Peluang Kerja Terbuka, Jateng Latih Pemandu Wisata Gunung Profesional

- Reporter

Minggu, 19 April 2026 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, terus membuka peluang kerja bagi masyarakat. Salah satunya, melalui pelatihan Pemandu Wisata Gunung (PWG), seiring meningkatnya tren jelajah alam yang turut mendongkrak sektor pariwisata.

Hal itu terlihat pada kegiatan orientasi alam PWG 2026 di jalur pendakian Perantunan, Gunung Ungaran, 17–18 April 2026. Sebanyak 16 peserta terpilih dari 250 pendaftar mengikuti praktik lapangan, setelah sebelumnya mendapatkan pembekalan teori di Balai Latihan Kerja (BLK) Jasa Pariwisata milik Disnakertrans Jateng.

Staf BLK Jasa dan Pariwisata Jateng, Hamid Adityawarman, mengatakan pelatihan PWG dibuka untuk menangkap potensi kebutuhan pemandu gunung profesional. Pelatihan itu diselenggarakan dengan sistem asrama selama 100 jam, yang meliputi teori dan praktik.

Ditambahkan, peserta berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, dan rata-rata telah memiliki pengalaman sebagai pemandu maupun pegiat wisata alam.

“Prinsipnya, kegiatan ini bertujuan melatih calon pemandu wisata gunung, agar memiliki kompetensi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI),” ujarnya.

Program tersebut juga mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Hal itu sejalan dengan penetapan 2027 sebagai tahun pariwisata dan ekonomi syariah, setelah 2025 sebagai tahun infrastruktur dan 2026 tahun swasembada pangan.

Baca Juga :  Berhasil Bangkit, 2.596 KPM PKH Klaten Resmi Graduasi dan Tinggalkan Bansos

Dalam pelaksanaannya, pelatihan PWG menggandeng Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) untuk memastikan standar nasional terpenuhi, sehingga peserta yang dinyatakan kompeten siap terjun ke dunia profesional.

“Kami juga bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berlisensi BNSP,” imbuh Hamid.

Ketua APGI Jawa Tengah, Lazuardi, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, minat wisatawan untuk mendaki sangat tinggi. Dari 15 kawasan wisata gunung di Jawa Tengah, tercatat sekitar 900 ribu pendaki setiap tahun.

Lazuardi menambahkan, kebutuhan pemandu wisata gunung di Jawa Tengah masih besar. Saat ini jumlah pemandu profesional sekitar 160 orang, belum sebanding dengan meningkatnya minat pendakian.

“Ini menjadi terobosan di bidang pemandu wisata gunung, mengingat potensi pariwisata gunung di Jawa Tengah sangat besar,” ungkapnya.

Hal tersebut dibuktikan dengan peserta batch pertama PWG 2025, yang telah terserap di sejumlah penyelenggara wisata alam. Dari sisi pendapatan, pemandu wisata gunung di Jawa Tengah dapat memperoleh Rp350 ribu hingga Rp650 ribu per hari.

Baca Juga :  Jateng Rampungkan Pembentukan 8.523 KDKMP, Sekda Minta Koperasi Fokus pada Anggota

Sebagian besar pengguna jasa pemandu berasal dari kota besar, seperti Jakarta yang tertarik dengan keindahan gunung di Jawa Tengah.

“Dalam pelatihan ini diajarkan berbagai keterampilan teknis, mulai dari pelayanan tamu, mendirikan kemah, navigasi, pengetahuan keanekaragaman hayati dan budaya, hingga kode etik pemandu wisata,” jelas Lazuardi.

Peserta pelatihan, Endang Pratiwi, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut. Baginya, dunia alam bukan hanya hobi, tetapi juga sumber penghasilan.

“Saya berlatar belakang pecinta alam sejak kuliah, dan saat ini bekerja sebagai porter lepas. Harapannya, saya bisa meningkatkan kapasitas menjadi pemandu, bukan lagi porter,” ujarnya.

Hal senada disampaikan peserta lain, Mufni, asal Belik, Pemalang. Dia yang telah berpengalaman sebagai pegiat wisata alam di Sungai Elo, Magelang, berharap pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilannya.

“Harapannya, keterampilan yang saya dapat bisa saya terapkan untuk melayani pendaki, sekaligus berbagi ilmu dan pengalaman,” pungkasnya.*

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban
Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik
641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas
97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism
Pertama di Indonesia, Kejaksaan Luncurkan Kartu Donor Darah Braille untuk Tunanetra
Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat
Nobar Kedua Timnas di Gubernuran, Dagangan UMKM Ludes Diserbu Penonton
884 Puskesmas Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik TBC Mulai Bulan Depan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:05 WIB

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban

Selasa, 29 September 2026 - 18:51 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik

Selasa, 29 September 2026 - 17:47 WIB

641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas

Selasa, 29 September 2026 - 17:41 WIB

97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism

Selasa, 29 September 2026 - 13:09 WIB

Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat

Berita Terbaru