Investasi KEK Kendal Moncer, Jateng Siapkan Proyek Kawasan Industri Baru

- Reporter

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Keberhasilan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal menjadi modal penting bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menarik investasi baru.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin, kini membidik perusahaan asal Singapura, Sembcorp Industries, agar memperluas investasinya dengan membangun kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus baru di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Langkah tersebut mengemuka dalam pertemuan Ahmad Luthfi dengan Chief Operating Officer (COO) Sembcorp Industries Gareth Wong di Semarang, Selasa malam (21/7/2026).

Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis yang telah terjalin sejak 2016 sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor kawasan industri.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan, keberhasilan Sembcorp mengelola KEK Kendal menjadi dasar kuat bagi Pemprov Jateng untuk menawarkan proyek kawasan industri berikutnya.

“Selama ini Sembcorp Industries menjadi pengelola KEK Kendal bersama Jababeka. Karena pengembangannya berjalan baik, Pak Gubernur berharap perusahaan ini kembali berinvestasi membangun kawasan industri baru di Jawa Tengah. Potensi lokasinya sudah kami tawarkan,” kata Sakina.

Baca Juga :  PGN Perkuat Langkah Preventif, Gandeng TNI AD Amankan Jaringan Gas

Menurut dia, arahan Gubernur Ahmad Luthfi untuk memperluas kawasan industri telah ditindaklanjuti melalui pemetaan sejumlah kabupaten dan kota yang memenuhi syarat sebagai lokasi pengembangan.

Selain menyiapkan lahan minimal 50 hektare, pemerintah juga telah menyusun kajian kelayakan hingga investment project ready to offer sehingga proyek dapat langsung ditawarkan kepada investor.

“Saat ini sudah ada enam lokasi yang disiapkan menjadi kawasan industri. Beberapa di antaranya bahkan sudah mulai mendapatkan sounding atau penjajakan minat dari calon investor,” ujarnya.

Bagi Pemprov Jawa Tengah, pengembangan kawasan industri bukan sekadar membangun kawasan baru, melainkan strategi memperluas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja di berbagai daerah. Selama ini, kawasan industri terbukti menjadi magnet utama bagi masuknya investasi berskala besar.

Sembcorp Industries pun melihat peluang tersebut. COO Sembcorp Industries, Gareth Wong, mengatakan, Jawa Tengah memiliki prospek yang sangat menjanjikan untuk menjadi bagian dari jaringan kawasan industri regional yang sedang dikembangkan perusahaan.

“Kami ingin membangun poros Vietnam, Singapura, dan Indonesia. Jawa Tengah sangat menarik untuk menjadi bagian dari jaringan itu,” kata Gareth.

Sembcorp sendiri telah mengembangkan 26 kawasan industri di Singapura dan Vietnam. Indonesia, khususnya Jawa Tengah, dipandang memiliki potensi besar untuk menjadi tujuan ekspansi berikutnya.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Serukan Sinergi Kadin untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem Jateng

Pertemuan tersebut juga menjadi tindak lanjut dari pembahasan pada Agustus 2025 mengenai rencana perluasan KEK Kendal.

Saat ini, pengembangan kawasan tersebut telah memasuki tahap realisasi dengan perluasan area dan masuknya perusahaan-perusahaan baru.

Data menunjukkan, hingga akhir 2025 akumulasi investasi di KEK Kendal telah mencapai Rp 187,05 triliun.

Sementara sepanjang Januari hingga Juli 2026, realisasi investasi telah menyentuh sekitar Rp 6 triliun atau dua pertiga dari target tahunan sebesar Rp 9 triliun.

Dampaknya tidak hanya terlihat dari nilai investasi. Hingga triwulan I 2026, KEK Kendal telah menyerap hampir 118 ribu tenaga kerja dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal hingga sekitar 9 persen, tertinggi di Jawa Tengah.

Menurut Gareth, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa Jawa Tengah memiliki ekosistem investasi yang semakin kompetitif.

“Ada banyak potensi yang bisa dikembangkan. Indonesia, khususnya Jawa Tengah, akan semakin menarik pada masa depan. Kami melihat Indonesia sebagai kawasan dengan prospek yang sangat kuat,” ujarnya.***

Berita Terkait

Buka Tegal Business Forum, Luthfi Minta Kepala Daerah Jadi Marketing Manager
Danantara Tinjau PKM dan Ruang Pintar PNM, Perkuat Ekonomi Rakyat di Mojokerto
Jateng Kembali Dipercaya Investor Global, Luthfi Resmikan Pabrik DKV Printing Indonesia
BRI Peduli Rampungkan Renovasi Tempat Wudhu dan Toilet Musholla Polines
Peternakan Sapi Perah Terbesar di Indonesia Dibangun di Jateng, Investasi Rp1,2 Triliun
LG Loves School Dukung Pembelajaran Berbasis Teknologi Di SMKN 2 Tangerang Selatan
Desa Ayamputih Mulai Bangkit, Pendampingan Pemprov Jateng Hadirkan Peluang Kerja Baru
Heri Pudyatmoko Dukung Rencana Revitalisasi 72 Ribu Hektare Tambak di Pantura Jateng

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:48 WIB

Investasi KEK Kendal Moncer, Jateng Siapkan Proyek Kawasan Industri Baru

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:36 WIB

Buka Tegal Business Forum, Luthfi Minta Kepala Daerah Jadi Marketing Manager

Rabu, 22 Juli 2026 - 05:59 WIB

Danantara Tinjau PKM dan Ruang Pintar PNM, Perkuat Ekonomi Rakyat di Mojokerto

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:41 WIB

Jateng Kembali Dipercaya Investor Global, Luthfi Resmikan Pabrik DKV Printing Indonesia

Senin, 20 Juli 2026 - 20:37 WIB

BRI Peduli Rampungkan Renovasi Tempat Wudhu dan Toilet Musholla Polines

Berita Terbaru