Ahmad Luthfi Perketat Pengisian Jabatan, Tekankan Manajemen Talenta

- Reporter

Senin, 21 September 2026 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ditegaskan bukan ruang untuk praktik titip menitip. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan pengisian jabatan dilakukan melalui mekanisme manajemen talenta, dengan mempertimbangkan kompetensi, rekam kinerja, dan hasil uji kompetensi.

Penegasan itu disampaikan Ahmad Luthfi seusai melantik dan mengambil sumpah/janji 22 pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan fungsional di Gradhika Bhakti Praja, Senin (21/9/2026).

“Tidak ada di wilayah Provinsi Jawa Tengah yang jabatan itu titip dan titip-titip. Jasa penitipan tidak boleh, apalagi titip-titip. Semuanya harus sesuai dengan manajemen talenta,” tegas Luthfi, yang memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin.

Menurut dia, jabatan dalam birokrasi tidak boleh ditentukan oleh faktor suka atau tidak suka. Penempatan pejabat harus didasarkan pada kebutuhan organisasi serta kemampuan seseorang dalam menjalankan tugas.

“Jangan menganggap jabatan itu karena suka dan tidak suka. Ini semua untuk kebutuhan organisasi dan itu hal yang wajar. Kalau sudah suka atau tidak suka, itu terkait dengan perasaan. Jabatan itu tidak boleh dengan perasaan,” katanya.

Luthfi mengatakan, mekanisme manajemen talenta diterapkan melalui sejumlah tahapan, antara lain asesmen, verifikasi, dan uji kompetensi. Proses tersebut, menurut dia, menjadi bagian penting untuk memastikan pengisian jabatan berlangsung secara transparan dan sesuai kebutuhan organisasi.

Baca Juga :  Transformasi Posyandu 6 SPM Dipercepat, Nawal Yasin Fokus Layanan Dasar

“Di Jawa Tengah sudah melalui tahapan namanya manajemen talenta. Di antaranya harus melalui asesmen, kemudian verifikasi, kemudian uji kompetensi dan lain sebagainya, sehingga semuanya transparan,” ujarnya.

Luthfi mengingatkan para pejabat yang dilantik bahwa jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui profesionalisme dan kinerja.

“Apa pun jabatannya itu amanah. Kalau itu tidak amanah, maka tidak berkah untuk diri sendiri maupun keluarga,” katanya.

Ia menjelaskan, pelantikan kali ini dilakukan antara lain untuk mengisi sejumlah jabatan yang ditinggalkan pejabat sebelumnya karena memasuki masa pensiun maupun sebab lainnya.

“Untuk angkatan sekarang adalah untuk mengisi jabatan-jabatan yang kosong, yang ditinggal, yang sudah pensiun,” ujarnya.

Proses pengisian jabatan tersebut telah mendapatkan persetujuan dan rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui mekanisme Manajemen Talenta sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, proses tersebut belum selesai. Luthfi menyebut masih terdapat sejumlah jabatan yang kosong dan sedang diproses melalui tahapan internal Pemprov Jateng sebelum diajukan kepada pemerintah pusat.

“Masih banyak, masih diproses. Prosesnya nanti digodok di tempat kita, diajukan ke BKN pusat, kemudian Mendagri, baru turun lagi ke tempat kita. Masih banyak yang belum terisi dan ini masih berproses,” katanya.

Selain soal pengisian jabatan, Luthfi meminta para pejabat yang baru dilantik memperkuat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah. Menurutnya, pembangunan tidak dapat dijalankan secara sektoral karena setiap perangkat daerah memiliki keterkaitan dalam mencapai target pembangunan Jawa Tengah.

Baca Juga :  Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkot Salatiga Salurkan 7,7 Ton Beras kepada Warga

Ia mencontohkan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Jawa Tengah sebagai gambaran kerja kolaboratif antarlembaga.

“ASN ibarat suatu gerbong pemerintah. Gerbong pemerintah ini menuju pada suatu tujuan yang telah direncanakan. Tahap demi tahap pembangunan kita berjalan dan berlanjut,” ujarnya.

Dalam pelantikan tersebut, enam pejabat pimpinan tinggi pratama resmi menduduki jabatan baru. Mereka adalah Uswatun Hasanah sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana; Endro Hudiyono sebagai Inspektur Provinsi Jawa Tengah; Ary Widiyantoro sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah; Andi Suryanto sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah; Linda Widiastuti Ariningrum sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah; serta Joko Mulyono sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa.

Selain enam pejabat pimpinan tinggi pratama, turut dilantik empat pejabat administrator, dua pejabat pengawas, dan 10 pejabat fungsional. Pengisian jabatan melalui manajemen talenta tersebut sekaligus menegaskan arah pembenahan birokrasi Pemprov Jateng. Jabatan diisi berdasarkan kebutuhan organisasi dan kapasitas aparatur, bukan melalui hubungan personal maupun praktik penitipan.*

Berita Terkait

Jateng Pimpin Konsolidasi Stunting Jabanusa, Luthfi Tekankan Pencegahan dari Hulu
407 Ton Solar Diduga Ilegal Digagalkan, Luthfi Tegaskan Lindungi Usaha Nelayan
Ratusan Ton Solar Diduga Ilegal, TNI AL Amankan SPOB Nurfaiza 03 di Semarang
Menuju Satu Dekade Borobudur Marathon, 1.100 Pelari Ramaikan Friendship Run Semarang
Jateng Peringkat Kedua MTQ Nasional, Taj Yasin Dorong Penguatan Kaderisasi
Tuan Rumah Sekaligus Runner Up, Jateng Torehkan Dua Prestasi di MTQ Nasional XXXI
MTQ Nasional XXXI Gerakkan Ekonomi dan Tebarkan Pesan Positif di Jateng
Tak Beranjak hingga Akhir, Ribuan Warga Khidmat Saksikan Final MTQ Nasional XXXI

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 18:28 WIB

Ahmad Luthfi Perketat Pengisian Jabatan, Tekankan Manajemen Talenta

Senin, 21 September 2026 - 16:32 WIB

Jateng Pimpin Konsolidasi Stunting Jabanusa, Luthfi Tekankan Pencegahan dari Hulu

Senin, 21 September 2026 - 14:58 WIB

407 Ton Solar Diduga Ilegal Digagalkan, Luthfi Tegaskan Lindungi Usaha Nelayan

Minggu, 20 September 2026 - 17:23 WIB

Menuju Satu Dekade Borobudur Marathon, 1.100 Pelari Ramaikan Friendship Run Semarang

Minggu, 20 September 2026 - 08:44 WIB

Jateng Peringkat Kedua MTQ Nasional, Taj Yasin Dorong Penguatan Kaderisasi

Berita Terbaru

Bisnis

Jepang Butuh Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Teruji

Senin, 21 Sep 2026 - 15:19 WIB