TPS Kuripan Disiapkan Jadi Pusat Pengolahan Sampah Pasar se-Kota Pekalongan

- Reporter

Jumat, 1 Agustus 2025 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKALONGAN – Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS-3R), yang berlokasi di Kelurahan Kuripan, disiapkan untuk menjadi titik sentral pengelolaan sampah dari seluruh pasar di Kota Pekalongan. Skema tersebut diterapkan untuk menggantikan peran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Degayu yang akan ditutup pada Desember 2025.

Informasi itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM), Supriono, saat ditemui di kantornya, Kamis (31/7/2025).

“Untuk pengelolaan sampah pasar terutama di Pasar Banjarsari, kita tidak menggunakan tempat penampungan sementara. Ketika sampah sudah penuh, langsung kita angkut ke TPS-3R Kuripan yang sudah kami usulkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” ujarnya.

 

Menurutnya, TPS-3R dipilih karena terletak tidak jauh dari Pasar Kuripan. Saat ini, lahan sudah disediakan. Pihaknya hanya menunggu pengadaan mesin dan konstruksi pendukung lainnya.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN Bantu Validasi Data Kemiskinan, Wagub Taj Yasin Siapkan Tindak Lanjut

 

TPS-3R Kuripan dirancang tidak hanya untuk menampung limbah dari satu pasar saja, melainkan untuk menjadi pusat pengelolaan sampah dari seluruh pasar tradisional di Kota Pekalongan, yang setiap harinya diperkirakan menghasilkan sekitar 7,5 ton sampah.

 

“Kami memperkirakan kapasitas TPS-3R ini akan disesuaikan dengan beban sampah harian dari seluruh pasar. Kami juga sudah pertimbangkan agar kapasitasnya nanti melebihi dari kebutuhan saat ini, untuk mengantisipasi ketika volume sampah kembali meningkat,” jelasnya.

 

Supriono menambahkan, beberapa pasar, seperti Pasar Grogolan dan Pasar Podosugih, sebenarnya telah memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri. Namun, kemampuan pengolahan di pasar-pasar tersebut terbatas, terutama saat volume sampah meningkat signifikan.

Baca Juga :  Luthfi Jadikan Gowes ASN Pemantik Gerakan Hemat Energi Besar di Jateng

 

“Ketika sampah pasar sudah melebihi kapasitas tempat pengolahan mandiri di masing-masing pasar, sampah sisanya, terutama yang nonorganik bisa dialihkan ke TPS-3R Kuripan,” paparnya.

 

Lebih lanjut, sampah organik diolah menjadi kompos, sehingga lebih mudah dikendalikan dan tidak menumpuk.

 

Dirinya menuturkan, pembangunan TPS-3R ini merupakan solusi jangka panjang yang akan membantu menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan di kawasan pasar.

 

“Dengan TPS-3R ini, kami harap tidak hanya menyelesaikan persoalan teknis sampah, tapi juga meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik,” pungkasnya.

Berita Terkait

Lari 5K hingga Kuliner Gratis Semarakkan Penutupan HUT ke-81 Jateng
Dieng Culture Festival 2026, Merayakan Harmoni Budaya dari Negeri Atas Awan
Sanggar Greget Semarang Bagikan Pengalaman, 12 Sanggar Sragen Menimba Ilmu
Pamor Wicaksono Raih Penghargaan, Dedikasi untuk Masyarakat Brebes Berlanjut
Dari Dosen hingga Advokat, 177 Orang Ikuti Seleksi Komisioner KI Jateng
Dika Diadili dalam Kasus Penipuan Investasi Bodong, Pensiunan Padati Pengadilan Purwokerto
Hadapi Kekeringan, Taj Yasin Tekankan Modifikasi Cuaca dan Perbaikan Resapan Air
Karhutla Melonjak, Taj Yasin Ingatkan Warga Waspada Kebakaran

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:16 WIB

Lari 5K hingga Kuliner Gratis Semarakkan Penutupan HUT ke-81 Jateng

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Dieng Culture Festival 2026, Merayakan Harmoni Budaya dari Negeri Atas Awan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Sanggar Greget Semarang Bagikan Pengalaman, 12 Sanggar Sragen Menimba Ilmu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Pamor Wicaksono Raih Penghargaan, Dedikasi untuk Masyarakat Brebes Berlanjut

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Dari Dosen hingga Advokat, 177 Orang Ikuti Seleksi Komisioner KI Jateng

Berita Terbaru