Jawa Tengah Kian Dilirik Investor, Kadin Apresiasi Kebijakan Ahmad Luthfi

- Reporter

Selasa, 12 Mei 2026 - 06:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyebut iklim investasi di Jawa Tengah sedang berada dalam tren sangat positif. Dukungan kebijakan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dinilai menjadi faktor penting yang membuat investor semakin percaya menanamkan modal di provinsi ini.

Penilaian itu disampaikan Anindya saat menghadiri ajang Central Java Investment Business Forum 2026 di Hotel PO Semarang, Senin (11/5/2026). Ia menilai Jawa Tengah memiliki kombinasi kekuatan yang lengkap, mulai dari pertumbuhan ekonomi tinggi, ketersediaan tenaga kerja produktif, hingga dukungan kawasan industri yang terus berkembang.

“Pertumbuhan ekonominya mencapai 5,89 persen dan punya potensi skala yang jauh lebih besar ke depan,” kata Anindya yang juga selaku Komisaris Utama PT VKTR itu.

Menurut dia, keberadaan dua kawasan ekonomi khusus di Batang dan Kendal menjadi magnet tersendiri bagi investor. Ditambah lagi, Jawa Tengah memiliki sekitar 20 juta tenaga kerja produktif yang diperkuat melalui pendidikan vokasi.

Anindya mengatakan, kondisi tersebut membuat PT VKTR mantap membangun pabrik perakitan truk dan bus listrik di Kabupaten Magelang yang telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  BULOG Jateng Percepat Bantuan Pangan dan Gelontorkan SPHP serta Minyakita

Ia juga menyoroti kedekatan komunikasi antara Gubernur Ahmad Luthfi dengan dunia usaha yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan investasi.

“Hubungan Pak Gubernur dengan Kadin sangat baik. Itu penting untuk membuka sumbatan investasi. Insentifnya juga menarik, dan yang paling penting beliau mau memperjuangkan kemudahan investasi sampai level nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Luthfi yang selalu duet memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin, menegaskan investasi menjadi kunci utama penggerak ekonomi Jawa Tengah. Karena itu, Pemprov Jateng membuka ruang investasi seluas-luasnya, baik untuk sektor industri padat karya maupun energi baru terbarukan.

“Dalam hal investasi kami memberikan insentif terkait pajak bagi ekonomi terbarukan atau ekonomi hijau,” tegas Gubernur Luthfi.

Ia menambahkan, elektrifikasi transportasi publik juga menjadi bagian dari arah pembangunan Jawa Tengah ke depan. Salah satunya melalui pengembangan armada Trans Jateng berbasis kendaraan listrik.

“Ke depan Trans Jateng akan kita tambah dan diperluas. Tinggal kita diskusikan penggunaan kendaraan listriknya,” katanya.

Diketahui, CJIBF 2026 merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia dan telah digelar selama 10 kali. Tahun ini, forum tersebut menawarkan 21 proyek investasi dengan total nilai mencapai Rp 30 triliun.

Baca Juga :  Wagub Taj Yasin: Program KPR FLPP Jateng Tembus 15.920 Unit, Akad Massal Terbanyak Kedua Nasional

Data Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah mencatat, CJIBF dan UMKM Gayeng 2025 berhasil membukukan Letter of Intent investasi sebesar Rp 75,03 triliun. Selain itu, transaksi perdagangan mencapai Rp 25,88 miliar, penjualan UMKM Rp 647,8 juta, dan transaksi business matching sebesar Rp 544,6 juta.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Noor Nugroho, mengatakan, pihaknya mendukung penuh upaya pemerintah, dalam mendorong investasi dan perdagangan di daerah.

Menurutnya, penyelenggaraan CJIBF 2026 yang bersamaan dengan pameran UMKM Grande di Atrium Paragon Mall Semarang menjadi bagian dari upaya memerluas promosi potensi unggulan Jateng kepada investor.

“Pada dasarnya kami sangat mendukung program pemerintah termasuk untuk mendorong pertumbuhan melalui investasi dan perdagangan,” kata Noor.

Dijelaskan, dukungan Bank Indonesia Jateng tidak berhenti pada penyelenggaraan forum investasi saja. Nantinya, berbagai proyek investasi potensial atau investment project ready to offer (iPro) dari Jateng juga akan dipromosikan hingga ke pasar internasional melalui jaringan kantor perwakilan Bank Indonesia di luar negeri.***

Berita Terkait

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau
Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot
Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027
Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci
Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia
GIIAS Semarang 2026, Pasar Otomotif dan PAD Jateng Berpeluang Tumbuh
Jepang Butuh Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Teruji
Jateng Tarik Investasi Tiongkok Rp4,55 Triliun, 213 Ribu Tenaga Kerja Terserap

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:15 WIB

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau

Senin, 28 September 2026 - 16:14 WIB

Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot

Minggu, 27 September 2026 - 23:03 WIB

Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027

Kamis, 24 September 2026 - 17:29 WIB

Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci

Selasa, 22 September 2026 - 21:42 WIB

Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia

Berita Terbaru