Gubernur Jateng Paparkan Investasi Energi, Industri, dan Pertanian ke Kerabat Sultan Brunei

- Reporter

Selasa, 30 Desember 2025 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menawarkan berbagai peluang investasi strategis kepada kerabat Kasultanan Brunei Darussalam dalam pertemuan yang digelar di Jakarta, Senin malam, 29 Desember 2025. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperluas kerja sama internasional dan menarik investasi untuk mendukung pembangunan daerah.

Pertemuan dihadiri Pangiran Muda Abdul Qawi ibni Mohamed Bolkiah serta Tengku Amalin Aishah Putri binti Sultan Ismail Petra. Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi memaparkan potensi investasi di sejumlah sektor unggulan, mulai dari energi terbarukan, kawasan industri, hingga pertanian modern.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan mempererat hubungan antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Brunei Darussalam sekaligus menjajaki peluang kerja sama konkret.

“Pertemuan ini untuk mengakrabkan hubungan sekaligus menyampaikan peluang investasi yang bisa dikembangkan bersama,” ujar Sujarwanto usai mendampingi Gubernur Ahmad Luthfi.

Pada sektor energi, Jawa Tengah menawarkan pengembangan green energy, termasuk tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) antara PT Jateng Petro Energi (JPEN) dengan mitra sebelumnya terkait pengembangan teknologi Solar Photovoltaic (PV) pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung.

Baca Juga :  Menyiapkan Generasi #Cari_Aman: Siswa SMK NU 01 Kendal Belajar di Astra Motor Center Semarang

Selain itu, Ahmad Luthfi juga menawarkan pengembangan Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Semarang dengan konsep green industry. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong agar seluruh kawasan industri ke depan mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Arahan Gubernur jelas, kawasan industri di Jawa Tengah harus mengarah ke green industry. KIW menjadi salah satu fokus pengembangan,” kata Sujarwanto.

Di sektor pertanian, Jawa Tengah membuka peluang investasi pengembangan Pasar Agro Digital Modern Soropadan serta penguatan posisi Jawa Tengah sebagai pusat benih nasional. Program tersebut sejalan dengan fokus pembangunan daerah pada 2026, yakni mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat peran Jawa Tengah sebagai penopang pangan nasional.

Menurut Sujarwanto, keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu alasan pemerintah daerah membuka peluang kemitraan dengan investor asing.

Baca Juga :  Chandra Asri Group dan Danamon Tandatangani Term Loan Rp 2 Triliun

“Kami menawarkan skema kerja sama agar mereka bisa menjadi mitra finansial dalam pengembangan sektor-sektor strategis tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerabat Sultan Brunei Darussalam telah menerima paparan dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan badan usaha milik daerah (BUMD) Jawa Tengah serta menunjukkan ketertarikan untuk melihat langsung potensi di lapangan.

“Mereka berencana melakukan kunjungan lapangan ke Jawa Tengah untuk melihat potensi investasi dan pariwisata secara langsung,” katanya.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, penawaran investasi merupakan bagian dari peran kepala daerah sebagai penggerak pembangunan ekonomi. Menurutnya, gubernur dan kepala daerah harus mampu memasarkan potensi wilayah untuk menarik investor.

“Saya memposisikan diri sebagai manajer marketing yang menawarkan seluruh potensi Jawa Tengah. Investasi menjadi sumber penting pembangunan selain pendapatan asli daerah,” kata Ahmad Luthfi.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap penjajakan ini dapat berlanjut ke tahap kerja sama konkret yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan berkelanjutan di daerah.***

Berita Terkait

Gus Yasin Sebut MTQ Nasional Beri Efek Ekonomi Rp1,2 Triliun bagi Jateng
Kaji Visiting Jogja, PKA VII Jateng Bidik Penguatan Desa Wisata dan Ekraf
Kapulaga Dorong Perempuan Kalikajar Berkarya, Batiknya Tembus Mancanegara
BMKG: Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi di Atmosfer, Belum Turun ke Jateng
PLN Tegaskan PLTP Gunung Ungaran Masih Tahap Kajian, Belum Ada Pengeboran
LG Hadir di IIPE 2026, Kenalkan Solusi Udara Sehat untuk Pemilik Hewan Peliharaan
Beras SPHP dan Minyakita Terus Disalurkan, Bulog Semarang Jaga Stabilitas Pangan
Inovasi Sexing Sapi Perah, Strategi Jateng Wujudkan Sentra Produksi Susu

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 17:43 WIB

Gus Yasin Sebut MTQ Nasional Beri Efek Ekonomi Rp1,2 Triliun bagi Jateng

Rabu, 9 September 2026 - 16:31 WIB

Kaji Visiting Jogja, PKA VII Jateng Bidik Penguatan Desa Wisata dan Ekraf

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Kapulaga Dorong Perempuan Kalikajar Berkarya, Batiknya Tembus Mancanegara

Selasa, 8 September 2026 - 06:53 WIB

BMKG: Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi di Atmosfer, Belum Turun ke Jateng

Sabtu, 5 September 2026 - 21:14 WIB

PLN Tegaskan PLTP Gunung Ungaran Masih Tahap Kajian, Belum Ada Pengeboran

Berita Terbaru