Jawa Tengah Dilirik Investor India untuk Pengembangan Produk Pertanian dan Energi Surya

- Reporter

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Investor asal India, J.K. Enterprises, menjajaki ekspansi investasi di Jawa Tengah dengan membidik sektor produk pertanian dan energi surya.

Perusahaan yang telah beroperasi di Indonesia lebih dari 50 tahun itu menilai Jawa Tengah memiliki potensi pasar besar sekaligus iklim investasi yang kondusif untuk pengembangan usaha baru.

Rencana tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dengan Chairman JK Enterprises, Anant Singhania, di Kantor Gubernur, Semarang, Kamis (25/6/2026).

Anant Singhania mengatakan, JK Enterprises selama ini bergerak di bidang cutting tools, hand tools, files, dan drills atau alat potong, perkakas tangan, kikir, serta mata bor.

Kini perusahaan sedang mengkaji peluang pengembangan bisnis pada sektor produk pertanian yang dinilai memiliki prospek menjanjikan di pasar domestik maupun ekspor.

“Kami sedang melihat peluang pada produk-produk pertanian karena permintaannya besar, baik di pasar domestik maupun ekspor. Kami juga mempelajari produk lain seperti solar pumps dan solar products,” kata Anant.

Menurutnya, perusahaan telah membentuk entitas baru sejak tahun lalu sebagai langkah awal untuk memasuki bisnis produk pertanian. Sementara itu, pengembangan lini usaha lainnya akan dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan pasar.

Baca Juga :  AEON Buka Toko di DP Mall Semarang, Siap Penuhi Kebutuhan Belanja Modern Masyarakat

Terkait nilai investasi yang akan digelontorkan, Anant belum menyebutkan angka pasti. Ia mengatakan, besaran investasi akan bergantung pada respons pasar dan perkembangan bisnis yang dijalankan perusahaan.

“Nilainya belum bisa ditentukan. Bisa beberapa juta dolar AS, bisa juga mencapai seratus juta dolar AS. Yang jelas, kami akan memulai dari skala kecil terlebih dahulu dan mengembangkannya secara bertahap sesuai perkembangan bisnis,” ungkapnya.

Selain membahas peluang investasi baru, Anant juga menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi perusahaan. Di antaranya terkait sinkronisasi regulasi perizinan impor dengan klasifikasi usaha atau KBLI, serta akses pembiayaan dari perbankan karena status lahan yang masih berupa sewa jangka panjang.

Meski demikian, ia optimistis rencana pengembangan investasi di Jawa Tengah dapat berjalan dengan baik. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan respons cepat terhadap berbagai persoalan yang dihadapi investor.

“Mereka sangat proaktif memberikan arahan dan pendampingan. Kami benar-benar merasakan dukungan dari Gubernur,” katanya.

Baca Juga :  Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap memfasilitasi penyelesaian berbagai persoalan investasi melalui koordinasi dengan kementerian terkait maupun pendampingan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Kami ingin memastikan seluruh investor mendapatkan kepastian dan kemudahan berusaha. Setiap kendala akan kami fasilitasi agar proses investasi dapat berjalan optimal,” kata Luthfi.

Kepala DPMPTSP Jawa Tengah Sakina Rosellasari, menambahkan, pihaknya akan mendampingi penyelesaian kendala teknis yang dihadapi perusahaan, termasuk persoalan pada sistem Online Single Submission (OSS) dan penyesuaian KBLI 2025.

Menurut Sakina, perubahan atau rollback sistem di kementerian dalam beberapa kasus menyebabkan data KBLI tertentu tidak muncul. Karena itu, pelaku usaha yang mengalami kendala dapat berkonsultasi dengan DPMPTSP Jawa Tengah untuk mendapatkan pendampingan dan fasilitasi ke kementerian terkait.

“Ketika ada KBLI 2025 yang hilang saat sistem kementerian di-rollback, pelaku usaha bisa datang ke kami untuk kami lakukan pendampingan. Kami juga akan kontak ke kementerian,” ujar Sakina.***

Berita Terkait

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau
Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot
Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027
Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci
Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia
GIIAS Semarang 2026, Pasar Otomotif dan PAD Jateng Berpeluang Tumbuh
Jepang Butuh Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Teruji
Jateng Tarik Investasi Tiongkok Rp4,55 Triliun, 213 Ribu Tenaga Kerja Terserap

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:15 WIB

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau

Senin, 28 September 2026 - 16:14 WIB

Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot

Minggu, 27 September 2026 - 23:03 WIB

Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027

Kamis, 24 September 2026 - 17:29 WIB

Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci

Selasa, 22 September 2026 - 21:42 WIB

Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia

Berita Terbaru