Banjir Rendam Empat Daerah, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Ratusan Juta Rupiah

- Reporter

Minggu, 18 Januari 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat merespons banjir yang melanda Kendal, Batang, Pemalang, dan Kota Pekalongan. Bantuan logistik senilai ratusan juta rupiah langsung dikirim untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.

Bantuan tersebut didistribusikan pada Sabtu, 17 Januari 2026, sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng kepada pemerintah kabupaten/kota dalam memperkuat penanganan kebencanaan.

Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Imam Maskur, mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, agar pemerintah provinsi sigap hadir di tengah masyarakat saat terjadi bencana.

“Bantuan kami salurkan tidak hanya untuk Kendal, tetapi juga Batang, Pemalang, dan Kota Pekalongan. Hari ini seluruhnya sudah kami dropping,” kata Imam.

Baca Juga :  Produksi Daging Jateng Unggul, Kementan dan Pemprov Dorong Peningkatan Kualitas

Ia menjelaskan, besaran bantuan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masing-masing daerah terdampak, serta ketersediaan stok logistik di pemerintah kabupaten/kota.

Untuk Kabupaten Kendal, Pemprov Jateng menyalurkan bantuan senilai Rp 80.634.760. Kabupaten Batang menerima Rp 131.964.010, Kabupaten Pemalang Rp 171.390.415, dan Kota Pekalongan Rp 65.130.491. Seluruh bantuan diserahkan kepada dinas sosial setempat untuk dikelola lebih lanjut.

“Kendal masih memiliki stok logistik yang cukup, sedangkan Pemalang lebih besar karena persediaan menipis. Jika ke depan masih ada kekurangan, kami siap menambah bantuan,” ujarnya.

Adapun bantuan yang dikirimkan meliputi makanan siap saji, lauk pauk, tenda keluarga dan tenda serbaguna, kasur, selimut, family kit, hingga pakaian anak.

Selain bantuan logistik, Dinas Sosial Jateng juga mendirikan dapur umum di wilayah yang mengalami kesulitan pemenuhan kebutuhan pangan. Salah satunya di Kabupaten Pemalang dengan kapasitas produksi hingga 4.000 bungkus makanan per hari.

Baca Juga :  Semarang Punya Blok GM, Komunitas Nostalgia 90-an Disambut Wagub

Di luar dapur umum milik Pemprov Jateng, masyarakat setempat bersama relawan Tagana, Pramuka, dan unsur terkait juga mendirikan enam dapur umum mandiri. Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya pengungsian di wilayah tersebut.

Terkait puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026, Imam menegaskan, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi.

“Musim hujan masih panjang. Logistik bantuan kami siapkan, baik dari APBD Jawa Tengah maupun dukungan Kementerian Sosial. Termasuk santunan bagi korban meninggal dunia dan rumah hanyut, sudah kami koordinasikan,” ungkapnya.*

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban
Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik
641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas
97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism
Pertama di Indonesia, Kejaksaan Luncurkan Kartu Donor Darah Braille untuk Tunanetra
Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat
Nobar Kedua Timnas di Gubernuran, Dagangan UMKM Ludes Diserbu Penonton
884 Puskesmas Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik TBC Mulai Bulan Depan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:05 WIB

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban

Selasa, 29 September 2026 - 18:51 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik

Selasa, 29 September 2026 - 17:47 WIB

641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas

Selasa, 29 September 2026 - 17:41 WIB

97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism

Selasa, 29 September 2026 - 13:09 WIB

Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat

Berita Terbaru