Gubernur Jateng Ajak RT-RW Aktifkan Pos Kamling, Perkuat Keamanan Lingkungan

- Reporter

Jumat, 12 September 2025 - 06:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung jagongan bareng warga di benerapa pos kamling di Kota Semarang, Kamis malam, 11 September 2025.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung jagongan bareng warga di benerapa pos kamling di Kota Semarang, Kamis malam, 11 September 2025.

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung jagongan bareng warga di benerapa pos kamling di Kota Semarang, Kamis malam, 11 September 2025. Gubernur ingin melihat keaktifan dan efektivitas sistem keamanan lingkungan (Siskamling) yang ada di masyarakat.

Ada tiga pos kamling yang ditinjau Ahmad Luthfi malam itu. Di antaranya Pos Kamling RT 01 RW 06 Gisiksari, Barusari, Semarang Selatan; Pos Kamling Kelurahan Kuningan, Semarang Utara; dan Pos Kamling RT 02 Muktiharjo Kidul, Pedurungan.

“Ternyata semua punya karakter sendiri-sendiri. Pertama yang saya kunjungi tadi sudah efektif, di mana di wilayah sekitarnya banyak kos-kosan. Jadi jaga beda, anak muda semua. Kedua, posnya di pasar, lebih banyak Pokdar (Kelompok Sadar) Kamtibmas, dan di dekat orang jualan. Dan ketiga di pemukiman,” kata Ahmad Luthfi usai peninjauan.

Tak sekadar meninjau, Ahmad Luthfi juga njagong bareng warga yang berjaga. Di tengah obrolan hangat dan cair, sosok yang dikenal humoris itu juga menyisipkan pesan kepada warga untuk terus menghidupkan dan mengaktifkan siskamling.

“Jadi pos kamling kita hidupkan kembali. Dulu di Jawa Tengah ada namanya Jogo Tonggo dan Jogo Wargo saat Covid-19. Sekarang kita tindak lanjuti untuk penguatan basis deteksi dini pengamanan wilayah di tingkat RT dan RW,” ujarnya.

Baca Juga :  Luthfi: Penunjukan Plt Bupati Sukoharjo Tunggu Prosedur, Pelayanan Publik Tetap Prioritas

Menurutnya, kalau semua RT dan RW serta kepala desa dan lurah menghidupkan pos kamling, maka kemungkinan besar masing-masing kabupaten/kota sudah bisa mandiri. Sebab, lanjutnya, ketertiban dan keamanan wilayah bukan hanya tanggung jawab TNI-Polri, melainkan juga keikutsertaan pemerintah dan masyarakat.

“Kekuatan Jawa Tengah itu adalah adanya kerukunan bersama-sama, wujudnya di RT-RW,” kata Ahmad Luthfi.

Saat jagongan, banyak dialog-dialog ringan dan penuh keakraban. Gubernur juga akrab dengan warga. Suasana berlangsung gayeng. Warga tidak sungkan menanyakan atau memberi masukan kepada Gubernur.

Beberapa malah ngobrol santai dengan riang gbira. Tidak ada yang canggung dan berjarak. Bahkan, beberapa warga nampak kaget tempat pos kamling tempat mereka berkumpul didatangi Gubernur Ahmad Luthfi malam-malam.

Hartoto, warga Kuningan, Semarang Utara, mengatakan, siskamling di wilayahnya selama ini tidak mati, tetapi selalu aktif dengan menggerakkan Pokdar Kamtibmas. Setiap hari juga ada jadwal piket jaga dan semakin ramai ketika akhir pekan atau hari libur.

Baca Juga :  Taj Yasin Apresiasi RSB Jepara, Dorong Kesehatan dan Zakat Berkelanjutan

“Jadi sudah rutinitas kalau di sini. Kalau malam Minggu atau hari libur lebih banyak yang jaga. Kita patroli dan datangi anak-anak kreak yang nongkrong di jalan. Kita kasih pembinaan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Lurah Muktiharjo Kidul, Sofia Ernawati. Dikatakan, pos kamling di wilayahnya memang dihidupkan sebagai sistem pengamanan wilayah. Apalagi Muktiharjo Kidul merupakan wilayah yang cukup besar. Total ada 218 pos kamling yang tersebar di setiap RT.

“Semua aktif. Warga bergiliran jaga untuk mendukung keamanan lingkungan. Ini efektif. Misalnya ada gangguan keamanan, dari pos kamling melaporkan ke Babinsa dan Bhabinkamtibmas, sehingga langsung bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dijelaskan, instruksi untuk mengefektifkan kembali siskamling dari Kemendagri juga sudah ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, dan Kecamatan Pedurungan. Selanjutnya di tingkat kelurahan juga langsung disosialisasikan ke tingkat RT dan RW.

“Semua RT dan RW mendukung pos kamling sehingga wilayah bisa terjaga keamanan dan kerukunan, warga tetap terjalin sehingga tidak ada gangguan keamanan,” ungkapnya.*

Berita Terkait

Lari 5K hingga Kuliner Gratis Semarakkan Penutupan HUT ke-81 Jateng
Dieng Culture Festival 2026, Merayakan Harmoni Budaya dari Negeri Atas Awan
Sanggar Greget Semarang Bagikan Pengalaman, 12 Sanggar Sragen Menimba Ilmu
Pamor Wicaksono Raih Penghargaan, Dedikasi untuk Masyarakat Brebes Berlanjut
Dari Dosen hingga Advokat, 177 Orang Ikuti Seleksi Komisioner KI Jateng
Dika Diadili dalam Kasus Penipuan Investasi Bodong, Pensiunan Padati Pengadilan Purwokerto
Hadapi Kekeringan, Taj Yasin Tekankan Modifikasi Cuaca dan Perbaikan Resapan Air
Karhutla Melonjak, Taj Yasin Ingatkan Warga Waspada Kebakaran

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:16 WIB

Lari 5K hingga Kuliner Gratis Semarakkan Penutupan HUT ke-81 Jateng

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Dieng Culture Festival 2026, Merayakan Harmoni Budaya dari Negeri Atas Awan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Sanggar Greget Semarang Bagikan Pengalaman, 12 Sanggar Sragen Menimba Ilmu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Pamor Wicaksono Raih Penghargaan, Dedikasi untuk Masyarakat Brebes Berlanjut

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Dari Dosen hingga Advokat, 177 Orang Ikuti Seleksi Komisioner KI Jateng

Berita Terbaru