Sosialisasi Kebijakan LPG 3 KG: Pangkalan Resmi untuk Harga yang Lebih Terjangkau

- Reporter

Senin, 3 Februari 2025 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Per 1 Februari nanti, LPG 3 KG hanya disalurkan melalui pangkalan, sehingga sudah tidak ada lagi pengecer. Foto : Dok.Pertamina

Per 1 Februari nanti, LPG 3 KG hanya disalurkan melalui pangkalan, sehingga sudah tidak ada lagi pengecer. Foto : Dok.Pertamina

Semarang – Pemerintah mengambil kebijakan baru mengenai penyaluran LPG 3 KG atau yang lebih dikenal dengan gas melon. Per 1 Februari nanti, LPG 3 KG hanya disalurkan melalui pangkalan, sehingga sudah tidak ada lagi pengecer.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno berharap, kebijakan baru tersebut akan mengatasi 3 persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat, yakni, kelangkaan, perbedaan harga dan ketepatan sasaran.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri dan membuka Sosialisasi Kebijakan Penyaluran LPG 3 KG di Kantor Disperindag Jateng, Kamis (30/2/2025).

Sosialisasi yang digelar secara luring dan daring itu, diikuti oleh jajaran dinas terkait dari pemerintah kabupaten/kota, serta kepala desa dan lurah se-Jawa Tengah. Executive GM Pertamina Patra Niaga, Ariwibawa juga hadir sebagai narasumber.

Sumarno mengatakan, kebijakan penyaluran gas melon melalui pangkalan ini, bertujuan melindungi masyarakat. Salah satunya terkait disparitas harga yang tinggi di tingkat pengecer.

“Sebenarnya kalau produk subsidi, harusnya harganya sama. Dengan konsep tidak ada pengecer ini, tentu saja supaya harganya bisa terkendali sesuai yang ditetapkan pemerintah,” tegasnya.

Baca Juga :  Jawa Tengah Catatkan Inflasi Rendah di 2024, Pertumbuhan Ekonomi Terkendali

Tujuan berikutnya, lanjut Sumarno, agar sasaran penggunaan LPG 3 KG ini tepat, yakni ditujukan bagi masyarakat kurang mampu.

“Siapa yang berhak memperoleh, itulah yang memperoleh. Jadi jangan sampai masyarakat yang tidak berhak mendapat subsidi, justru memanfaatkan lebih banyak,” katanya.

Sumarno berharap, dengan harga yang sesuai ketetapan pemerintah dan penyaluran yang tepat sasaran, dapat mengurangi terjadinya kelangkaan.

“Harapannya ke depan, masyarakat yang membutuhkan tidak ada istilah kelangkaan. Karena yang berhak memang mereka,” tandasnya.

Sumarno berpesan kepada para kepala desa dan lurah yang turut serta dalam acara tersebut, agar menginformasikan kebijakan penyaluran LPG 3 KG yang baru ini, kepada warganya.

“Mudah-mudahan nanti bisa berjalan dengan baik, karena yang menjadi sasaran lebih banyak di desa, karena pemanfaatan LPG 3 KG banyak di desa-desa.

Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari menuturkan, acara ini diikuti total 695 peserta, baik daring maupun luring.

Baca Juga :  Tragedi di Balik Pesta Demokrasi: BPJS Ketenagakerjaan Berikan Santunan untuk Dua Pengawas yang Gugur

“Diharapkan perubahan ini tidak menimbulkan panic buying dan masalah di daerah,” ucapnya.

Terpisah, Taufiq Kurniawan, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mengatakan, secara prinsip Pertamina Patra Niaga akan menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM maupun pemerintah daerah, dalam hal ini Provinsi Jawa Tengah terkait distribusi LPG 3 kg. Masyarakat dihimbau untuk membeli langsung di Pangkalan resmi.

“Bagi masyarakat, pembelian di Pangkalan resmi LPG 3 kg tentu lebih murah harganya dibandingkan pengecer, karena harga yang di jual sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah daerah masing-masing wilayah,” tutur Taufiq.

Sementara, pendistribusian LPG 3KG di Jawa Tengah didukung 757 agen dan 55.715 pangkalan yang tersebar di 8.564 desa. Artinya rata-rata setiap desa terdapat 6 pangkalan.***

Berita Terkait

Pasar Semarang Sumbang 14 Persen Bisnis ARTUGO
Investasi Rp19,07 Triliun Mengalir ke Jateng, Pemerintah Siapkan Ekosistem Usaha
Pengeboran Panas Bumi Gunung Ungaran Ditargetkan Akhir 2028, Potensi 55 MW
Bantu Keluarga Keluar dari Kemiskinan, PKK-Baznas Jateng Beri Pelatihan Usaha
Transportasi Jateng Bertransformasi, Taksi Listrik Jadi Langkah Awal
GRANDE 2027 “Tahta Pesona Raya”, Ethica Group Perkuat Tren Sarimbit dan Jaringan Mitra
Potong Tumpeng HUT ke-27 SP PLN, Abrar Ali Tegaskan Perjuangan Hak Pekerja
Abrar Ali Kukuhkan Pengurus SP PLN UID Yogyakarta, Tekankan Komunikasi dan Kolaborasi

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Pasar Semarang Sumbang 14 Persen Bisnis ARTUGO

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Investasi Rp19,07 Triliun Mengalir ke Jateng, Pemerintah Siapkan Ekosistem Usaha

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Pengeboran Panas Bumi Gunung Ungaran Ditargetkan Akhir 2028, Potensi 55 MW

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Bantu Keluarga Keluar dari Kemiskinan, PKK-Baznas Jateng Beri Pelatihan Usaha

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:38 WIB

Transportasi Jateng Bertransformasi, Taksi Listrik Jadi Langkah Awal

Berita Terbaru