Taj Yasin: Sertifikasi Halal Kunci Gaya Hidup Sehat dan Daya Saing Produk

- Reporter

Rabu, 22 April 2026 - 06:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Konsep halal kini menjadi trend gaya hidup yang digemari masyarakat. Halal yang dalam Al Quran berkaitan dengan toyyiban ini merupakan gaya hidup untuk kesehatan.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, usai memberikan sambutan dalam Sosialisasi Sertifikasi Halal dan Sinkronisasi Target Sertifikat Halal di Jawa Tengah, Selasa, 21 April 2026,di Gedung Grhadika Bakti Praja Semarang.

“Halal ini sebenarnya lifestyle untuk sehat. Masyarakat Eropa, Amerika dan Barat, saat ini juga mendorong ke sana,” katanya.

Karenanya, Wagub mendorong pengusaha di Jawa Tengah untuk memiliki pengesahan halal dari produk yang dihasilkan. Apalagi, pengurusan sertifikasi halal tidak lah mahal. Cukup dengan Rp 230 ribu, pengusaha dapat memperoleh sertifikat tersebut melalui prosedur resmi.

Gus Yasin, sapaan akrabnya, mengakui jika banyak yang belum tahu cara mengurus sertifikasi halal. Melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang kini berkantor di Jawa Tengah, masyarakat bisa langsung datang dan mengurus pengesahan produk halal.

“Langsung datang ke kantor BPJPH dan nantinya bisa tahu apa saja dan lebih murah karena hanya butuh biaya Rp 230 ribu,” ujarnya.

Dia mencontohkan, pada saat Covid 19, tubuh rentan terpapar jika tidak memiliki ketahanan. Penyebab dari penyakit salah satunya adalah gaya hidup dalam hal makan.

Baca Juga :  Dukung Pendidikan, Telkomsel Luncurkan Program Donasi Tas Sekolah

“Waktu saya ke Belanda, teman-teman membahas ini bersama masayarakat Belanda dan Jerman,” jelasnya.

Dia mendorong masyarakat untuk membiasakan dan membudayakan trend tersebut. Apalagi, saat ini sudah didukung berbagai kemudahan melalui keberadaan BPJPH di Jawa Tengah yang akan bersinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).

Menurutnya, BPJPH menargetkan dapat menerbitkan 576.000 sertifikat halal di Jateng. Oleh karenanya, dukungan dari kabupaten/kota sangat penting untuk mendorong pengusaha di daerah mengurus pengesahan sertifikasi halal produk mereka. Salah satu yang patut dicntoh adalah Kabupaten Tegal yang telah melampui target. Bahkan, kini sudah meningkatkan targetnya dari semula 18. 000 sertifikat, menjadi 25. 000 sertifikat halal.

“Kabupaten Tegal komitmennya sudah meningkat dari 18 ribu menjadi 25 ribu,” kata Gus Yasin.

Melalui sosialisasi yang diadakan bersama Pemda 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu, Gus Yasin berharap daerah akan meningkatkan targetnya. Harapannya, Pemda memberikan fasilitasi sertifikasi melalui OPD, Baznas, BUMD, atapun melibatkan perusahaan dengan CSR.

Gus Yasin menambahkan, tema tahun ketiga kepemimpinan Ahmad Luthfi – Taj Yasin adalah tentang pariwisata dan ekonomi syariah. Sehingga, akan banyak wisatawan yang datang dari dalam negeri maupun mancanegara yang harus difasilitasi dengan produk ramah muslim. “Kalau bicara wisata, bukan hanya hotel yang ramah muslim, tetapi juga makanan harus serba halal,” pungkasnya.

Baca Juga :  PLN Dorong Interkoneksi ASEAN Power Grid untuk Akselerasi Transisi Energi Bersih

Dalam sambutannya, Sekretaris Utama BPJPH Muhammad Aqil Irham menyatakan apresiasi yang tinggi kepada Jawa Tengah yang telah memberikan aset hibah berupa tanah untuk pendirian kantor perwakilan di wilayah ini.

“Kami sangat berterima kasih atas sambutan yang luar biasa dan penerimaan Jawa Tengah untuk membangun ekosistem halal di Jawa Tengah,” ujarnya.

Dia menambahkan, pencapaian sertifikasi halal di Jawa Tengah meraih nomor dua tingkat nasional. Sertifikasi ini sangat penting bagi konsumen, sebagai upaya memberikan rasa nyaman dan menghindari rasa waswas saat menggunakan produk yang mereka konsumsi.

“Seiring dengan itu, halal bukan lagi semata-mata urusan agama, tetapi jadi trend gaya hidup. Kalau konsumen tidak tenang dan tidak nyaman, jadi tidak mau belanja. Akibatnya, produknya ditinggal konsumen,” ujarnya.

Dia berharap, pemda bisa melakukan orkestrasi melalui APBD masing-masing dan bergotong royong memberikan fasilitasi sertifikasi halal kepada pengusaha di wilayah mereka. Tujuannya, agar produk yang dihasilkan pengusaha daerah memiliki nilai tambah dan bahkan bisa menembus pasar ekspor, karena sudah pasti memenuhi syarat kesehatan.

Pada kesempatan tersebut, BPJPH secara simbolis menerima hibah dari Pemprov Jateng yang diserahkan oleh Taj Yasin kepada Aqil Irham. Juga dilaksanakan kesepakatan dengan 35 kabupaten/kota di Jateng dalam mendukung fasilitasi sertifikasi halal bagi pengusaha di wilayah masing-masing.*

Berita Terkait

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau
Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot
Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027
Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci
Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia
GIIAS Semarang 2026, Pasar Otomotif dan PAD Jateng Berpeluang Tumbuh
Jepang Butuh Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Teruji
Jateng Tarik Investasi Tiongkok Rp4,55 Triliun, 213 Ribu Tenaga Kerja Terserap

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:15 WIB

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau

Senin, 28 September 2026 - 16:14 WIB

Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot

Minggu, 27 September 2026 - 23:03 WIB

Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027

Kamis, 24 September 2026 - 17:29 WIB

Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci

Selasa, 22 September 2026 - 21:42 WIB

Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia

Berita Terbaru