingga Allah pun mengabulkan doa Musa dan kaumnya, dengan hujan yang dipenuhi berkah.

Baca Juga :  Banjir Plumbon Ditangani Terpadu, Huntara dan Normalisasi Sungai Disiapkan

Kisah tersebut, lanjutnya, dapat menjadi refleksi bagi umat di Indonesia yang saat ini banyak ditimpa bencana. Dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, doa dipanjatkan agar marabahaya segera diangkat oleh Allah SWT dari bumi Indonesia.

“Segala bentuk upaya untuk penanganan dan mitigasi bencana sudah dilakukan. Namun Allah yang menjadi penentunya. Lewat ajaran Nabi Musa untuk mendekat kepada Allah dengan doa bersama, semoga tercapai kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik,” urainya.

Shalawat bersama Habib Anis Bin Idrus Syahab dari Jakarta tersebut, berlangsung sekitar tiga jam. Kendati diselingi gerimis, tidak menyurutkan antusiasme masyarakat.

Shalawat pun bergema di tengah lapangan Desa Tengaran, dengan puluhan irama, diiringi grup hadroh Baitul Musthofa.*

Berita Terkait

Antisipasi Banjir dan Longsor, PKK Jateng Latih Kader Tanggap Bencana
Bakti TNI AD untuk Rakyat, Ahmad Luthfi Resmikan Pembangunan Infrastruktur dan Rumah Layak Huni
Demi Keselamatan Pengendara, Jalur Penyelamat Kalijambe Dikebut hingga Akhir Tahun
Jateng Raih Peringkat Dua Nasional, Taj Yasin Genjot Wisata Ramah Muslim
Jumlah Perajin Menyusut, Nawal Yasin Ajak Anak Muda Lestarikan Batik
Peduli Warga Terdampak Kekeringan, BRI Purwodadi Distribusikan Bantuan Air Bersih
Kabar Dugaan OTT Bupati Klaten, Ahmad Luthfi Belum Tentukan Langkah Pemprov
Ahmad Luthfi Dorong Kampus Terlibat Langsung dalam Pengentasan Kemiskinan Jateng

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Antisipasi Banjir dan Longsor, PKK Jateng Latih Kader Tanggap Bencana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bakti TNI AD untuk Rakyat, Ahmad Luthfi Resmikan Pembangunan Infrastruktur dan Rumah Layak Huni

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Demi Keselamatan Pengendara, Jalur Penyelamat Kalijambe Dikebut hingga Akhir Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Jateng Raih Peringkat Dua Nasional, Taj Yasin Genjot Wisata Ramah Muslim

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Jumlah Perajin Menyusut, Nawal Yasin Ajak Anak Muda Lestarikan Batik

Berita Terbaru