Ahmad Luthfi Apresiasi Keberanian Mahasiswa Menyuarakan Kritik

- Reporter

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghargai semangat mahasiswa dalam menyampaikan pendapat atau kritik terhadap pemerintah.

Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam pembukaan Training Raya Akbar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang di Balai Diklat Kementerian Agama RI, Kota Semarang, Selasa, 30 Juni 2026.

“Mahasiswa di kampus bebas untuk berekspresi. Mahasiswa juga berhak menyampaikan pendapat di muka umum, itu ada undang-undangnya. Saya menghargai itu sebagi bentuk kepedulian adik-adik mahasiswa kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Walakin, penyampaian pendapat, aspirasi, dan kritik itu perlu dilakukan dengan etika, norma, dan undang-undang yang ada. Jangan sampai aspirasi disampaikan dengan cara yang melanggar aturan.

Dalam kesempatan itu, Luthfi melecut semangat para mahasiswa agar memberikan kontribusi berupa gagasan bagi pembangunan bangsa dan negara.

Baca Juga :  Taj Yasin Minta Santri Jadi Pelopor Konten Edukatif di Ruang Digital

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Mempunyai energi lebih. Jadi energi lebih ini harus disalurkan dengan banyak menyampaikan ide-ide konstruktif,” kata dia.

Apalagi, situasi dunia terus berubah; mulai dari geopolitik, ekonomi, tuntutan kualitas sumber daya manusia yang unggul, hingga perkembangan artificial intelligence (AI).

“Belum lagi dampak geopolitik dunia dari adanya perang Ukraina-Rusia, konflik Timur Tengah, dan perang Iran-Amerika Serikat dan Israel. Lalu sekarang ada juga tekanan fiskal yang membuat kepala daerah harus lebih kreatif dalam membangun daerahnya,” jelasnya.

Di tengah semua persoalan tersebut, lanjut Luthfi, kolaborasi semua komponen masyarakat menjadi sangat penting. Termasuk dalam kerja-kerja pembangunan di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Taj Yasin Tekankan Pentingnya Persatuan Santri dan Nilai Tradisi Pesantren

Pemerintah daerah dalam membangun tidak bisa hanya mengandalkan APBD dan pendapatan asli daerah. Maka dari itu perlu adanya suntikan ide dan kreativitas dari berbagi pihak.

“Kita gandeng semua, termasuk mahasiswa. Kita harus ciptakan Jawa Tengah yang adem ayem,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Semarang M Nabil Muallif mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan tersebut untuk membentuk kader-kader yang dapat menjadi penentu daya saing bangsa.

Menurutnya, tantangan global seperti krisis geopolitik hingga disrupsi teknologi harus bisa dijawab oleh generasi muda. Ia juga menekankan bahwa mahasiswa siap untuk diajak berkolaborasi dalam rangka membangun daerah dan negara.***

Berita Terkait

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Jateng Tetapkan 52 Sekolah Adiwiyata 2026
Taj Yasin Dorong Santri Bangun Kepemimpinan dengan Ilmu, Amal, dan Riyadhah
Dari RPL JPT, Sekda Jateng Sumarno Gagas Kelanjutan Pendidikan Sekolah Rakyat
Apresiasi Penghafal Al-Qur’an, Pemprov Jateng Salurkan Bisyaroh Tanpa Ribet
Khatam Al-Qur’an, Taj Yasin Pesan Santri Jadi Teladan di Masyarakat
Ahmad Luthfi Pastikan Kuliah Mahasiswa NTT Tak Terhenti akibat Bencana
Santri Termuda Berusia 9 Tahun, Wagub Jateng Apresiasi 41 Penghafal Al-Qur’an
Kerja Sama dengan ACI Dijajaki, Santri Jateng Berpeluang Tempuh Pendidikan Hadis di Turki

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 14:05 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Jateng Tetapkan 52 Sekolah Adiwiyata 2026

Rabu, 16 September 2026 - 16:58 WIB

Taj Yasin Dorong Santri Bangun Kepemimpinan dengan Ilmu, Amal, dan Riyadhah

Selasa, 15 September 2026 - 16:51 WIB

Dari RPL JPT, Sekda Jateng Sumarno Gagas Kelanjutan Pendidikan Sekolah Rakyat

Kamis, 10 September 2026 - 15:48 WIB

Apresiasi Penghafal Al-Qur’an, Pemprov Jateng Salurkan Bisyaroh Tanpa Ribet

Rabu, 9 September 2026 - 07:04 WIB

Khatam Al-Qur’an, Taj Yasin Pesan Santri Jadi Teladan di Masyarakat

Berita Terbaru