Sekda Jateng: Gaji ASN dari Pajak Rakyat, Layani dengan Tanggung Jawab

- Reporter

Senin, 17 November 2025 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya untuk refleksi diri pada momen Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-54. Khususnya pada tugas pokok memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dia mengajak kembali para ASN untuk meluruskan paradigma yang terjadi di tengah sosial masyarakat. Di mana ada budaya, seseorang akan merasa dipandang derajatnya lebih tinggi daripada masyarakat ketika menjadi pejabat publik.

”Saya sering menyampaikan, revolusi mental ASN yang pertama itu mengingat kembali di mana posisinya. Bahwa posisi ASN itu pelayan bukan tuan,” katanya saat membuka Seminar Ilmiah Peringatan HUT ke-54 Korpri Tahun 2025, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin, 17 November 2025.

Kegiatan itu diikuti para sekretaris daerah di kabupaten/kota, dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Jawa tengah, baik daring maupun luring. Adapun tema yang diambil dalam seminar adalah ’ASN Berakhlak, Birokrasi Berkeadaban Menguatkan Budaya Integritas di Era Keterbukaan’.

Baca Juga :  Gandeng Kejati, Pemprov Jateng Bangun Sistem Pidana Kerja Sosial

Lebih lanjut, Sumarno, mengatakan, ASN sebagai seorang pelayan maka harus melakukan tugasnya melayani masyarakat. Abdi negara mengemban tugas untuk menyejahterakan masyarakat. Apalagi, kata dia, menjadi seorang ASN bukanlah dari paksaan, melainkan keinginan atau pilihan pribadi.

Terlebih, seorang ASN telah mendapatkan gaji dan tunjangan serta fasilitas lainnya dari pajak. Untuk itu produktivitas pekerjaan ASN haruslah sesuai dengan apa yang didapatkan. Bahkan mendaftarkan diri menjadi pelayan, dilakukan dengan cara berebut atau berkompetisi. Begitu menjadi abdi masyarakat, maka hal itu harus disyukuri.

”Jadi tentu saja panjenengan semua dengan senang hati dan sukarela telah mendaftarkan diri menjadi pelayan. Tolong itu diingat.,” ucapnya.

Dikatakan Sumarno, cara mensyukuri keinginan yang dicapai itu dengan menjalankan tugas, tanggung jawab, dan amanah yang diberikan. Terlebih menjadi seorang ASN bukanlah relawan. Akan tetapi mendapatkan kompensasi berupa gaji, tunjangan, dan fasilitas lainnya. Untuk itu kewajiban apa yang dikerjakan harus sesuai dengan apa yang didapatkan.

Baca Juga :  Bank Mandiri Taspen Tegaskan Tidak Ada Kredit Fiktif maupun Kredit Bermasalah dalam Kasus di Purwokerto

”ASN bukan relawan, kita mendapat kompensasi yang namanya gaji dan tunjangan. Gaji dan tunjangan itu bukan karena kita pegang SK (Surat Keputusan). Tolong itu diingat,’ katanya.

Selanjutnya, soal penananman integritas, Sumarno ingin agar ASN tidak mencari-cari kompensasi yang bukan menjadi hak. Selain dari yang sudah diberikan berupa gaji, tunjangan, dan fasilitas lain yang ada.

Di ere keterbukaan ini, ASN juga diminta agar tidak anti kritik, anti masukan, anti koreksi. Justru sebaliknya, kritik layak dipandang menjadi masukan positif untuk memperbaiki apa-apa pelayanan yang dirasa kurang.

”Supaya kita bisa menjalankan amanah dan tanggung jawab yang memang harus kita lakukan,” ucapnya.*

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban
Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik
641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas
97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism
Pertama di Indonesia, Kejaksaan Luncurkan Kartu Donor Darah Braille untuk Tunanetra
Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat
Nobar Kedua Timnas di Gubernuran, Dagangan UMKM Ludes Diserbu Penonton
884 Puskesmas Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik TBC Mulai Bulan Depan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:05 WIB

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban

Selasa, 29 September 2026 - 18:51 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik

Selasa, 29 September 2026 - 17:47 WIB

641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas

Selasa, 29 September 2026 - 17:41 WIB

97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism

Selasa, 29 September 2026 - 13:09 WIB

Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat

Berita Terbaru