Menko Polkam: Natuna adalah Etalase Indonesia, Prajurit Harus Jaga Kehormatan Bangsa

- Reporter

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Natuna – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago meninjau pasukan Yon Komposit 1/Gardapati serta prajurit TNI dan Polri yang bertugas di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Menko Polkam juga meninjau Gugus Tempur Laut Komando Armada I (Guspurla Koarmada I) guna memastikan kesiapan pertahanan dan keamanan di wilayah perbatasan utara Indonesia, Kamis (2/7/2026).

Di hadapan prajurit Yon Komposit 1/Gardapati, Marinir, dan Polri, Menko Polkam menegaskan bahwa penugasan di Natuna merupakan amanah strategis karena berada di garda terdepan yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara. Oleh karena itu, setiap personel dituntut menjaga profesionalisme, disiplin, dan kekompakan dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Tugasmu bukan tugas sembarangan, tidak sama dengan tugas di daerah lain. Kalian di sini menjaga kedaulatan kita. Seluruh unsur Angkatan Darat, Laut, Udara, dan Kepolisian harus kompak semua. Bangsa menunggu hasil dari tugasmu di sini,” tegas Menko Polkam.

Menko Polkam juga menyampaikan salam dan pesan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada seluruh prajurit yang bertugas di Natuna agar senantiasa menjaga kesehatan, meningkatkan solidaritas, dan memperkuat sinergi antarmatra. Menurutnya, Presiden berulang kali menekankan bahwa kekokohan negara sangat bergantung pada soliditas TNI dan Polri sebagai pilar utama penjaga kedaulatan bangsa.

“Salam beliau adalah selamat bertugas, jaga kesehatan dan kekompakan kalian. Tugas kita masih belum akan selesai, ke depan mungkin akan semakin banyak,” ujar Menko Polkam menyampaikan pesan Presiden.

Baca Juga :  Ombudsman RI Puji Pemprov Jateng, Aduan Penerimaan Murid Baru Berkurang Drastis

Selain itu, Menko Polkam mengingatkan seluruh prajurit agar senantiasa memegang teguh sumpah prajurit dan menjaga nama baik Indonesia. Ia menegaskan bahwa Natuna merupakan wilayah strategis yang menjadi etalase terdepan Indonesia sehingga setiap tindakan prajurit akan memengaruhi cara pandang negara-negara di kawasan terhadap Indonesia.

“Kalian yang bertugas di wilayah ini berhadapan langsung dengan negara-negara lain. Apa yang kalian perbuat di sini akan sangat berpengaruh pada pandangan negara-negara sekitar terhadap Indonesia. Apa yang kalian lihat, apa yang kalian lakukan, akan menentukan tingkat penghargaan orang asing kepada bangsa kita,” tegasnya.

Menko Polkam juga mengingatkan bahwa kesiapan tempur hanya dapat dibangun melalui latihan yang berkesinambungan. Menurutnya, seorang prajurit harus selalu meningkatkan kemampuan dan profesionalismenya agar siap menghadapi setiap tantangan dalam menjaga kedaulatan negara.

“Ingat, tentara kalau tidak bertempur, ya berlatih. Tidak mungkin seorang prajurit mampu melaksanakan tugasnya tanpa latihan. Karena itu, teruslah berlatih, tingkatkan kemampuan, dan siapkan diri menghadapi setiap tantangan yang mungkin terjadi,” tegas Menko Polkam.

Ia kembali menegaskan bahwa sebagaimana arahan Presiden, kekuatan bangsa sangat bergantung pada kekompakan TNI dan Polri. Oleh karena itu, seluruh prajurit diminta terus menjaga soliditas serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Presiden berulang-ulang menyampaikan bahwa tulang punggung negara ini betul-betul tergantung kepada kekokohan dan kekompakan TNI dan Polri. Kalau dua tiang ini kokoh, negara kita menjadi kuat. Oleh karena itu, jaga betul kedaulatan kita di sini dan laksanakan tugas dengan baik,” jelasnya.

Baca Juga :  Gubernur Ahmad Luthfi Salut pada Kiprah 13 Tokoh Inspiratif Jateng

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Menko Polkam juga meninjau Gugus Tempur Laut Komando Armada I (Guspurla Koarmada I) dan menerima paparan dari Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali beserta jajaran mengenai kondisi keamanan maritim terkini, kesiapan operasional, serta berbagai tantangan strategis di wilayah Laut Natuna Utara.

Menko Polkam menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat koordinasi antar kementerian dan lembaga guna memastikan sistem pertahanan dan keamanan maritim berjalan optimal. Penguatan kesiapsiagaan di wilayah perbatasan tidak hanya penting untuk menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjamin keamanan pelayaran, perdagangan, perikanan, serta pemanfaatan sumber daya laut sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan.

Guspurla Koarmada I merupakan Komando Pelaksana Operasi (Kolaksops) di bawah Panglima Koarmada I yang berkedudukan di Fasilitas Pelabuhan TNI AL Selat Lampa, Natuna. Satuan ini memiliki peran strategis dalam melaksanakan operasi tempur laut dan amfibi, proyeksi kekuatan, serta penegakan hukum di laut guna menjaga stabilitas keamanan maritim dan memastikan tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di Laut Natuna Utara.

Selama kunjungan kerja di Natuna, Menko Polkam didampingi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, Bupati Natuna Cen Sui Lan, serta pejabat Kemenko Polkam, di antaranya Sesmenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, para Deputi II, III, dan IV, serta Staf Khusus Menko Polkam.***

Berita Terkait

Lepas Djamari, Menko Polkam Dudung Langsung Fokus Hadapi Sejumlah Tantangan Strategis Nasional
Hujan Belum Merata, Pemerintah Tetap Waspada Hadapi Ancaman Karhutla
Pemerintah Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, 96 Korporasi Diproses
Karhutla Picu Dampak Kesehatan, Pemerintah Perkuat Layanan dan Edukasi
Jawa Tengah Runner Up MTQ Nasional XXXI, Luthfi: Ini Usaha yang Luar Biasa
Penutupan MTQ Nasional XXXI di Simpanglima Disiapkan Penuh Kejutan
Ahmad Luthfi Dorong RUU Reforma Agraria Selesaikan Konflik Lahan di Jateng
Tantangan Peserta Tafsir Bahasa Inggris MTQ Nasional: Kuasai Arab, Indonesia, dan Inggris

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Lepas Djamari, Menko Polkam Dudung Langsung Fokus Hadapi Sejumlah Tantangan Strategis Nasional

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Hujan Belum Merata, Pemerintah Tetap Waspada Hadapi Ancaman Karhutla

Selasa, 29 September 2026 - 19:39 WIB

Pemerintah Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, 96 Korporasi Diproses

Selasa, 22 September 2026 - 19:48 WIB

Karhutla Picu Dampak Kesehatan, Pemerintah Perkuat Layanan dan Edukasi

Minggu, 20 September 2026 - 06:56 WIB

Jawa Tengah Runner Up MTQ Nasional XXXI, Luthfi: Ini Usaha yang Luar Biasa

Berita Terbaru