Jaga Warisan Budaya Jawa di Lampung, Ahmad Luthfi Siapkan Bantuan Gamelan

- Reporter

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG – Untuk memperkuat ikatan budaya warga transmigran dan keturunan asal Jawa Tengah yang telah lama menetap di Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang berpasangan dengan Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), berkomitmen akan mengirimkan seperangkat gamelan untuk warga.

“Gamelannya nanti dikirim langsung oleh Direktur Utama Bank Jateng ke sini. Sampun beres (sudah beres),” ujar Ahmad Luthfi saat berdialog dengan warga di Balai Desa Bagelen, Gedongtataan, Pesawaran, Lampung, Rabu, 7 Januari 2026.

Menurutnya, gamelan bukan sekadar alat musik, melainkan simbol identitas dan perekat kebudayaan Jawa yang harus terus dirawat, di mana pun masyarakat Jawa berada. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kata Ahmad Luthfi, berkomitmen menjaga hubungan kultural dan emosional dengan warga keturunan Jawa Tengah di daerah transmigrasi.

Perangkat gamelan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya merawat dan melestarikan warisan budaya leluhur warga Desa Bagelen yang berasal dari Tanah Jawa, khususnya Jawa Tengah. Bantuan itu diharapkan menjadi sarana penguat identitas kultural sekaligus ruang ekspresi seni bagi generasi penerus.

Baca Juga :  Wagub Taj Yasin Ajak Majlis Dzikir di Batang Doakan Jateng Tetap Ayem dan Damai

“Itu sumbangan untuk nguri-uri sejarah dan budaya Jawa,” ujar Ahmad Luthfi.

Sumbangan seperangkat gamelan tersebut merupakan jawaban konkret atas aspirasi yang disampaikan Kepala Desa Bagelen, Merdi Parmanto, saat berdialog dengan Gubernur Ahmad Luthfi. Merdi mengungkapkan, berangkat dari sejarah panjang hubungan Desa Bagelen dengan Jawa Tengah, masyarakat berharap adanya sebuah kenang-kenangan yang sekaligus menjadi penghubung kultural antargenerasi.

“Kami berharap ada kenang-kenangan untuk desa kami yang tidak mungkin akan terlupakan, yaitu seperangkat gamelan,” ujarnya.

Seperangkat gamelan tersebut dinilai sangat membantu dalam menghidupkan kebudayaan di Desa Bagelen. Selama ini, kata Merdi, setiap peringatan hari jadi Desa Bagelen selalu diwarnai pertunjukan wayang kulit, sebuah tradisi yang tak pernah terputus sejak desa tersebut berdiri pada 1905 hingga perayaan terakhir pada 2025.

“Itulah salah satu kebanggaan kami sebagai orang Jawa yang bisa terus menghidupkan budaya, dengan tetap menghormati kebudayaan lokal yang ada,” ungkap Merdi.

Ahmad Luthfi langsung menyetujui permintaan tersebut. Apalagi Jawa Tengah dan Lampung memiliki ikatan historis sosiokultural yang panjang. Sebagian besar penduduk di Provinsi Lampung merupakan suku Jawa. Relasi tersebut berawal ratusan tahun silam, ketika sekelompok warga asal Bagelen, Purworejo, dikirim ke Lampung melalui program kolonisasi pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Baca Juga :  Pengamat: Setahun Luthfi-Yasin Rame Ing Gawe, Minim Pencitraan

Ikatan itu kemudian berlanjut dan semakin menguat melalui program transmigrasi setelah Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk, yang membawa gelombang besar masyarakat Jawa Tengah menetap dan berkontribusi dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya di Lampung hingga saat ini.

“Di Lampung ini 60% warganya berasal dari Jawa, terutama Jawa Tengah,” jelas Ahmad Luthfi.

Ia juga berpesan kepada masyarakat asal Jawa Tengah di perantauan, khususnya para transmigran, agar terus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kearifan lokal di daerah tempat mereka bermukim. Menurutnya, sebagian besar warga transmigran telah puluhan tahun tinggal di Lampung, bahkan tidak sedikit yang lahir dan tumbuh besar di tanah transmigrasi, sehingga memiliki komitmen kuat untuk menetap dan membangun daerah tersebut.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit kita junjung. Artinya, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan daerah masing-masing,” pesan Ahmad Luthfi.*

Berita Terkait

Pemadaman TPA Putri Cempo Dikebut, Jateng Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca 9–10 September
Respons Cepat Jadi Kunci, Ahmad Luthfi Perkuat Tim Reaksi Cepat Jawa Tengah
Luthfi Beri Penguatan Keluarga Mozza, Penanganan Kasus Terus Dikawal
Tak Pandang Warna Partai, Ahmad Luthfi Satukan Kekuatan Bangun Jateng
Bara Belum Padam, Ahmad Luthfi Turun Langsung Tangani Kebakaran TPA Putri Cempo
Festival Kota Lama Perpanjang Gelaran, Siapkan Beragam Acara untuk Tamu MTQ
150 Relawan dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Tim Reaksi Cepat Jateng
Venue MTQ Nasional XXXI Masuki Tahap Finishing, Taj Yasin Targetkan H-1 Rampung

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 18:13 WIB

Pemadaman TPA Putri Cempo Dikebut, Jateng Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca 9–10 September

Senin, 7 September 2026 - 12:00 WIB

Respons Cepat Jadi Kunci, Ahmad Luthfi Perkuat Tim Reaksi Cepat Jawa Tengah

Senin, 7 September 2026 - 07:19 WIB

Luthfi Beri Penguatan Keluarga Mozza, Penanganan Kasus Terus Dikawal

Minggu, 6 September 2026 - 13:40 WIB

Tak Pandang Warna Partai, Ahmad Luthfi Satukan Kekuatan Bangun Jateng

Sabtu, 5 September 2026 - 14:13 WIB

Bara Belum Padam, Ahmad Luthfi Turun Langsung Tangani Kebakaran TPA Putri Cempo

Berita Terbaru