Taj Yasin Minta Kasus Perundungan Dicegah Sejak Dini

- Reporter

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyatakan, kasus perundungan (bullying) masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang perlu diatasi oleh semua pihak.

Hal ini menyusul adanya kasus bullying di Jateng, termasuk kasus dugaan bullying siswa MTs di Kabupaten Pati dan kasus di Kabupaten Pemalang.

Oleh karenanya, Ia meminta kepada semua pihak terlibat dalam upaya pencegahan. Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup dilakukan lingkungan sekolah. Tetapi harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari keluarga, masyarakat, hingga lembaga pendidikan, termasuk pesantren.

“Bullying ini menjadi PR kita bersama. Bukan hanya di sekolah-sekolah, tetapi juga sampai ke pesantren. Karena itu, kita harus betul-betul melakukan langkah pencegahan dan edukasi,” kata Taj Yasin, usai menghadiri Rapat Koordinasi Daerah Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Kamis, 6 Agustus 2026.

Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Yasin menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mendorong berbagai upaya preventif. Termasuk salah satunya melalui Forum Anak Pesantren sebagai ruang edukasi dan partisipasi anak dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Jateng Ungkap Kesejahteraan Guru Kunci Pendidikan Berkualitas

Selain itu, pendidikan karakter dan pencegahan perundungan juga mulai diperkuat sejak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Kemarin saat Rapat Koordinasi PAUD, kami menyampaikan bahwa salah satu yang harus dibekali kepada para guru adalah bagaimana menciptakan suasana yang nyaman bagi anak-anak. Jangan sampai mereka diberikan beban yang berlebihan,” ujarnya.

Taj Yasin menilai, setiap kasus bullying harus ditangani dengan melihat akar persoalannya. Lingkungan tempat anak tumbuh dan berinteraksi perlu dianalisis agar penyebab perundungan dapat diidentifikasi secara tepat.

“Permasalahan itu harus kita analisis. Jangan-jangan sumbernya ada di lingkungan sekitar, kemudian terbawa ke sekolah. Karena itu, penanganannya tidak bisa hanya dilakukan di lingkungan sekolah saja,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang intensif antara sekolah dan orang tua dalam memantau perkembangan perilaku anak, baik di lingkungan pendidikan maupun di rumah.

Baca Juga :  MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah Angkat Standar Baru Lewat Inovasi Perhakiman dan Inklusivitas

“Kita harapkan sekolah-sekolah memiliki komunikasi yang baik dengan orang tua. Bagaimana perilaku anak di sekolah dan bagaimana perilaku mereka di rumah harus saling diketahui. Dengan begitu, potensi bullying bisa ditekan sejak dini,” ujar Taj Yasin.

Menurut dia, meningkatnya laporan atau pengaduan terkait kasus perundungan justru menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk melaporkan setiap dugaan kekerasan terhadap anak.

“Dengan adanya aduan-aduan ini saya justru senang. Artinya, semakin banyak yang berani melapor, semakin banyak pula kasus yang bisa kita tangani. Itu menunjukkan kepedulian masyarakat semakin baik,” kata Taj Yasin.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat terus memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan sehingga anak-anak di Jawa Tengah dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.***

Berita Terkait

Jateng Antar Delapan Juara MTQ Nasional ke Tanah Suci
Jateng Bersholawat, Rayakan Lompatan Prestasi dan Sukses MTQ Nasional XXXI
Pameran Virtual Jateng Sajikan Arsip Kolonial dan Kisah Kopi Jawa
Nobar Timnas Indonesia, Gubernur Luthfi Siapkan Layar Besar dan Doorprize
Jateng Targetkan Kemiskinan Turun ke 8,70 Persen pada Akhir 2026
Jateng Jadi Model Nasional Percepatan Penurunan Stunting, Demak-Semarang Jadi Rujukan
Ahmad Luthfi Perketat Pengisian Jabatan, Tekankan Manajemen Talenta
Jateng Pimpin Konsolidasi Stunting Jabanusa, Luthfi Tekankan Pencegahan dari Hulu

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 07:41 WIB

Jateng Antar Delapan Juara MTQ Nasional ke Tanah Suci

Kamis, 24 September 2026 - 07:33 WIB

Jateng Bersholawat, Rayakan Lompatan Prestasi dan Sukses MTQ Nasional XXXI

Kamis, 24 September 2026 - 06:29 WIB

Pameran Virtual Jateng Sajikan Arsip Kolonial dan Kisah Kopi Jawa

Rabu, 23 September 2026 - 15:54 WIB

Nobar Timnas Indonesia, Gubernur Luthfi Siapkan Layar Besar dan Doorprize

Rabu, 23 September 2026 - 15:45 WIB

Jateng Targetkan Kemiskinan Turun ke 8,70 Persen pada Akhir 2026

Berita Terbaru

Daerah

Jateng Antar Delapan Juara MTQ Nasional ke Tanah Suci

Kamis, 24 Sep 2026 - 07:41 WIB