Hadapi Tantangan Digital, Heri Pudyatmoko Dorong Kesenian Tradisional Lebih Adaptif

- Reporter

Jumat, 17 April 2026 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrojateng.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko menekankan pentingnya kesenian tradisional sebagai sarana edukasi masyarakat serta instrumen pendukung pembangunan daerah. Di tengah derasnya arus digitalisasi, media tradisional tetap memiliki posisi strategis karena kedekatannya dengan budaya dan kehidupan masyarakat.

Menurut dia, media tradisional tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan moral, sosial, hingga program pembangunan. Nilai-nilai yang disampaikan melalui pendekatan budaya dinilai lebih mudah diterima dan dipahami oleh masyarakat.

“Media tradisional memiliki kekuatan pada kedekatan emosional dan kultural dengan masyarakat. Ini menjadi sarana edukasi yang efektif sekaligus menjaga identitas budaya daerah,” ujar Heri dalam keterangannya.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Pastikan Bisyarah Penghafal Quran Tanpa Diskriminasi KTP

Ia menyebut sejumlah media tradisional yang masih eksis di Jawa Tengah, seperti wayang kulit, ketoprak, kuda lumping, barongan, hingga seni tutur rakyat. Berbagai kesenian ini dinilai memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai media penyampaian informasi publik yang lebih membumi.

Namun demikian, ia mengingatkan, media tradisional perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital agar tetap relevan di tengah perubahan zaman. Menurutnya, inovasi dalam penyajian menjadi kunci untuk menarik minat generasi muda tanpa menghilangkan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.

“Adaptasi itu penting, tetapi jangan sampai menghilangkan nilai-nilai kearifan lokal. Justru nilai itulah yang kekuatan utamanya,” tegas Heri Londo, sapaan akrabnya.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Gaungkan Jateng ASRI, Pantai Jodo Jadi Titik Awal Gerakan

Ia mendorong para pelaku seni dan budayawan untuk mulai memanfaatkan platform digital, seperti media sosial dan kanal video daring, sebagai sarana memperluas jangkauan pertunjukan. Dengan demikian, media tradisional tidak hanya dinikmati secara langsung, tetapi juga dapat diakses oleh masyarakat yang lebih luas.

Selain itu, Heri juga meminta pemerintah daerah untuk memberikan dukungan melalui program pelestarian, pembinaan, serta fasilitasi pertunjukan media tradisional. Selain itu, kolaborasi dengan pegiat kesenian dan ahli teknologi juga dapat menjadi strategi efektif.

“Media tradisional bisa menjadi jembatan antara budaya dan pembangunan. Tinggal bagaimana kita mengelola dan mengembangkannya secara kreatif,” tegas politikus Gerindra tersebut.***

Berita Terkait

Jateng Matangkan RKPD 2027, Ribuan Aspirasi Masuk dari Seluruh Daerah
Pemprov Jateng Perkuat Status Borobudur dan Prambanan sebagai Ikon Religi Dunia
Ahmad Luthfi Rotasi 27 Pejabat Pemprov Jateng, Tekankan Birokrasi Melayani
Ahmad Luthfi di Hari Otda: Pelayanan Publik Harus Terasa Manfaatnya
Nafa Urbach Sebut Program Makan Bergizi Gratis Dorong Ekonomi Warga Wonosobo Lebih Maju
Taj Yasin Dorong Rifa’iyah Ambil Peran Besar di Ekonomi dan Pendidikan
Gubernur Luthfi Serukan Cek Fakta untuk Bendung Hoaks di Era Digital
Perkuat SDM Pertanian, Jateng Dorong Generasi Muda Terjun ke Sektor Pangan

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 18:20 WIB

Jateng Matangkan RKPD 2027, Ribuan Aspirasi Masuk dari Seluruh Daerah

Selasa, 28 April 2026 - 11:44 WIB

Pemprov Jateng Perkuat Status Borobudur dan Prambanan sebagai Ikon Religi Dunia

Senin, 27 April 2026 - 12:24 WIB

Ahmad Luthfi di Hari Otda: Pelayanan Publik Harus Terasa Manfaatnya

Senin, 27 April 2026 - 08:19 WIB

Nafa Urbach Sebut Program Makan Bergizi Gratis Dorong Ekonomi Warga Wonosobo Lebih Maju

Minggu, 26 April 2026 - 14:53 WIB

Taj Yasin Dorong Rifa’iyah Ambil Peran Besar di Ekonomi dan Pendidikan

Berita Terbaru