BPKP Nilai Program Vokasi Gubernur Ahmad Luthfi Efektif Tekan Pengangguran di Jawa Tengah

- Reporter

Selasa, 28 Oktober 2025 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menilai kebijakan Gubernur Ahmad Luthfi, memperkuat pendidikan vokasi dan kemitraan industri mulai menunjukkan hasil positif. Tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,33 persen atau sekitar 948 ribu jiwa pada 2025.

Dalam laporan bertema “Vokasi Terkoneksi, Pengangguran Tereduksi” itu, BPKP memuji langkah Pemprov Jateng terus memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi dan dunia industri.

Penyerahan laporan dilakukan Kepala Perwakilan BPKP Jawa Tengah, Buyung Wiromo Samudra, kepada Ahmad Luthfi di kantor Gubernur, Selasa, 28 Oktober 2025.

“Untuk semester I ini, laporannya sudah relatif baik. Bahkan mengarah kepada pendidikan vokasi diarahkan untuk mengurangi pengangguran,” ucap Buyung.

Buyung mengatakan, hasil pengawasan menunjukkan upaya serius Pemprov Jawa Tengah dalam menekan angka pengangguran, melalui penguatan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Baca Juga :  Simpang Lima Kembali Bersih, Petugas Kebersihan Gerak Cepat Usai Pembukaan MTQ

“Salah satu yang kami temukan, kawasan industri butuh lulusan SMK tata busana atau untuk garmen. Vokasi kita (di Jawa Tengah) bayak otomotif dan komputer. Tapi secara umum sudah baik,” ujar Buyung.

Menurutnya, fokus pengawasan semester I tahun ini menyoroti empat aspek utama, yakni peningkatan akses dan kualitas lulusan vokasi, kemudian penguatan kualitas pendidikan dan pelatihan.

Selain itu juga optimalisasi penyerapan lulusan di kawasan industri, serta peran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam mendukung percepatan penurunan pengangguran.

Gubernur menyambut baik laporan tersebut. Pemprov Jateng yang gencar dalam menarik investor, juga memastikan agar investasi yang masuk mengutamakan padat karya.

Baca Juga :  Kepala Daerah Se-Jateng Manfaatkan Halalbihalal untuk Perkuat Koordinasi dan Percepat Pembangunan

“Kita kembangkan padat karya dengan harapan serapan tenaga kerja akan lebih banyak,” ujar Ahmad Luthfi.

Contoh yang sudah berjalan adalah sekolah vokasi di Kawasan Industri/Ekonomi Kendal. Selain itu, Pemprov juga memaksimalkan keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan kualitas SDM.

“Makanya salah satu jalan sekolah vokasi kita perbesar, BLK kita disambungkan dengan perusahaan. Sehingga secara tidak langsung akan menekan tingkat pengangguran terbuka,” tegasnya.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah (BPS Jateng) untuk Februari 2025: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,33 % dari total angkatan kerja. Menurun dari Agustus 2024 yang TPT-nya tercatat di angka 4,78 %.***

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban
Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik
641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas
97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism
Pertama di Indonesia, Kejaksaan Luncurkan Kartu Donor Darah Braille untuk Tunanetra
Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat
Nobar Kedua Timnas di Gubernuran, Dagangan UMKM Ludes Diserbu Penonton
884 Puskesmas Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik TBC Mulai Bulan Depan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:05 WIB

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban

Selasa, 29 September 2026 - 18:51 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik

Selasa, 29 September 2026 - 17:47 WIB

641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas

Selasa, 29 September 2026 - 17:41 WIB

97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism

Selasa, 29 September 2026 - 13:09 WIB

Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat

Berita Terbaru