Gus Yasin: Ketahanan Pangan Indonesia Tak Lepas dari Kontribusi Perempuan

- Reporter

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Peran perempuan dalam sektor ketahanan pangan dinilai sangat strategis. Kontribusi perempuan bahkan mendominasi hampir seluruh tahapan produksi pertanian, mulai dari proses tanam hingga panen.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat menjadi keynote speaker dalam Sekolah Kader Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Nasional IV Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Jumat, 26 Juni 2026.

“Kalau kita melihat di perkebunan maupun di persawahan, yang mendominasi justru perempuan. Mulai dari menanam, merawat tanaman, memetik hasil kebun, hingga panen, sebagian besar dikerjakan oleh perempuan,” ujarnya.

Sekolah Kader Kopri Nasional (SKKN) IV ini, mengambil tema ” Globalizing Kopri Women as Catalysts for Sustainable Food Security and Global Transformation. Kegiatan dilaksanakan mulai Jumat – Selasa, 26 – 30 Juni 2026 di BPSDMD Jateng.

Menurutnya, selama ini perempuan turut mengambil peran penting menggerakkan aktivitas pertanian. Baik di lahan persawahan maupun perkebunan.

Ia menegaskan, jika berbicara mengenai ketahanan pangan, maka peran perempuan tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan sektor pertanian. Menurutnya, di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung, Indonesia hingga kini mampu menjaga ketahanan pangannya.

Salah satu faktor yang menopang kondisi tersebut adalah besarnya kontribusi perempuan yang bekerja di sektor pertanian, mulai dari proses budidaya hingga panen. Penguatan peran perempuan, disertai pemanfaatan teknologi pertanian yang semakin maju, akan menjadi modal penting dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di masa mendatang.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Pastikan Ruang Kritik Terbuka, Tekankan Ketertiban Saat Demo

Gus Yasin menilai dampak ketidakpastian ekonomi global dapat menimbulkan efek domino yang memengaruhi berbagai sektor kehidupan. Karena itu, penguatan ketahanan nasional, terutama di bidang pangan, harus menjadi prioritas utama.
Menurutnya, Indonesia tidak hanya perlu memperkuat fondasi ekonomi. Tetapi juga memastikan ketersediaan pangan sebagai kebutuhan dasar masyarakat.

“Efek domino dari kondisi global ini sangat kuat. Karena itu kita harus menyiapkan ketahanan kita. Bukan hanya ketahanan ekonomi, tetapi yang paling utama adalah ketahanan pangan,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar untuk mewujudkan kemandirian pangan. Kekayaan sumber daya hayati yang melimpah menjadi keunggulan yang tidak dimiliki banyak negara lain.

Ia menilai potensi tersebut harus dikelola secara optimal agar mampu menopang kebutuhan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Indonesia memiliki kekayaan sumber daya hayati yang sangat tinggi. Ini merupakan kekuatan besar yang harus kita manfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan,” katanya.

Baca Juga :  Meski Logistik Terbatas, Petugas Pompa Jateng Tetap Siaga 24 Jam di Tengah Banjir

Bendahara PB Kopri PB PMII Zumrotun Nafisa mengatakan, Kota Semarang dipilih sebagai lokasi pertama penyelenggaraan SKKN di luar Jakarta. Menurutnya, pemilihan Jawa Tengah bukan tanpa alasan.

“Daerah ini dinilai memiliki warisan intelektual dan spiritual yang kuat serta melahirkan banyak tokoh yang menjadi inspirasi bagi generasi muda,” ujar wagub yang memimpin Jateng bersama Gubernur Ahmad Luthfi ini.

Dalam sambutannya mewakili ketua umum pada pembukaan kegiatan, dia mengatakan penyelenggaraan di Semarang bertujuan agar para kader dapat belajar langsung dari tanah yang melahirkan banyak ulama dan tokoh bangsa.

“Biasanya SKKN kami laksanakan di Jakarta. Namun, untuk pelaksanaan yang keempat ini kami sengaja memilih Jawa Tengah karena ingin belajar dan mengambil berkah secara langsung dari tanah para tokoh Jawa,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, baik dari KOPRI PB PMII maupun panitia lokal, serta para peserta yang hadir mengikuti rangkaian kegiatan pengkaderan nasional tersebut.

Menurutnya, Jawa Tengah memiliki banyak sosok yang patut dijadikan teladan dalam membangun karakter kepemimpinan kader. Ia menyebut nama Kiai Saleh Darat, guru spiritual R.A. Kartini, hingga ulama kharismatik Nahdlatul Ulama, Mbah Maimun Zubair, sebagai figur yang menginspirasi.***

Berita Terkait

Jateng Fair 2026 Tak Hanya Menghibur, Tapi Juga Dongkrak Promosi UMKM dan Inovasi
Desa Kranggan Dinilai Sukses Berdayakan Potensi Lokal, Wagub Minta Direplikasi
Sekda: Jateng Masih Kekurangan Perawat dan Dokter Spesialis, Ajukan 1.000 Formasi ASN
Bukan Kredit Bank, Ini Siasat Nurma Perdaya Pensiunan
MTQ Nasional XXXI di Semarang Siap Jadi Etalase Harmoni dan Toleransi Indonesia
Salatiga Jadi Tuan Rumah FABN 2026, Lebih 100 Raja dan Sultan Dunia Berkumpul
Rawa Pening Diproyeksikan Jadi Destinasi Air Unggulan, Investor Mulai Masuk
Haul Ulama Polaman Grobogan Perkuat Silaturahmi dan Pewarisan Nilai Keagamaan

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:45 WIB

Jateng Fair 2026 Tak Hanya Menghibur, Tapi Juga Dongkrak Promosi UMKM dan Inovasi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:00 WIB

Gus Yasin: Ketahanan Pangan Indonesia Tak Lepas dari Kontribusi Perempuan

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:46 WIB

Sekda: Jateng Masih Kekurangan Perawat dan Dokter Spesialis, Ajukan 1.000 Formasi ASN

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:15 WIB

Bukan Kredit Bank, Ini Siasat Nurma Perdaya Pensiunan

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:04 WIB

MTQ Nasional XXXI di Semarang Siap Jadi Etalase Harmoni dan Toleransi Indonesia

Berita Terbaru