Jateng Diapresiasi Penopang Pangan Nasional, Mentan Bantu 7.000 Pompa untuk Petani

- Reporter

Senin, 20 Juli 2026 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES – Perjuangan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memperkuat ketahanan pangan dan melindungi petani dari ancaman kemarau panjang mendapat respons konkret dari pemerintah pusat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyetujui penambahan bantuan pompa air hingga total 7.000 unit untuk Jawa Tengah, sekaligus memberikan apresiasi atas kepemimpinan Ahmad Luthfi yang dinilai berhasil menjadikan provinsi ini sebagai salah satu penopang utama pangan nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Amran saat menghadiri groundbreaking Peternakan Sapi Perah Terpadu PT Global Dairi Bersama di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Senin (20/7/2026).

“Pak Gubernur Ahmad Luthfi ini hebat, penopang pangan Indonesia. Beliau itu rajin sekali. Saya lihat kerja beliau itu, Jawa Tengah penghasil beras nomor dua sekarang,” kata Amran.

Tak berhenti pada apresiasi, Amran langsung merespons permohonan Ahmad Luthfi terkait kebutuhan pompa air untuk menghadapi musim kemarau. Dari sebelumnya 2.000 unit yang telah dialokasikan, Kementerian Pertanian menambah 5.000 unit lagi sehingga total bantuan mencapai 7.000 pompa.

“Pompa dan irpom (irigasi perpompaan), bantu semuanya. Jangan sampai petani Jateng kekurangan pompa dan kekurangan air. Kemarin sudah ada dua ribu pompa itu sudah sampai belum, nanti aku tambah lagi lima ribu. Jadi sekarang tujuh ribu dulu,” tegasnya.

Selain pompa air, Kementerian Pertanian juga akan menyalurkan bantuan benih padi dan jagung, traktor, serta berbagai sarana produksi pertanian lainnya untuk menjaga produktivitas pertanian Jawa Tengah.

Baca Juga :  Duka Mendalam, Sekda Jateng Hadiri Pemakaman Almarhumah Inayah Sri Suwani

Amran menegaskan, ketersediaan air menjadi faktor kunci dalam menjaga produksi pangan nasional. Berkat kerja keras petani, Indonesia kini mampu mencapai swasembada beras lebih cepat dari target yang ditetapkan pemerintah.

“Kita sudah tidak impor beras, stok beras kita juga terbesar. Capaian kita luar biasa, kesejahteraan meningkat. Ini ada datanya, yang mengakui itu dunia,” ujarnya, merujuk pada data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).

Sebelumnya, Ahmad Luthfi yang memimpin Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin, menjelaskan, produksi padi Jawa Tengah pada 2025 mencapai 9,7 juta ton atau berkontribusi sekitar 15,6 persen terhadap produksi nasional. Pada 2026, pemerintah pusat menaikkan target produksi menjadi 10,5 juta ton.

Untuk memenuhi target tersebut, Pemprov Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota memperkuat perlindungan lahan sawah melalui program Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Berkolaborasi dengan Kementerian ATR/BPN, penetapan luas baku sawah di Jawa Tengah telah mencapai sekitar 87 persen.

“Jawa Tengah merupakan lumbung pangan nasional yang lahan pertaniannya harus kita pertahankan sehingga kami mengundang Menteri ATR/BPN bersama para bupati dan wali kota untuk mempercepat penetapan luas baku sawah,” ujar Ahmad Luthfi.

Di hadapan Menteri Pertanian dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Ahmad Luthfi juga kembali menyampaikan harapan agar usulan bantuan 17.000 pompa air yang telah diajukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat direalisasikan secara bertahap.

Baca Juga :  Sosialisasi di Semarang, Anggota DPR RI Muh Haris Dorong Pemerataan Manfaat Program MBG

“Mohon kiranya surat yang kami haturkan bisa direalisasikan terkait bantuan pompa sebanyak 17.000 sehingga target lumbung pangan 2026 dapat terpenuhi di Jawa Tengah,” katanya.

Menghadapi musim kemarau, Pemprov Jawa Tengah juga memperkuat langkah mitigasi melalui Surat Edaran Gubernur yang diterbitkan sejak 9 Juni 2026. Kebijakan tersebut menjadi pedoman bagi seluruh pemerintah daerah dalam mengantisipasi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan, termasuk memastikan embung dan sumber air tetap berfungsi menopang kebutuhan irigasi.

Berdasarkan data BPBD Jawa Tengah, sedikitnya 16 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga kekeringan. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sejak 5 Juni hingga 14 Juli 2026 telah disalurkan 3.258.000 liter air bersih melalui 660 tangki kepada 30.378 kepala keluarga atau sekitar 81.297 jiwa di 15 kabupaten.

Distribusi air bersih dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pemerintah kabupaten, BPJS Kesehatan, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, serta sejumlah BUMD melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga masyarakat tetap terlindungi sekaligus memastikan sektor pertanian tetap mampu menopang ketahanan pangan nasional.***

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban
Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik
641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas
97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism
Pertama di Indonesia, Kejaksaan Luncurkan Kartu Donor Darah Braille untuk Tunanetra
Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat
Nobar Kedua Timnas di Gubernuran, Dagangan UMKM Ludes Diserbu Penonton
884 Puskesmas Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik TBC Mulai Bulan Depan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:05 WIB

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban

Selasa, 29 September 2026 - 18:51 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik

Selasa, 29 September 2026 - 17:47 WIB

641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas

Selasa, 29 September 2026 - 17:41 WIB

97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism

Selasa, 29 September 2026 - 13:09 WIB

Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat

Berita Terbaru