Banjir Semarang Mulai Surut, Gubernur Luthfi: Ini Hasil Kerja Bersama

- Reporter

Sabtu, 1 November 2025 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Banjir yang melanda daerah Kaligawe Kota Semarang mulai berangsur surut. Hal itu tak lepas dari kerja-kerja kolaboratif dan komperehensif oleh banyak pihak. Strategi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam menangani banjir agar dilakukan keroyokan dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota nampaknya membuahkan hasil.

“Banjir di Kaligawe Semarang hari ini sudah turun 15 cm. Kita doakan nanti semuanya berkurang,” kata Ahmad Luthfi.

Dikatakan, upaya penanganan banjir di Kaligawe dilakukan sinergi mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kota, TNI, hingga elemen masyarakat. Sebab, penanganan banjir di daerah tersebut membutuhkan upaya komprehensif banyak pihak.

Ia mencontohkan, genangan air di Kaligawe yang dialirkan ke Kolam Rentensi Temboyo perlu dibuang ke laut. Untuk membuangnya butuh operasional pompa yang banyak.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Kobarkan Semangat Atlet Jateng untuk Berprestasi di Pesonas

Maka dari itu, rapat koordinasi lintas sektoral dan langkah nyata sudah dilakukan beberapa hari lalu. Salah satu solusinya adalah penambahan kurang lebih 38 pompa untuk mengatasi banjir di Kaligawe.

“Ini adalah kerja kolaboratif yang harus kita lakukan bersama. Tanpa itu kita tidak bisa,” tegas Ahmad Luthfi.

Satgas pompanisasi penanganan banjir di Kota Semarang juga dibentuk. Tugasnya adalah memantau pompa-pompa yang tersebar di sejumlah titik.

“Jadi pompa-pompa yang sudah jalan mana, pompa yang perlu diperkuat mana, dan yang perlu modifikasi mana, sehingga secara terprogram itu terawasi, tidak dilepaskan apa adanya. Pompa itu kan mesin ya, mesin itu harus dijaga 1×24 jam, tidak bisa kita tinggal,” tegasnya.

Baca Juga :  MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah Angkat Standar Baru Lewat Inovasi Perhakiman dan Inklusivitas

Di samping semua langkah komprehensif itu, upaya pencegahan banjir juga terus disosialisasikan. Di antaranya masyarakat diberikan pemahaman atau pendidikan terkait situasi iklim dan cuaca, serta kondisi riil wilayah rawan banjir.

Selain itu, upaya pencegahan di kawasan garis pantai juga dilakukan Pemprov bersama Kabupaten/kota. Di antaranya melalui program Mageri Segoro, yaitu menanam mangrove di 17 kabupaten/kota dengan panjang garis pantai sekitar 970 km.

Masayarakat juga dihimbau untuk membiasakan tidak membuang sampah di sungai dan sembarangan.

Gubernur optimistis, apabila semua upaya itu dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh pihak, termasuk masyarakat, banjir yang saat ini melanda akan bisa dicegah atau diatasi.*

Berita Terkait

Antisipasi Banjir dan Longsor, PKK Jateng Latih Kader Tanggap Bencana
Bakti TNI AD untuk Rakyat, Ahmad Luthfi Resmikan Pembangunan Infrastruktur dan Rumah Layak Huni
Demi Keselamatan Pengendara, Jalur Penyelamat Kalijambe Dikebut hingga Akhir Tahun
Jateng Raih Peringkat Dua Nasional, Taj Yasin Genjot Wisata Ramah Muslim
Jumlah Perajin Menyusut, Nawal Yasin Ajak Anak Muda Lestarikan Batik
Peduli Warga Terdampak Kekeringan, BRI Purwodadi Distribusikan Bantuan Air Bersih
Kabar Dugaan OTT Bupati Klaten, Ahmad Luthfi Belum Tentukan Langkah Pemprov
Ahmad Luthfi Dorong Kampus Terlibat Langsung dalam Pengentasan Kemiskinan Jateng

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Antisipasi Banjir dan Longsor, PKK Jateng Latih Kader Tanggap Bencana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bakti TNI AD untuk Rakyat, Ahmad Luthfi Resmikan Pembangunan Infrastruktur dan Rumah Layak Huni

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Demi Keselamatan Pengendara, Jalur Penyelamat Kalijambe Dikebut hingga Akhir Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Jateng Raih Peringkat Dua Nasional, Taj Yasin Genjot Wisata Ramah Muslim

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Jumlah Perajin Menyusut, Nawal Yasin Ajak Anak Muda Lestarikan Batik

Berita Terbaru