CJTEC Resmi Diluncurkan, Nawal Yasin Dorong UMKM Jateng Tembus Pasar Global

- Reporter

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Rumah Bersama Ekspor Jawa Tengah atau Central Java Trade and Export Center (CJTEC) resmi diluncurkan, di Grand Candi Hotel Semarang, Jumat (30/1/2026). Kehadiran CJTEC diharapkan menjadi jembatan strategis bagi UMKM lokal, untuk menembus pasar global.

Peluncuran dilakukan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng Nawal Arafah Yasin, Direktur Kadin Indonesia Trading House (ITH) Esther Mandagi, Ketua Kadin Jateng Harry Nuryanto, serta Koordinator CJTEC Syahnaz Nadya.

Ketua Dekranasda Jateng Nawal Arafah Yasin menyampaikan, CJTEC hadir sebagai rumah bersama, yang menghubungkan UMKM dengan peluang ekspor ke berbagai negara. Pasalnya, selama ini, pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan untuk masuk ke pasar dunia, mulai dari perbedaan budaya, bahasa, hingga karakteristik pasar.

“Sehingga nanti harapannya CJTEC ini bisa menjadi penghubung, menjadi pendamping, supaya mereka bisa ke pasar global,” kata istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.

Ditambahkan, CJTEC tidak hanya berfungsi sebagai penghubung, tetapi juga pendamping UMKM agar lebih siap menghadapi pasar internasional. Salah satu peran pentingnya ialah sebagai rumah kurasi produk, sehingga kualitas dan kesiapan produk UMKM dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar tujuan.

“Selama ini kita banyak dibantu oleh Bank Indonesia (dalam proses kurasi), tetapi dengan hadirnya CJTEC, pelaku UMKM juga nanti bisa memahami karakteristik pasar seperti apa,” imbuh Nawal.

Baca Juga :  Jawa Tengah Gelar CJIBF 2026, Bidik Komitmen Investasi dari 30 Investor

Menurut dia, meskipun jumlah pelaku UMKM di Jateng sangat besar, pelaku yang mengikuti pameran maupun ekspor masih terbatas. Harapannya, CJTEC bisa menjadi wadah kurasi, agar produk UMKM memenuhi standar kualitas dan daya saing pasar.

Di samping itu, Dekranasda Jateng juga akan melibatkan CJTEC dalam hal fasilitasi business matching atau ajang temu bisnis, antara pengrajin UMKM dengan calon buyer maupun eksportir.

“Ke depan, kita harus lebih menumbuhkan keberanian UMKM yang masih embrio, supaya naik kelas. Itu PR kita. Kemudian bisnis matching juga harus dilakukan di Dekranasda, nantinya bisa juga dengan CJTEC ini,” ungkap Nawal.

Dia membeberkan, kinerja ekspor nonmigas Jateng terus membaik. Pada periode November 2025, tercatat naik sebesar 14,59 persen dibanding November 2024, atau dari 977,97 juta dolar AS menjadi 1.120,69 juta dolar AS.

Secara kumulatif, nilai ekspor Jateng Januari–November 2025 sebesar 11.433,61 juta dolar AS, atau naik 9,69 persen dibanding periode tahun 2024 di angka 10.024,54 juta dolar AS. Tujuan ekspor terbesar yaitu Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok.

Nawal menjelaskan, banyak produk unggulan Jateng yang dilirik pasar global, termasuk kriya dan UMKM. Contohnya, Naruna Ceramik dari Salatiga, dengan produk peralatan dapur dan rumah tangga, serta Roro Kenes dari Kota Semarang, yang terkenal dengan tas anyaman kulit.

Tidak hanya itu, Jateng juga memiliki potensi besar yang tidak dimiliki daerah lain, seperti tenun troso dari Jepara yang berjumlah 344 unit usaha. Bahkan sektor ini mencatatkan nilai ekonomi mencapai Rp25,8 miliar per bulan.

Baca Juga :  Gubernur Luthfi Minta BUMD dan BLUD Rapor Merah Segera Berbenah

Sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, pihaknya terus mendorong pola pembinaan berjenjang, di mana UMKM sukses aktif membina UMKM yang masih merangkak naik.

“Bagaimana UMKM yang besar itu membina UMKM yang kecil. Ini menjadi salah satu program prioritas Dekranasna Jawa Tengah,” ucap Nawal.

Dengan peluncuran CJTEC, Nawal berharap tercipta ekosistem ekspor UMKM yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga produk unggulan daerah mampu bersaing dan memperluas pasar di tingkat internasional.

Sementara, Ketua Kadin Jateng, Harry Nuryanto mengatakan, ide menggagas Rumah Bersama Ekspor Jateng muncul karena banyaknya tantangan di dunia usaha, terutama sektor UMKM. Mulai dari persaingan ketat, ketertinggalan akibat digitalisasi, dan standar produk yang diminati pasar.

Hadirnya CJTEC bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai fungsi strategis. Yakni sebagai pusat data dan inteljen ekspor, rumah kurasi dan kesiapan ekspor, hubungan jejaring ekspor, pusat peningkatan kapasitas, fasilitas pembiayaan, serta kebijakan vokasi bagi pelaku usaha.

“Kami berharap bisa bersama-sama bergabung dalam ekosistem CJTEC, dan berkolaborasi bersama untuk melangkah lebih cepat, lebih jauh menembus pasar global,” harap Harry.*

Berita Terkait

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau
Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot
Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027
Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci
Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia
GIIAS Semarang 2026, Pasar Otomotif dan PAD Jateng Berpeluang Tumbuh
Jepang Butuh Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Teruji
Jateng Tarik Investasi Tiongkok Rp4,55 Triliun, 213 Ribu Tenaga Kerja Terserap

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:15 WIB

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau

Senin, 28 September 2026 - 16:14 WIB

Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot

Minggu, 27 September 2026 - 23:03 WIB

Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027

Kamis, 24 September 2026 - 17:29 WIB

Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci

Selasa, 22 September 2026 - 21:42 WIB

Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia

Berita Terbaru