Ahmad Luthfi Turun ke Pasar Sragen, Pantau Langsung Stabilitas Harga Pangan

- Reporter

Rabu, 18 Maret 2026 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SRAGEN – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) tetap terjaga. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung meninjau Pasar Bunder, Kabupaten Sragen, Rabu (18/3/2026), untuk memastikan harga tetap terkendali dan pasokan aman di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Ahmad Luthfi didampingi sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah. Kunjungan itu dilakukan sebagai langkah antisipatif pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi menjelang Lebaran.

Suasana Pasar Bunder Sragen tampak ramai oleh aktivitas masyarakat yang mulai berburu kebutuhan pokok menjelang Idulfitri. Lapak-lapak pedagang dipadati pembeli dan transaksi jual beli meningkat, terutama pada sejumlah komoditas pangan. Di sela peninjauan, Ahmad Luthfi juga berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli. Ia menanyakan harga sejumlah komoditas sekaligus memastikan kondisi pasokan di tingkat pasar tetap aman.

Interaksi hangat terlihat saat Ahmad Luthfi memborong sejumlah dagangan pedagang dan membagikannya kepada warga di sekitar pasar. Aksi tersebut disambut antusias masyarakat yang berada di lokasi.

“Pemprov punya aplikasi Siaga untuk memantau harga, tapi itu tidak cukup. Kita harus cek langsung di lapangan, recheck sampai final check, apalagi mendekati H-2 Lebaran, untuk memastikan tidak ada gejolak harga,” ujar Ahmad Luthfi.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Percepat Pembenahan Rawa Pening Lewat Kerja Sama Jepang

Menurutnya, terdapat dua indikator utama dalam menjaga stabilitas pangan, yakni ketersediaan dan keterjangkauan harga.

“Dua kuncinya itu ketersediaan dan keterjangkauan. Dua-duanya terpenuhi. Kalau ada kenaikan harga, itu masih dalam batas wajar karena permintaan masyarakat meningkat,” jelasnya.

Ia mencontohkan, harga cabai rawit yang sebelumnya sempat mendekati Rp 100.000 per kilogram, kini mulai turun ke kisaran Rp 70.000. Sementara harga daging sapi berada pada kisaran Rp 130.000 hingga Rp 140.000 per kilogram, tergantung kualitas, dan masih dalam batas normal.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras di Pasar Bunder terpantau stabil dan masih berada dalam rentang Harga Eceran Tertinggi (HET). Sementara itu, komoditas hortikultura seperti bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan bertahap akibat fluktuasi pasokan dan distribusi antarwilayah, serta meningkatnya permintaan selama Ramadan.

Namun secara umum, kondisi harga masih terkendali dan tidak ditemukan lonjakan yang signifikan. Pasokan bahan pokok juga dipastikan dalam kondisi aman.

Ahmad Luthfi menegaskan, apabila terjadi lonjakan harga di pasar tertentu, Pemprov Jawa Tengah akan segera melakukan intervensi melalui perangkat daerah dan BUMD pangan.

“Begitu ada kenaikan di salah satu pasar, langsung kita intervensi melalui dinas terkait dan BUMD. Mau itu daging, cabai, atau bawang, semua kita kendalikan supaya tidak terjadi lonjakan,” tegasnya.

Baca Juga :  Sido Muncul Raih CSR Award 2024, Bukti Kepedulian terhadap Masyarakat

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, Julie Emmy, menyampaikan, secara rerata harga komoditas penyumbang inflasi saat ini relatif stabil.

“Termasuk harga cabai rawit merah yang selalu jadi momok. Alhamdulillah semua turun, kemarin Rp 70 ribu sekarang Rp 65 ribu,” katanya.

Ia juga memastikan stok beras, baik premium maupun medium, dalam kondisi aman. Begitu pula stok Minyakita yang terus disuplai oleh Bulog ke pasar-pasar.

Selain pemantauan melalui aplikasi, pengendalian harga juga dilakukan dengan pengecekan langsung di lapangan serta intervensi pasar melalui PT Jateng Agro Berdikari (JTAB) sebagai BUMD pangan.

“JTAB melalui program Kendil dan Dishanpan lewat program Gerakan Pangan Murah (GPM),” ujarnya.

Direktur JTAB Totok Siswanto menambahkan, monitoring harga dilakukan setiap hari di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah sebagai dasar pengambilan langkah intervensi.

“Ketika terjadi kenaikan harga yang signifikan, kami langsung turun melalui operasi pasar. Seperti saat harga cabai sempat di atas Rp 100.000 per kilogram, dilakukan intervensi sehingga harga bisa kembali ditekan,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan akan terus memperkuat pemantauan harga, distribusi pasokan, serta intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang Lebaran.*

Berita Terkait

Pasar Semarang Sumbang 14 Persen Bisnis ARTUGO
Investasi Rp19,07 Triliun Mengalir ke Jateng, Pemerintah Siapkan Ekosistem Usaha
Pengeboran Panas Bumi Gunung Ungaran Ditargetkan Akhir 2028, Potensi 55 MW
Bantu Keluarga Keluar dari Kemiskinan, PKK-Baznas Jateng Beri Pelatihan Usaha
Transportasi Jateng Bertransformasi, Taksi Listrik Jadi Langkah Awal
GRANDE 2027 “Tahta Pesona Raya”, Ethica Group Perkuat Tren Sarimbit dan Jaringan Mitra
Potong Tumpeng HUT ke-27 SP PLN, Abrar Ali Tegaskan Perjuangan Hak Pekerja
Abrar Ali Kukuhkan Pengurus SP PLN UID Yogyakarta, Tekankan Komunikasi dan Kolaborasi

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Pasar Semarang Sumbang 14 Persen Bisnis ARTUGO

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Investasi Rp19,07 Triliun Mengalir ke Jateng, Pemerintah Siapkan Ekosistem Usaha

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Pengeboran Panas Bumi Gunung Ungaran Ditargetkan Akhir 2028, Potensi 55 MW

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Bantu Keluarga Keluar dari Kemiskinan, PKK-Baznas Jateng Beri Pelatihan Usaha

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:38 WIB

Transportasi Jateng Bertransformasi, Taksi Listrik Jadi Langkah Awal

Berita Terbaru