Heri Pudyatmoko Tegaskan Pembangunan Sanitasi Harus Disertai Perawatan Berkelanjutan

- Reporter

Rabu, 17 Desember 2025 - 10:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrojateng.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko menegaskan, pembangunan infrastruktur sanitasi dinilai tidak akan berdampak optimal bagi kesehatan masyarakat jika tidak diiringi dengan sistem perawatan yang berkelanjutan.

Heri Londo, sapaan akrabnya menilai bahwa sanitasi kerap dipahami sebatas proyek fisik, bukan sebagai sistem hidup yang harus dijaga bersama.

Menurut Heri, banyak fasilitas sanitasi seperti jamban komunal, instalasi pengolahan air limbah, hingga saluran drainase yang dibangun dengan anggaran besar, namun tidak berfungsi maksimal karena minimnya pemeliharaan dan edukasi penggunaan.

“Selama ini kita terlalu fokus membangun, tapi lupa merawat. Padahal sanitasi itu bukan benda mati. Ia berkaitan langsung dengan perilaku, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat,” ungkap Heri.

Politikus Partai Gerindra itu menegaskan, sanitasi yang tidak terawat justru berpotensi menimbulkan persoalan baru.

Baca Juga :  Aturan WFH ASN Dirancang, Jateng Pastikan Pelayanan Publik Tak Terganggu

Mulai dari pencemaran lingkungan, penyebaran penyakit berbasis air, hingga menurunnya kualitas hidup warga, terutama di kawasan padat penduduk dan wilayah rentan.

Ia mendorong pemerintah daerah agar tidak hanya mengalokasikan anggaran untuk pembangunan awal, tetapi juga memastikan adanya skema pemeliharaan jangka panjang, termasuk pendampingan masyarakat, pengelolaan berbasis komunitas, serta pengawasan berkala.

“Sanitasi harus dikelola sebagai sistem berkelanjutan. Ada perawatan rutin, ada edukasi, ada penanggung jawab yang jelas. Kalau hanya dibangun lalu ditinggalkan, itu sama saja menyia-nyiakan anggaran publik,” tegasnya.

Heri juga menyoroti pentingnya integrasi kebijakan sanitasi dengan sektor lain, seperti kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.

Menurutnya, sanitasi yang layak berperan besar dalam menekan angka penyakit, stunting, serta meningkatkan produktivitas masyarakat.

Baca Juga :  DPR dan BGN Sosialisasi MBG di Wonosobo, Harapan Baru Tingkatkan Gizi Anak dan Tekan Stunting

“Kalau sanitasi baik, anak-anak lebih sehat, angka absensi sekolah menurun, beban layanan kesehatan berkurang. Jadi dampaknya luas, bukan hanya soal kebersihan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong agar pemerintah daerah melibatkan masyarakat sejak awal, bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pengelola. Dengan begitu, rasa memiliki terhadap fasilitas sanitasi akan tumbuh dan keberlanjutan dapat terjaga.

“Sanitasi bukan sekadar urusan teknis dinas, tapi tanggung jawab kolektif. Pemerintah menyiapkan sistemnya, masyarakat menjaga dan menggunakannya dengan benar,” kata Heri.

“Sanitasi layak itu hak dasar. Ketika sistemnya terawat, di situlah negara benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari warganya,” pungkas Heri.*

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban
Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik
641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas
97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism
Pertama di Indonesia, Kejaksaan Luncurkan Kartu Donor Darah Braille untuk Tunanetra
Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat
Nobar Kedua Timnas di Gubernuran, Dagangan UMKM Ludes Diserbu Penonton
884 Puskesmas Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik TBC Mulai Bulan Depan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:05 WIB

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban

Selasa, 29 September 2026 - 18:51 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik

Selasa, 29 September 2026 - 17:47 WIB

641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas

Selasa, 29 September 2026 - 17:41 WIB

97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism

Selasa, 29 September 2026 - 13:09 WIB

Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat

Berita Terbaru