Sinergi Dekranasda Jateng dan Kemenlu, Produk Ekraf Didorong Kuasai Pasar Internasional

- Reporter

Selasa, 7 April 2026 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah menjalin sinergi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, guna memperluas akses promosi dan pemasaran produk ekonomi kreatif (ekraf) unggulan daerah ke pasar global.

Langkah tersebut mengemuka saat Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI, Heru Hartanto Subolo, di Ruang Rapat Wakil Gubernur Jateng, Senin (6/4/2026).

Pertemuan itu menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi, dalam mendorong produk ekraf Jawa Tengah semakin dikenal di kancah internasional, sekaligus menjadi bagian dari strategi diplomasi budaya Indonesia.

Menjalankan tugas gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasjn Maimoen (Gus Yasin), Nawal memaparkan, Jateng merupakan provinsi dengan nilai ekspor ekraf terbesar kedua di Indonesia. Pada semester I 2025, nilai ekspor sektor ini mencapai Rp53 triliun.

Sementara, pada periode yang sama, realisasi investasi sektor ekraf provinsi yang dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin ini, tercatat sebagai yang terbesar ketiga secara nasional, dengan nilai mencapai Rp11,45 triliun.

Melalui sinergi bersama Kemenlu RI, Nawal berharap produk-produk ekraf daerah mampu menembus pasar internasional secara lebih luas, khususnya pada subsektor kriya, wastra, batik, kayu, logam, dan serat alam yang menjadi identitas budaya Jateng.

Baca Juga :  Sido Muncul Raih Award CSR dari Pempeov Jateng Untuk Keiga Kalinya

“Kami minta arahan, dan harapannya Jawa Tengah nanti bisa ikut serta dalam expo pameran internasional, dan bisa masuk melalui diaspora Indonesia,” ujar Nawal.

Menurut dia, produk ekraf Jateng tidak hanya menonjolkan nilai lokalitas, tetapi juga merepresentasikan keragaman budaya Indonesia. Keunikan, nilai sejarah, serta kualitas produk, menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun citra bangsa melalui jalur diplomasi budaya.

“Karena secara kualitas ini kami mewakili, produk kami itu penuh dengan heritage Indonesia,” imbuh istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.

Nawal juga mencontohkan sejumlah pelaku usaha yang telah berhasil menembus pasar dunia. Naruna Ceramic asal Kota Salatiga, misalnya, telah mengekspor produknya ke 18 negara. Selain itu, Roro Kenes Semarang dikenal dengan produk tas anyaman kulit berkualitas tinggi, yang diminati wisatawan mancanegara.

Ditambahkan, untuk sektor wastra, berbagai produk khas Jawa Tengah seperti batik Pekalongan, tenun troso Jepara, dan lurik Klaten, juga telah menunjukkan eksistensinya di pasar global.

Melalui sinergi dengan Kemenlu, Nawal berharap promosi produk kreatif potensial daerah dapat diperkuat melalui jaringan perwakilan Indonesia di luar negeri, sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan beragam.

Baca Juga :  AMDATARA Tanam 250 Mangrove di Pesisir Jateng, Perkuat Komitmen Industri Hijau

Sementara itu, Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Heru Hartanto Subolo, menyambut positif sinergi tersebut. Menurutnya, kerja sama tersebut penting, untuk memperkuat promosi industri dan kerajinan Indonesia di tingkat internasional.

“Kemlu perannya dalam kaitan dengan upaya menjembatani hubungannya dengan promosi ke luar negeri, dan capacity building yang bisa kita lakukan kerja sama ke depan,” ungkapnya.

Heru menilai, Jateng memiliki kapasitas soft power diplomacy yang kuat, dan dapat menjadi fondasi dalam mendukung politik luar negeri Indonesia. Hal itu didukung oleh kekayaan budaya serta potensi pariwisata yang telah dikenal luas di mancanegara.

“Jawa Tengah mempunyai budaya yang kuat, produk pariwisata yang luar biasa, ada Borobudur, Prambanan, juga ada hasil industri budaya batik yang sudah tidak asing lagi,” jelas Heru.

Ke depan, Kemenlu berkomitmen untuk memfasilitasi promosi produk ekraf Jateng melalui berbagai pameran dan kegiatan internasional. Heru juga berharap, sinergi bisa terjalin secara berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi pelaku ekonomi kreatif daerah.***

Berita Terkait

Pasar Semarang Sumbang 14 Persen Bisnis ARTUGO
Investasi Rp19,07 Triliun Mengalir ke Jateng, Pemerintah Siapkan Ekosistem Usaha
Pengeboran Panas Bumi Gunung Ungaran Ditargetkan Akhir 2028, Potensi 55 MW
Bantu Keluarga Keluar dari Kemiskinan, PKK-Baznas Jateng Beri Pelatihan Usaha
Transportasi Jateng Bertransformasi, Taksi Listrik Jadi Langkah Awal
GRANDE 2027 “Tahta Pesona Raya”, Ethica Group Perkuat Tren Sarimbit dan Jaringan Mitra
Potong Tumpeng HUT ke-27 SP PLN, Abrar Ali Tegaskan Perjuangan Hak Pekerja
Abrar Ali Kukuhkan Pengurus SP PLN UID Yogyakarta, Tekankan Komunikasi dan Kolaborasi

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Pasar Semarang Sumbang 14 Persen Bisnis ARTUGO

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Investasi Rp19,07 Triliun Mengalir ke Jateng, Pemerintah Siapkan Ekosistem Usaha

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Pengeboran Panas Bumi Gunung Ungaran Ditargetkan Akhir 2028, Potensi 55 MW

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Bantu Keluarga Keluar dari Kemiskinan, PKK-Baznas Jateng Beri Pelatihan Usaha

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:38 WIB

Transportasi Jateng Bertransformasi, Taksi Listrik Jadi Langkah Awal

Berita Terbaru