Gubernur Luthfi Serukan Cek Fakta untuk Bendung Hoaks di Era Digital

- Reporter

Minggu, 26 April 2026 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WONOSOBO – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengingatkan bahaya disinformasi yang kian masif di era digital. Ia mengajak masyarakat lebih kritis dan jeli menyaring informasi agar hoaks tidak merusak persatuan dan menghambat pembangunan.

Gubernur yang memimpin Jawa Tengah bersama Wagub Tak Yasin Maimoen (Gus Yasin) itu menjelaskan, kemudahan akses informasi saat ini tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga membuka peluang besar bagi penyebaran hoaks.

“Kita harus menciptakan informasi yang sehat. Jangan sampai ada disinformasi yang menyebabkan perpecahan. Berikan edukasi yang membangun, bukan yang memecah persatuan,” kata Luthfi saat membuka Seminar Nasional bertema “Wonosobo Melawan Hoaks: Penguatan Literasi Digital dan Ketahanan Informasi Masyarakat” di Aula Kampus 2 Universitas Sains Al Quran (Unsiq), Kabupaten Wonosobo, Sabtu (25/4/2026).

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Jateng: Perlindungan Sosial Perlu Sinkron dengan Dinamika Pangan

Ia menegaskan, hoaks bukan sekadar informasi yang keliru, melainkan ancaman serius bagi stabilitas sosial, kepercayaan publik, dan keutuhan bangsa. Karena itu, upaya melawan hoaks harus dilakukan secara kolektif dengan melibatkan pemerintah, akademisi, media, komunitas digital, serta masyarakat luas.

“Memerangi hoaks ini tidak mudah. Kita harus melakukan cek, recheck, dan final check sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi. Tidak bisa sembarangan dalam menerima informasi,” ujar Ahmad Luthfi.

Dalam forum yang diikuti pelajar, mahasiswa, pengemudi ojek online, relawan, hingga berbagai komunitas tersebut, Ahmad Luthfi juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan daerah. Ia menyebut, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar pembangunan berjalan optimal, terutama di tengah kondisi global yang fluktuatif.

Baca Juga :  Viral Mobil Pelat Merah, Sekda Jateng Ingatkan ASN Patuhi Aturan

Menurutnya, konsep aglomerasi wilayah dapat menjadi kekuatan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Selain itu, Ahmad Luthfi menyoroti pentingnya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah, termasuk kepala daerah, untuk menerapkan prinsip good and clear governance serta mengedepankan pelayanan publik.

“Birokrasi harus melayani. ASN dan pejabat publik adalah pelayan masyarakat. Jangan ada yang ditutup-tutupi, harus transparan. Dan jangan alergi terhadap kritik, jadikan itu sebagai pemacu untuk memberikan pelayanan yang lebih baik,” tegasnya.***

Berita Terkait

Pimpin ALTI Jateng, Sumarno Ingin Trail Run Dongkrak Pariwisata dan PAD
Berhasil Bangkit, 2.596 KPM PKH Klaten Resmi Graduasi dan Tinggalkan Bansos
PNM Raih Apresiasi Top Company in Ultra Micro Finance for Women Empowerment
Ahmad Luthfi Wujudkan Mimpi Hadi Miliki Rumah Layak Setelah 25 Tahun Menunggu
Ahmad Luthfi Serahkan BLT DBHCHT di Kudus, Ringankan Beban Buruh Industri Tembakau
Harganas 2026, Sekda Jateng Ajak Orang Tua Kendalikan Penggunaan Gadget Anak
Dharma Daycare DWP Jateng Resmi Dibuka, Lengkap dengan Edukasi dan Layanan Kesehatan
Dirut BULOG Sidak Pabrik PT KMR, Perintahkan Penarikan Seluruh Produk Minyakita yang Diindikasikan Berbau Solar

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:07 WIB

Pimpin ALTI Jateng, Sumarno Ingin Trail Run Dongkrak Pariwisata dan PAD

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:13 WIB

Berhasil Bangkit, 2.596 KPM PKH Klaten Resmi Graduasi dan Tinggalkan Bansos

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:10 WIB

PNM Raih Apresiasi Top Company in Ultra Micro Finance for Women Empowerment

Senin, 29 Juni 2026 - 18:19 WIB

Ahmad Luthfi Wujudkan Mimpi Hadi Miliki Rumah Layak Setelah 25 Tahun Menunggu

Senin, 29 Juni 2026 - 18:11 WIB

Ahmad Luthfi Serahkan BLT DBHCHT di Kudus, Ringankan Beban Buruh Industri Tembakau

Berita Terbaru