Strategi Fiskal 2026 Jawa Tengah Fokus Efisiensi Anggaran, Optimalisasi PAD dan BUMD

- Reporter

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tancap gas memperkuat fondasi fiskal jelang pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026. Merespons tekanan ekonomi dan tantangan pendapatan daerah, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan efisiensi belanja, penajaman program prioritas, serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar kesinambungan fiskal tetap terjaga.

Langkah itu disampaikan Gubernur Ahmad Luthfi dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Operasional Kegiatan (POK) APBD TA 2025 dan percepatan pelaksanaan APBD TA 2026 di Semarang, Selasa, 10 Februari 2026. Dalam forum tersebut, Ahmad Luthfi menegaskan, Jawa Tengah saat ini menjadi provinsi dengan realisasi belanja daerah terbaik secara nasional.

Berdasarkan data nasional di 38 provinsi, realisasi belanja Pemprov Jawa Tengah tercatat menempati peringkat pertama, sekaligus tertinggi di Pulau Jawa. Hingga 31 Desember 2025, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp 23,76 triliun, sementara realisasi belanja tercatat Rp 23,87 triliun.

Meski terdapat selisih belanja sebesar Rp 109,24 miliar, kondisi kas daerah tetap terjaga positif. Hal itu ditopang realisasi pembiayaan neto sebesar Rp 576,95 miliar, sehingga menyisakan saldo kas daerah Rp 467,70 miliar.

Baca Juga :  Sinergi Jateng-Kaltim Buka Potensi Bisnis Rp20,2 Triliun di Berbagai Sektor

Dengan fondasi fiskal tersebut, Gubernur menegaskan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib melakukan penyusunan program berbasis skala prioritas pada 2026.

“Hal ini agar efisiensi belanja dan pengelolaan dana transfer daerah tetap terjaga. Anggaran harus tepat sasaran, tidak boleh ada pemborosan, dan tidak boleh memicu defisit,” tegas Ahmad Luthfi.

Selain penguatan internal, Gubernur juga menyoroti persoalan piutang pajak, khususnya dari sektor opsen pajak, yang harus segera dituntaskan. Ia menilai, optimalisasi pendapatan menjadi kunci menjaga ruang fiskal daerah di tengah dinamika ekonomi nasional.

Tak kalah penting, Ahmad Luthfi menegaskan peran strategis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai penggerak PAD. Ia meminta seluruh BUMD berorientasi pada kinerja dan hasil nyata, bukan sekadar formalitas kelembagaan.

“BUMD harus memberi kontribusi nyata bagi Pemprov dan masyarakat. Bukan untuk kepentingan Gubernur atau Sekda secara pribadi. Ke depan, semua BUMD wajib punya target yang kompetitif dan terukur. Hasilnya harus untuk kemakmuran masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Pastikan Ketersediaan Gas, PGN Datangkan LNG dari Fasilitas Likuefaksi Berau

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menambahkan, akselerasi pendapatan dan penajaman efisiensi belanja menjadi kunci menjaga kesehatan APBD. Pada TA 2025, realisasi pendapatan daerah tercapai Rp 23,76 triliun atau 96,38 persen dari target.

Namun demikian, Sumarno mengakui adanya tekanan berat pada sektor Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Realisasi BBNKB hanya mencapai 68,86 persen, dipengaruhi kondisi ekonomi makro serta kebijakan nasional kendaraan listrik yang membebaskan BBNKB.

“Kondisi ini tidak hanya terjadi di Jawa Tengah, tetapi hampir di seluruh provinsi karena erat kaitannya dengan daya beli masyarakat dan dinamika ekonomi nasional,” jelas Sumarno.

Untuk menjaga keseimbangan fiskal pada 2026, Pemprov Jawa Tengah merancang penyesuaian anggaran sebesar Rp 814 miliar melalui dua strategi utama. Pertama, optimalisasi pendapatan dengan fokus peningkatan kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Alat Berat, dan Pajak Air Permukaan melalui kolaborasi lintas sektor.

Kedua, peningkatan efisiensi dan efektivitas belanja dengan penyisiran ulang program kerja seluruh OPD tanpa mengorbankan capaian target kinerja utama.*

Berita Terkait

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau
Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot
Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027
Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci
Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia
GIIAS Semarang 2026, Pasar Otomotif dan PAD Jateng Berpeluang Tumbuh
Jepang Butuh Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Teruji
Jateng Tarik Investasi Tiongkok Rp4,55 Triliun, 213 Ribu Tenaga Kerja Terserap

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:15 WIB

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau

Senin, 28 September 2026 - 16:14 WIB

Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot

Minggu, 27 September 2026 - 23:03 WIB

Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027

Kamis, 24 September 2026 - 17:29 WIB

Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci

Selasa, 22 September 2026 - 21:42 WIB

Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia

Berita Terbaru