Luthfi Dorong Pembangunan Dry Port, Target Rampung Dua Tahun

- Reporter

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat penguatan infrastruktur penunjang logistik kawasan industri di wilayahnya. Salah satunya melalui rencana pembangunan dry port (pelabuhan darat) di sejumlah tempat.

Guna mematangkan konsep tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) memboyong sejumlah pengelola kawasan industri, BUMD, hingga dinas terkait untuk melakukan studi komparatif ke Cikarang Dry Port, Kabupaten Bekasi, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Luthfi mengatakan, kunjungannya tersebut untuk melihat gambaran secara komprehensif bagaimana efektivitas dry port untuk mendukung pergerakan logistik di kawasan industri. Mengingat sekitar 70% kontainer di Jawa Tengah pengirimannya masih banyak ke Jakarta dan Surabaya.

Baca Juga :  Jateng Perkuat Literasi Keuangan Desa, Bentengi Warga dari Pinjol Ilegal

“Untuk menopang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang kurang maksimal, salah satu solusinya adalah pembangunan dry port,” katanya usai meninjau dan berdiskusi dengan pengelola dry port Cikarang.

Terkait pembangunan dry port di Jawa Tengah, kata Ahmad Luthfi, sudah ada dua gambaran lokasi dengan luas masing-masing sekitar 50 hektare. Yaitu di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan di Weleri, Kendal.

Sejauh ini pembangunan dry port di Batang sudah ada perjanjian kesepahaman antara PT KAI, Pelindo, KITB, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), dan BUMD Batang. Saat ini sudah memasuki tahap studi kelayakan dan pemilihan konsultan perencana.

Baca Juga :  Semarang Jadi Contoh, Gubernur Ajak Daerah Lain Gelar Forum Bisnis Serupa

“Yang sudah kita kerjakan sekarang adalah di KITB, sudah MoU, tapi juga nunggu perkembangan situasi. Prinsipnya, dua tahun ke depan dry port harus jadi,” katanya.

Direktur Cikarang Dry Port, Noor Yusuf, mengatakan Cikarang Dry Port sudah beroperasi sejak tahun 2010 dan melayani sekitar 500 perusahaan yang memanfaatkan ekspor-impor, mulai dari Tangerang, Cikampek, hingga Bandung.

“Konsep dry port ini memiliki fasilitas lebih luas, termasuk storage (tempat penyimpanan). Jababeka juga sedang menyiapkan rencana pembangunan dry port di Weleri, Kendal,” ucapnya.***

Berita Terkait

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau
Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot
Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027
Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci
Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia
GIIAS Semarang 2026, Pasar Otomotif dan PAD Jateng Berpeluang Tumbuh
Jepang Butuh Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Teruji
Jateng Tarik Investasi Tiongkok Rp4,55 Triliun, 213 Ribu Tenaga Kerja Terserap

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:15 WIB

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau

Senin, 28 September 2026 - 16:14 WIB

Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot

Minggu, 27 September 2026 - 23:03 WIB

Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027

Kamis, 24 September 2026 - 17:29 WIB

Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci

Selasa, 22 September 2026 - 21:42 WIB

Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia

Berita Terbaru