BRI Semarang Salurkan KUR Rp5,63 T, Sektor Produktif Dominasi Pembiayaan

- Reporter

Rabu, 15 April 2026 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

- KUR BRI- Regional Micro Banking Head BRI Region Semarang, Hery Nofriady, saat menyampaikan kinerja KUR BRI RO Semarang, dalam acara BRI Media Lunch, Selasa (14/4/2026), di Aroem Resto. Foto : ist/metrojateng.id

- KUR BRI- Regional Micro Banking Head BRI Region Semarang, Hery Nofriady, saat menyampaikan kinerja KUR BRI RO Semarang, dalam acara BRI Media Lunch, Selasa (14/4/2026), di Aroem Resto. Foto : ist/metrojateng.id

SEMARANG- Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia Regional Office (RO) Semarang terus menunjukkan tren positif dalam mendukung pertumbuhan UMKM. Sepanjang 2025 hingga triwulan I 2026, pembiayaan melalui KUR tetap didominasi sektor perdagangan dan sektor produktif lainnya.

Regional Micro Banking Head BRI Region Semarang, Hery Nofriady menyampaikan, sepanjang 2025 penyaluran KUR RO Semarang mencapai 397.070 debitur dengan total plafon Rp17,04 triliun. Angka tersebut terdiri dari KUR Mikro 394.031 debitur dengan plafon Rp16,14 triliun serta KUR Kecil 3.039 debitur dengan plafon Rp903,78 miliar.

“Sepanjang 2025, penyaluran KUR di wilayah RO Semarang mencapai 397.070 debitur dengan total plafon Rp17,04 triliun,” ujarnya, dalam acara BRI Media Lunch, Selasa (14/4/2026), di Aroem Resto.

Ia menjelaskan, dari sisi sektor ekonomi, penyaluran terbesar pada 2025 berasal dari sektor perdagangan besar dan eceran sebanyak 172.176 debitur dengan plafon sekitar Rp6,86 triliun. Kemudian kegiatan yang belum jelas batasannya mencapai 51.332 debitur dengan plafon Rp2,29 triliun, serta sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan sebanyak 50.512 debitur dengan plafon Rp2,24 triliun.

Baca Juga :  BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi bagi Pelanggan Toyota Nasmoco

“Perdagangan masih menjadi sektor terbesar karena sebagian besar pelaku UMKM bergerak di sektor tersebut,” katanya.

Memasuki tahun 2026, hingga periode Januari sampai Maret, penyaluran KUR RO Semarang telah mencapai 113.246 debitur dengan total plafon Rp5,63 triliun. Rinciannya terdiri dari KUR Mikro 106.709 debitur dengan plafon Rp4,78 triliun, KUR Kecil 585 debitur sebesar Rp161,57 miliar, serta KPP 5.952 debitur dengan plafon Rp684,39 miliar.

“Penyaluran KUR pada triwulan pertama 2026 sudah mencapai 113.246 debitur dengan plafon Rp5,63 triliun,” jelasnya.

Baca Juga :  May Day 2026, Ahmad Luthfi Sebut Buruh Pahlawan Ekonomi Jawa Tengah

Dari sisi sektor ekonomi pada periode Januari hingga Maret 2026, penyaluran terbesar masih berasal dari perdagangan besar dan eceran dengan 46.957 debitur dan plafon sekitar Rp2,07 triliun. Disusul sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebanyak 18.633 debitur dengan plafon Rp854,31 miliar, serta kegiatan yang belum jelas batasannya sebanyak 15.961 debitur dengan plafon Rp738,88 miliar.

“Hal ini menunjukkan sektor perdagangan dan pertanian masih menjadi motor utama aktivitas UMKM di wilayah Jawa Tengah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, wilayah dengan penyaluran tertinggi masih didominasi oleh BO Pati, BO Purwodadi, dan BO Brebes. Sementara dari sisi kabupaten/kota, kontribusi terbesar berasal dari Kabupaten Pati, Grobogan, dan Brebes.

“BRI akan terus memperluas akses pembiayaan agar UMKM bisa berkembang dan naik kelas,” pungkasnya.(**)

Berita Terkait

Pasar Semarang Sumbang 14 Persen Bisnis ARTUGO
Investasi Rp19,07 Triliun Mengalir ke Jateng, Pemerintah Siapkan Ekosistem Usaha
Pengeboran Panas Bumi Gunung Ungaran Ditargetkan Akhir 2028, Potensi 55 MW
Bantu Keluarga Keluar dari Kemiskinan, PKK-Baznas Jateng Beri Pelatihan Usaha
Transportasi Jateng Bertransformasi, Taksi Listrik Jadi Langkah Awal
GRANDE 2027 “Tahta Pesona Raya”, Ethica Group Perkuat Tren Sarimbit dan Jaringan Mitra
Potong Tumpeng HUT ke-27 SP PLN, Abrar Ali Tegaskan Perjuangan Hak Pekerja
Abrar Ali Kukuhkan Pengurus SP PLN UID Yogyakarta, Tekankan Komunikasi dan Kolaborasi
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Pasar Semarang Sumbang 14 Persen Bisnis ARTUGO

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Investasi Rp19,07 Triliun Mengalir ke Jateng, Pemerintah Siapkan Ekosistem Usaha

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Pengeboran Panas Bumi Gunung Ungaran Ditargetkan Akhir 2028, Potensi 55 MW

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Bantu Keluarga Keluar dari Kemiskinan, PKK-Baznas Jateng Beri Pelatihan Usaha

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:38 WIB

Transportasi Jateng Bertransformasi, Taksi Listrik Jadi Langkah Awal

Berita Terbaru