Bisyaroh untuk Hafiz, Gus Yasin Harap APBD Jateng Penuh Keberkahan

- Reporter

Minggu, 1 Februari 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKALONGAN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan perhatian kepada para penghafal Al-Qur’an melalui pemberian bisyaroh (insentif). Ini bentuk apresiasi sekaligus ikhtiar menghadirkan keberkahan dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat memberikan sambutan Acara Wisuda Tahfidh Qur’an Pondok Pesantren Roudhlotul Qur’an, di Jetak Kidul, Wonopringo, Kabupaten Pekalongan, Minggu, 1 Februari 2026.

“Pemerintah memberikan bisyaroh kepada orang-orang yang menghafalkan Al-Qur’an. Perkiraan saya, supaya APBD Jawa Tengah biar berkah,” ujar Gus Yasin, panggilan akrabnya, mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

Ia menilai langkah tersebut diyakini dapat membawa keberkahan sehingga hasil pembangunan di Jawa Tengah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Gus Yasin menjelaskan perhatian pemerintah kepada para hafiz dan hafizah bukan sekadar bentuk penghargaan simbolik, melainkan bagian dari upaya menempatkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, keberkahan menjadi salah satu faktor penting yang membuat pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya bisa menjangkau masyarakat secara luas, meskipun dengan keterbatasan anggaran.

Baca Juga :  6,38 Juta Siswa di Jateng Dapat Pendidikan Koperasi, Pertama di Indonesia

Suami Hj.Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal) itu menuturkan, capaian santri dalam menghafal Al-Qur’an sebaiknya tidak berhenti pada momentum wisuda. Para santri didorong untuk terus melanjutkan dan memperdalam hafalan serta pemahaman, karena Al-Qur’an mengandung banyak cabang ilmu yang dapat menjadi bekal dalam berbagai aspek kehidupan.

Gus Yasin menekankan, hafalan Al-Qur’an tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengingat ayat, tetapi juga berkaitan dengan penghayatan terhadap makna dan kandungannya.

Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, dapat menjadi benteng bagi umat Islam sekaligus pedoman dalam berdakwah, bersikap, dan menjalani kehidupan bermasyarakat.

Ia juga menyampaikan harapan agar para orang tua terus mendampingi dan memotivasi putra-putrinya untuk menjaga serta meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an.

“Capaian putra-putri panjenengan jangan habis sampai di sini. Hafalan Al-Qur’an itu bukan hanya menghafal, tetapi di dalamnya ada turunan ilmu yang sangat luas,” katanya.

Baca Juga :  Gus Yasin Dukung Ijazah MDT Jadi Tambahan Poin Seleksi Masuk Sekolah

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Roudhlotul Qur’an Jetak Kidul, KH Habib Ali, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur Jawa Tengah dalam acara tersebut.

Ia berharap pengalaman belajar para santri di pesantren benar-benar menjadi sumber ilmu yang membawa keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat.

KH Habib Ali juga menilai kehadiran pemerintah dalam kegiatan keagamaan seperti wisuda tahfidh menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan pendidikan keagamaan di Jawa Tengah.

“Saya berharap pengalaman belajar di pondok pesantren ini menjadi sumber ilmu yang membawa berkah di dunia dan akhirat,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, terdapat tiga santri penghafal Al-Qur’an 30 juz yang menerima bisyaroh, yakni Ahmad Ro’in Tuqotullah, Siti Aisyah, dan Nurul Musthofi’ah.

Melalui apresiasi tersebut, Pemprov Jawa Tengah berharap semakin banyak generasi muda yang termotivasi untuk menghafal Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilainya, sehingga turut memperkuat dimensi spiritual dalam proses pembangunan di Jawa Tengah.*

Berita Terkait

Dari RPL JPT, Sekda Jateng Sumarno Gagas Kelanjutan Pendidikan Sekolah Rakyat
Apresiasi Penghafal Al-Qur’an, Pemprov Jateng Salurkan Bisyaroh Tanpa Ribet
Khatam Al-Qur’an, Taj Yasin Pesan Santri Jadi Teladan di Masyarakat
Ahmad Luthfi Pastikan Kuliah Mahasiswa NTT Tak Terhenti akibat Bencana
Santri Termuda Berusia 9 Tahun, Wagub Jateng Apresiasi 41 Penghafal Al-Qur’an
Kerja Sama dengan ACI Dijajaki, Santri Jateng Berpeluang Tempuh Pendidikan Hadis di Turki
Sekda Jateng Ajak Perguruan Tinggi Buka Peluang bagi Lulusan Sekolah Rakyat
Pesantren dan Kampus Bersinergi, Pemprov Jateng Perkuat Program Pesantren Obah

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 15:48 WIB

Apresiasi Penghafal Al-Qur’an, Pemprov Jateng Salurkan Bisyaroh Tanpa Ribet

Rabu, 9 September 2026 - 07:04 WIB

Khatam Al-Qur’an, Taj Yasin Pesan Santri Jadi Teladan di Masyarakat

Senin, 7 September 2026 - 17:18 WIB

Ahmad Luthfi Pastikan Kuliah Mahasiswa NTT Tak Terhenti akibat Bencana

Sabtu, 5 September 2026 - 19:32 WIB

Santri Termuda Berusia 9 Tahun, Wagub Jateng Apresiasi 41 Penghafal Al-Qur’an

Kamis, 3 September 2026 - 15:35 WIB

Kerja Sama dengan ACI Dijajaki, Santri Jateng Berpeluang Tempuh Pendidikan Hadis di Turki

Berita Terbaru