Perjalanan Pelaku Usaha Angkringan Semarang yang Menguat Lewat Pembiayaan KUR BRI

- Reporter

Kamis, 27 November 2025 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Di tengah situasi pandemi yang sulit dan pahitnya kehilangan pekerjaan, tak membuat seorang Heddy Pamungkas, warga Karang Kebon Utara, Semarang, menyerah dengan keadaan. Untuk memiliki sumber penghasilan baru, Heddy memilih membuka usaha kuliner yang dinamai Angkringan Moses. Berkat ketekunannya dan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, usahanya dapat terus tumbuh, pelanggan bertambah, dan ekonomi keluarga ikut terbantu.

Pandemi menjadi titik balik kehidupan bagi banyak orang. Salah satunya adalah Heddy Pamungkas. Pengurangan tenaga kerja di tempat ia bekerja pada 2021 membuatnya harus memikirkan sumber penghasilan baru. Dari situ, lahirlah Angkringan Moses.

Menurutnya, usaha angkringan memiliki prospek yang baik karena banyak peminatnya walapun memiliki banyak rintangan.

“Saat itu memang lagi ramai dan menurut saya bisa untuk usaha jangka panjang. Usaha ini memiliki potensi yang besar namun tak luput dari sejumlah tantangan seperti hujan, karena kami jualan di pinggir jalan raya. Selain itu, kadang ada saja orang yang nakal (mengganggu),” tuturnya.

Dari sisi pelanggan pun tak menentu. Lalu lintas jalan besar tidak selalu berbanding lurus dengan pembeli. Meski begitu, lokasi strategis dekat hotel justru menjadi peluang baru angkringan moses untuk memperluas segmen pelanggan dari yang sekadar lewat hingga tamu hotel.

Baca Juga :  325 Bus Mudik Gratis Antar 16.186 Perantau Jateng Pulang Kampung

“Perkembangannya, pelanggan baru selalu ada. Tapi yang namanya jualan, ya tidak pasti setiap hari. Untuk penjualan harian, lancar, meskipun kadang ada sedikit penurunan. Alhamdulillah masih bisa dibilang lancar,” imbuhnya.

Tumbuh Bersama Dukungan Pembiayaan KUR BRI

Seiring berjalannya waktu, Heddy mulai merasakan ada banyak kebutuhan yang harus segera ia penuhi. Atas saran tetangga, Heddy memberanikan diri untuk mengajukan KUR BRI. Dengan proses yang cepat dan tanpa jaminan tambahan, Heddy berhasil menerima dana KUR sebesar Rp15 juta. Dana KUR tersebut digunakan sepenuhnya untuk mengembangkan angkringannya.

“Saya mengenal KUR BRI dari tetangga yang menyarankan saya untuk mencoba mengajukan KUR. Prosesnya cepat, satu hari langsung selesai. Malam itu saya pengajuan dan disurvei, besoknya saya diminta ke kantor, tanda tangan dan langsung cair. Dana KUR saya gunakan untuk pengadaan kerupuk, tambah meja, dan mengganti perkakas-perkakas yang sudah lama,” ungkapnya.

Dampak bantuan KUR langsung terasa. Fasilitas angkringan moses menjadi lebih rapi, gerobak lebih bagus, dan peralatan baru membuat tampilan lebih menarik, terutama bagi pelanggan hotel yang melewati lokasi usahanya.

Bagi Heddy, KUR BRI bukan sekadar tambahan modal, tetapi juga penyelamat usaha kecil seperti dirinya. Ia juga menyadari bahwa KUR memiliki manfaat besar, sehingga Ia pun aktif merekomendasikan KUR BRI kepada rekan-rekannya yang sedang merintis usaha.

Baca Juga :  TKDN Roadshow Singgah di Semarang: Momentum Jateng Percepat Digitalisasi

“Sangat membantu, terutama untuk pedagang kecil seperti saya. KUR ini sangat membantu karena tanpa jaminan dan prosesnya cepat, tidak berbelit-belit. “Banyak teman-teman saya yang dulu ragu. Saya bisa menjelaskan bahwa KUR itu bagus dan sangat membantu pedagang kecil,” tambahnya.

Pada kesempatan terpisah, Hari Basuki, Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Regional Office Semarang mengungkapkan, dengan pembiayaan yang memadai dan akses permodalan yang lebih mudah melalui KUR, pelaku usaha di wilayah Semarang memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usahanya, membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.

“Kisah pelaku usaha Angkringan Moses menjadi kisah inspiratif yang dapat ditiru oleh pelaku usaha lainnya. Kisah ini juga menjadi contoh nyata dukungan dalan mendorong perekonomian masyarakat di wilayah Semarang melalui pembiayaan KUR’, tegasnya.

Hingga Oktober 2025, RO Semarang telah menyalurkan KUR sebesar Rp.14,02 Triliun dimana sebagian besar penyaluran KUR didominasi oleh KUR Sektor produksi yang tercatat sebesar Rp.6,53 Triliun atau sebesar 47% dari total penyaluran.***

Berita Terkait

Bulog dan Satgas Pangan Cek Langsung Penyaluran Bantuan Beras ke Warga
Serambi Nusantara MTQ Semarang Ramai, UMKM Berbagai Daerah Panen Transaksi
Dua Mitra Wisata Joyday di Jateng Terima Apresiasi Kendaraan
Noken, Tenun, Batik hingga Kuliner Daerah, UMKM Nusantara Ramaikan MTQ Nasional
Pameran Serambi Nusantara Ketiban Berkah MTQ, Transaksi UMKM Nyaris Rp500 Juta
Bulog Salurkan Beras Tiga Bulan Sekaligus, Warga Demak Terima 30 Kilogram
Pantau Penyaluran Bantuan Pangan, Abdul Kharis Pastikan Beras Diterima Warga yang Berhak
BCA Syariah Hadirkan “Jemput Berkah” di BCA Expo Semarang 2026

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:30 WIB

Bulog dan Satgas Pangan Cek Langsung Penyaluran Bantuan Beras ke Warga

Selasa, 15 September 2026 - 12:03 WIB

Dua Mitra Wisata Joyday di Jateng Terima Apresiasi Kendaraan

Senin, 14 September 2026 - 16:01 WIB

Noken, Tenun, Batik hingga Kuliner Daerah, UMKM Nusantara Ramaikan MTQ Nasional

Senin, 14 September 2026 - 15:52 WIB

Pameran Serambi Nusantara Ketiban Berkah MTQ, Transaksi UMKM Nyaris Rp500 Juta

Minggu, 13 September 2026 - 22:20 WIB

Bulog Salurkan Beras Tiga Bulan Sekaligus, Warga Demak Terima 30 Kilogram

Berita Terbaru