Permudah KUR dan Kredit Produktif, Luthfi Ingin UMKM Jateng Naik Kelas

- Reporter

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARANGANYAR – Jutaan pelaku usaha mikro di Jawa Tengah berpeluang memperoleh akses pembiayaan yang lebih luas. Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan usaha rakyat, sekaligus mendorong peningkatan aktivitas ekonomi hingga tingkat desa.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang memimpin Jateng duet Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), meminta Bank Jateng memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan jumlah pelaku usaha mikro mencapai sekitar 4,9 juta unit yang tersebar di seluruh kabupaten/kota, kemudahan akses modal dinilai menjadi kunci agar usaha mikro dapat berkembang dan naik kelas.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, peran strategis Bank Jateng sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus kontributor pendapatan asli daerah (PAD).

Karena itu, bank milik daerah tersebut didorong lebih agresif menyalurkan pembiayaan produktif, khususnya kepada pelaku UMKM.

Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi usai menghadiri Rapat Strategi dan Kebijakan Semester II Tahun 2026 Bank Jateng di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jumat (19/6/2026).

“Bank Jateng adalah salah satu kontributor untuk menaikkan PAD dan ekonomi Provinsi Jawa Tengah. Mereka punya akses permodalan sampai tingkat kabupaten, bahkan desa,” kata Luthfi.

Menurut dia, sektor usaha mikro menjadi fondasi penting perekonomian Jawa Tengah karena jumlah pelakunya sangat besar dan tersebar hingga pelosok daerah.

Baca Juga :  Ratusan Perantau Berangkat, Balik Gratis Jateng Ringankan Langkah ke Jakarta

Oleh sebab itu, akses pembiayaan perlu diperluas dan dipermudah agar semakin banyak pelaku usaha memperoleh modal untuk mengembangkan usahanya.

Luthfi menilai program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah dapat menjadi instrumen efektif untuk mendorong pertumbuhan usaha mikro.

“Kenapa saya tekankan ekonomi mikro? Karena di Jawa Tengah jumlahnya besar dan berada di kabupaten/kota. Maka akses permodalan harus kita permudah, termasuk dengan bunga KUR rendah, sekitar 6 persen,” ujarnya.

Ia berharap dukungan permodalan yang semakin mudah akan membuka peluang bagi pelaku usaha mikro untuk berkembang menjadi usaha kecil, kemudian naik menjadi usaha menengah.

“Dengan begitu, ekonomi akan tumbuh. Dari mikro itulah nanti berkembang menjadi kecil, kemudian menengah,” katanya.

Rapat tersebut dihadiri jajaran Komisaris dan Direksi Bank Jateng, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno selaku Komisaris Bank Jateng, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jateng Urip Sihabuddin, Kepala Biro BUMD dan BLUD Setda Jateng Agus Prasutio, serta para pimpinan cabang dan kepala divisi Bank Jateng.

Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, mengatakan, rapat strategi dan kebijakan digelar untuk menyusun langkah menghadapi tantangan pada Semester II Tahun 2026 yang dipengaruhi dinamika geopolitik, kondisi fiskal, dan persaingan industri perbankan.

“Kita perlu merumuskan kebijakan baru beserta turunannya, program-program yang harus dituntaskan oleh para kepala cabang. Karena itu strategi yang kita lakukan harus berbeda di Semester II Tahun 2026,” kata Bambang.

Baca Juga :  Pertumbuhan di Atas 5 Persen, Ekonomi Jawa Tengah Tetap Tangguh

Ia menjelaskan, Bank Jateng telah menetapkan empat fokus kebijakan utama, yakni penguatan permodalan dan tata kelola perusahaan, percepatan transformasi digital, peningkatan kompetensi dan produktivitas sumber daya manusia, serta peningkatan skala bisnis.

Menurut Bambang, seluruh kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat kinerja perusahaan melalui penurunan kredit bermasalah (non-performing loan/NPL), peningkatan kualitas kredit, peningkatan dana murah, dan pertumbuhan pendapatan berbasis layanan (fee based income).

Hingga Maret 2026, Bank Jateng mencatatkan total aset sebesar Rp 93,97 triliun, dana pihak ketiga Rp 75,80 triliun, dan penyaluran kredit mencapai Rp 63,66 triliun. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) bank tersebut juga berada di level 22 persen.

Peluang ekspansi Bank Jateng dinilai masih terbuka lebar seiring pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang tetap kuat. Pada triwulan I 2026, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,89 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,61 persen. Di saat yang sama, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,24 persen.

Dengan kondisi tersebut, Gubernur mendorong Bank Jateng memperkuat penyaluran kredit yang sehat dan produktif, terutama pada sektor-sektor yang memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi daerah, seperti UMKM, pertanian, perdagangan, dan sektor unggulan lainnya.***

Berita Terkait

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau
Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot
Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027
Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci
Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia
GIIAS Semarang 2026, Pasar Otomotif dan PAD Jateng Berpeluang Tumbuh
Jepang Butuh Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Teruji
Jateng Tarik Investasi Tiongkok Rp4,55 Triliun, 213 Ribu Tenaga Kerja Terserap

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:15 WIB

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau

Senin, 28 September 2026 - 16:14 WIB

Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot

Minggu, 27 September 2026 - 23:03 WIB

Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027

Kamis, 24 September 2026 - 17:29 WIB

Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci

Selasa, 22 September 2026 - 21:42 WIB

Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia

Berita Terbaru