Dukung Gizi dan Pendidikan Al-Qur’an, Wagub Jateng Apresiasi Program AGUS PBNU

- Reporter

Senin, 9 Maret 2026 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi peluncuran program Gerakan Alquran dan Gizi untuk Santri (AGUS) yang diinisiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Program tersebut dinilai menjadi langkah konkret untuk memperkuat kualitas santri, baik dari sisi pendidikan Al-Qur’an maupun pemenuhan gizi.

Apresiasi itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), saat menghadiri peluncuran program AGUS di Pondok Pesantren Al Uswah, Gunungpati, Kota Semarang, Minggu, 8 Maret 2026.

Menurut Taj Yasin, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mendukung program nasional pemenuhan gizi masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi PBNU dan seluruh jaringan NU yang ikut menyukseskan dua program ini, yaitu penguatan pembelajaran Al-Qur’an melalui distribusi mushaf serta dukungan terhadap pemenuhan makanan bergizi,” ujarnya.

Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wagub menambahkan, Pemprov Jateng selama ini juga memberikan perhatian terhadap pendidikan Al-Qur’an. Sejak 2018, pemerintah provinsi memberikan tali asih kepada para penghafal Al-Qur’an sebagai bentuk penghargaan dan motivasi bagi generasi muda untuk terus mencintai serta mempelajari Al-Qur’an.

Baca Juga :  Kolaborasi Jadi Kunci, Mahasiswa Diajak Terjun Langsung Bangun Jateng

“Dengan adanya distribusi mushaf ini, kami berharap semakin banyak santri yang terdorong untuk mempelajari, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an,” kata Taj Yasin.

Program AGUS sendiri diluncurkan dengan distribusi 100 ribu mushaf Al-Qur’an senilai sekitar Rp10 miliar serta bantuan 20 ton telur bagi pesantren. Inisiatif ini digagas oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU bekerja sama dengan Yayasan Al Fatihah.

Manajer Program AGUS, Ulun Nuha, menjelaskan kebutuhan terhadap dukungan bagi santri masih cukup besar. Berdasarkan data Kementerian Agama, terdapat lebih dari 28 ribu pesantren yang berafiliasi dengan NU dengan sekitar 1,6 juta santri mukim. Bahkan diperkirakan mencapai lima juta santri secara keseluruhan.

Ia menyebutkan, di sejumlah pesantren masih ditemukan keterbatasan mushaf Al-Qur’an sehingga santri harus bergantian saat belajar.

Selain itu, sejumlah riset juga menunjukkan masih adanya persoalan gizi di kalangan santri. Termasuk temuan penelitian yang menyebut lebih dari 50 persen santri perempuan mengalami kekurangan gizi.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Jateng Apresiasi Program Presiden Revitalisasi Sekolah di Daerah Tertinggal

“Santri adalah masa depan kita. Oleh karena itu RMI PBNU bekerja sama dengan yayasan Al Fatihah meluncurkan program Gerakan Alquran dan Gizi untuk Santri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, mengatakan program AGUS juga menjadi bagian dari ikhtiar organisasi untuk memperkuat kontribusi pesantren dalam mendukung program pemenuhan gizi nasional.

PBNU, lanjutnya, telah menjalin kerja sama dengan pemerintah untuk membantu pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Hingga kini hampir 200 titik telah diresmikan dan lebih dari 300 lainnya sedang dalam proses.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan semakin banyak santri yang mendapatkan akses terhadap makanan bergizi sekaligus dukungan sarana belajar Al-Qur’an yang memadai.

“Alhamdulillah sore hari ini, RMI meluncurkan satu lagi program yang menjadi wujud ikhtiar untuk menyumbangkan bantuan, menambah yang dirasakan sebagai kebutuhan di lingkungan ponpes,” katanya.(*)

Berita Terkait

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Jateng Tetapkan 52 Sekolah Adiwiyata 2026
Taj Yasin Dorong Santri Bangun Kepemimpinan dengan Ilmu, Amal, dan Riyadhah
Dari RPL JPT, Sekda Jateng Sumarno Gagas Kelanjutan Pendidikan Sekolah Rakyat
Apresiasi Penghafal Al-Qur’an, Pemprov Jateng Salurkan Bisyaroh Tanpa Ribet
Khatam Al-Qur’an, Taj Yasin Pesan Santri Jadi Teladan di Masyarakat
Ahmad Luthfi Pastikan Kuliah Mahasiswa NTT Tak Terhenti akibat Bencana
Santri Termuda Berusia 9 Tahun, Wagub Jateng Apresiasi 41 Penghafal Al-Qur’an
Kerja Sama dengan ACI Dijajaki, Santri Jateng Berpeluang Tempuh Pendidikan Hadis di Turki

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 14:05 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Jateng Tetapkan 52 Sekolah Adiwiyata 2026

Rabu, 16 September 2026 - 16:58 WIB

Taj Yasin Dorong Santri Bangun Kepemimpinan dengan Ilmu, Amal, dan Riyadhah

Selasa, 15 September 2026 - 16:51 WIB

Dari RPL JPT, Sekda Jateng Sumarno Gagas Kelanjutan Pendidikan Sekolah Rakyat

Kamis, 10 September 2026 - 15:48 WIB

Apresiasi Penghafal Al-Qur’an, Pemprov Jateng Salurkan Bisyaroh Tanpa Ribet

Rabu, 9 September 2026 - 07:04 WIB

Khatam Al-Qur’an, Taj Yasin Pesan Santri Jadi Teladan di Masyarakat

Berita Terbaru